Benar memang jika tak ada sebuah perjumpaan yang kebetulan, karena selalu saja ada ibroh yang bisa diambil di dalamnya, entah kebaikan yang bisa dicontoh atau keburukan yang harus dihindari.
Pun juga benar tentang sebuah kalimat yang sederhana namun ternyata maknanya dalam, bahwa manusia ibarat sebuah buku yang dengannya bisa kita tertipu oleh sampulnya atau malah dibuat berdecak kagum oleh isinya.
Kali ini tentang yang kedua, sampulnya biasa saja, tidak mengagumkan dan tidak pula menipu, namun isinya sungguh membuat kagum. Lisannya tak banyak kata, namun nyatanya hasil yang bersuara. Diamnya biasa saja, namun sungguh bisa menempatkan diri dengan siapa ia berinteraksi. Dan masi banyak biasa-biasa lainnya yang ternyata memberikan kekaguman bagi orang lain. Tak berhenti sampai di situ, namun kebaikan- kebaikannya yang mungkin juga biasa saja, namun sangat bisa untuk dirasakan oleh sesamanya
Ternyata benar ya, sikap dan kebaikan sesederhana apapun saat dikerjakan dengan hati, pasti juga kan sampai ke hati.
Dan ternyata ada yang lebih utama dari sekedar melibatkan hati, adalah niat karena Allah, karena bukankah apapun yang sudah diniatkan dan disandarkan kepada Rabb Semesta, niscaya akan terpancar pada sikap saat berinteraksi dengan makhluk-Nya?
Sekarang jadi lebih paham, kebaikan sekecil dan sesederhana apapun itu, jika ikhlas karena Allah dan melibatkan hati di dalamnya, ternyata se bisa itu dirasakan oleh orang lain ya :)🤍