'Doain ibu dan bapak, nak'
Ternyata badan anak itu mengalami kelelahan pada saat itu. Iya tumbang terserang demam dan muntah-muntah. Entah apa yang telah diperbuat dengan hari nya , padahal kerja nya cuman sekolah, main dan nonton televisi.
Kemudian malam hari nya tanpa diminta, ada seorang ibu yang sejenak mengecek anaknya, menyuruhnya untuk meminum obat kemudian sesekali memijat-mijat badan anaknya. Di cek lah 2kali kekamarnya menjelang subuh, dipijatlah lagi badan anaknya. Katanya, supaya lekas sembuh.
Kira-kira itu 3tahun yang lalu, tepatnya masih menginjaki bangku sekolah.
Seiring bertambahnya usia. Memang tidak bisa dipungkiri, Usia 40tahun keatas rentang di serang penyakit. Mungkin ada saja keluhannya dimulai dari tulang pinggang, kolestrol, diabetes, sakit lutut dan lainnya. Satu hal yang paling sering, badan cepat sekali remuknya. Beda dengan usia-usia 20tahunan.
Bedanya, kini anak tersebut yang giliran mengecek ibu nya, memijat ibu nya biar terasa lebih enakan, mengalah untuk lebih banyak lagi membantu mengurus rumah, mengontrol makanannya, katanya; jangan makan ini, jangan makan itu, nanti kena gula, kolestrol dan lain-lain. Sesekali mengingatkan untuk olahraga. Ironinya hal tersebut terjadi pada saya.
Satu hal yang saya petik;
Lihatlah sosok yang tadinya tangguh, kokoh, kuat, bisa segala hal, semakin hari akan semakin berkurang fungsinya.
Sedangkan anak itu, semakin hari semakin tangguh, semakin kuat, semakin bugar, setiap hari nya.
Maka janganlah, berhenti berputus asa untuk terus mendoakan ibu dan bapak kita, diakhir sholat kita.
26 Januari 2019 | Yumi Sastriyansah
















