Tidak semua manusia merasa senang ketika dihadapkan pada sebuah pilihan. Contoh sederhana saat melangkah menyusuri jalanan menuju suatu tempat. Kita melewati jalan yang lurus tanpa ada halangan apapun namun langkah kita tiba-tiba harus terhenti, bukan karena tersandung kerikil-kerikil kecil tapi karena di depan sana ada persimpangan jalan, ya! Ada perempatan.
Mungkin itu adalah pikiran pertama yang muncul di benak kita. Ingin lurus, berbelok ke kanan atau ke kiri, masih saja ragu untuk memutuskan.
Jangan-jangan kalau lurus, nanti nyasar.
Jangan-jangan kalau belok kiri, nanti jalan buntu.
Jangan-jangan kalau belok kanan, jalannya ditutup karena agenda desa.
Berhentilah berpikiran demikian, putuskan sekarang apa pilihanmu. Dan pastinya harus siap dengan segala risiko atas keputusanmu itu.
Kenapa harus mengambil keputusan sekarang?
Jika kamu tetap berdiri di persimpangan itu tanpa memutuskan ke arah mana kakimu akan melangkah berikutnya, aku rasa kau akan tetap di titik itu-itu saja. Tidak berkembang, tidak segera sampai tujuan.
Aku paham akan ketakutanmu perihal risiko yang akan terjadi. Begini saja, kamu sudah tahu ke mana tujuan langkah kakimu bukan? Jika sudah tahu, tak perlu lagi kau ragu untuk melangkah. Tidak selamanya jalan yang kau pilih haruslah jalan yang lurus, tidak apa jika nanti kau temui jalan berkelok atau mungkin salah jalan. Jika itu terjadi, kau hanya perlu menguatkan tekadmu, terus mencari jalan yang benar menuju tujuanmu, berputar arah jika jalan yang kau tempuh salah, dan tetap melangkah jika kau temui jalan buntu.