memaklumi banyak hal, untukmu
memaklumi bahwa kau mencintai hidupmu, sama halnya dengan aku mencintaimu. memaklumi bahwa ada batas-batas yang bahkan cinta tidak bisa melewatinya. memaklumi bahwa mencintai bukan berarti kau harus meninggalkan dunia yang pernah menemanimu sebelum kehadiranku. tak apa. aku tahu, dunia itu membuatmu tumbuh, membuatmu tersenyum, membuatmu menjadi seseorang yang aku pilih untuk kucintai.
karena salah satu cara mencintaimu adalah dengan memaklumi banyak hal—dan barangkali, itu cara paling menenangkan dalam mencintai.
mencintai tidak selalu berbentuk pelukan yang hangat, tidak pula pengakuan yang berbunga-bunga. kadang, ia hadir dalam bentuk diam yang penuh pengertian. dalam senyum tipis saat kau sibuk dengan duniamu sendiri. dalam doa yang pelan dan khusyuk. saat kau masih berjuang dengan sesuatu yang tak sempat kau ceritakan.
aku memaklumi hal-hal yang tak bisa kau jelaskan. entah itu waktumu yang tiba-tiba habis, pesanku yang tak terbalas, atau jarak kita yang makin sering tak terjembatani kata. sebab aku tahu, hidupmu bukan hanya tentang aku. kau punya tanggung jawab, punya luka, punya kegembiraan, yang tidak selalu membutuhkanku untuk berada di dalamnya.
namun justru di situlah aku merasa mencintaimu dengan cara yang lebih manusiawi. bukan menuntut untuk jadi pusat segalanya, tetapi cukup menjadi tempat pulang yang tidak memaksamu menghapus isi keseharianmu. aku mencintaimu dengan memahami, bahwa dalam diri setiap manusia, ada ruang yang tak bisa dimasuki siapapun—bahkan oleh cinta.
dan meski begitu, aku tetap tinggal. menahan rindu yang mungkin tak bisa terbayar, menahan perasaan yang perlahan dijinakkan oleh pengertian. karena salah satu cara mencintaimu adalah dengan memaklumi banyak hal—bukan karena aku menyerah, tapi karena aku percaya; cinta yang tidak banyak menuntut, justru lebih banyak memberi ruang untuk bertumbuh.
jika kau merasa dunia terlalu berat, aku ingin menjadi tempatmu beristirahat. jika kau merasa waktu terlalu cepat, aku ingin menjadi perlambatan yang menenangkan. dan jika kau merasa tidak selalu bisa mengutamakan diriku, aku ingin menjadi seseorang yang tetap mencintaimu. bahkan dari belakang, dengan cara yang sederhana: memaklumi banyak hal, untukmu.















