Terlepas dari tulisan kecewa kemarin, yang sepertinya saling menyalahkan antara aku dan manusia, kali ini, aku ingin menulis tentang diri yang sepertinya sering... Mengecewakan.
Manusia memang sumber kecewa. Akupun pasti salah satu dari sumber itu. Yang mungkin pernah diharapkan, pernah dibanggakan, pernah diunggulkan, dan hal-hal pernah yang lain. Aku tidak bisa mengelak hal tsb. Bagaimana jika kita diberi kepercayaan? Tentu, mereka percaya bahwa kita bisa. Padahal, dalam ke berjalanannya belum tentu sesuai dengan hasil yang di harapkan. Contohnya, amanah. Aku diamanahkan dalam suatu bidang, qadarullah tidak mencapai target. Kecewa? Tentu. Apalagi yang memberi amanah.
Belum semua orang sadar bahwa apapun kita gantungkan pada-Nya. Menyiapkan rasa terburuk, pengharapan terburuk, yang senantiasa tetap berdasar karena Allah. Biar nanti saat terjatuh, ya gak sakit-sakit amat. Begitulah kurang lebih.
Alih-alih menyalahkan yang lain, berkata bahwa kamu kamu kamu sumber kecewa. Padahal, kitapun juga sumber kecewa bagi orang lain.
Sadarlah wahai aku, bagaimanapun manusia tetap sumber kecewa. Taruh pengharapan pada-Nya. Semua karena-Nya.