Sedikit prolog dalam cerita, dapat aku buka dengan buku yang ku punya tidak baru wujudnya, sedikit usang dan rapuh di dalamnya, bila dipahami mungkin akan sedikit sulit sebab tulisannya yang kian hari kian memudar, Bu, aku punya buku namun sudah lusuh, buku yg tiap hari menemani langkah kaki ku, buku itu berisi kisah cinta berupa doa.
Ku beri judul buku kita, sebab balutannya berada pada kesederhanaan dalam naungan jiwa.
halaman hingga halaman, bab hingga bab, dari prolog hingga menemukan epilog.
'Ibu, kau bermuara dalam dasar saujana kasmara, bersinergi hingga ke hati. ibu dalam cerita ini menjadi penyempurna sekaligus menjadi pelengkap bahagian bakti yang ku cari'
dipikir aku tak punya apa-apa,
ditelaah yg ku bisa sampai dimana,
direnungi yg ku beri apa,
dimengerti ternyata benar kasih sayang mu sepanjang masa selalu dalam asa. mencoba tuk mengganti sakit dan sepi nyatanya aku masih belum kuasa.
Sesederhana itu ibu mendidik ku.
Tidak terasa tulisan ini sudah lewat dua tahun silam🤍
Ibu, pelabuhan cinta ku yang paling sejati