Hari ini, gk sengaja nemu orang yang cerita pengalaman pernikahan.
Jadi pengen juga cerita kehidupan pernikahan.
Part : DIAJAK TINGGAL SAMA ORANG TUA SUAMI a.k.a MERTUA
Ketika calon Ibu mertua , memintamu ikut suami dan tinggal bersama mereka.. karna mungkin calon suami anak bungsu atau malah tunggal.
Tanyakan pada calon mertua dengan detail :
1. Apa arti tinggal bersama itu? Dengan detail.
Karena kepolosan dan ketidaktahuanku, arti tinggal bersama mertua versi mertua adalah bukan hanya badan kalian tinggal di sana lalu urusan masing2. Arti versi mertuaku artinya kehidupan rumah tanggaku ikut di bawah kendalinya.
Dia akan ikut mengatur rumah tanggaku dengan dalih menasehati anaknya (yg berarti suamiku).
Dia akan ikut memberi pendapat di urusan rumah tanggaku. Yg harusnya tidak dia lakukan.
Dia akan ikut mengatur anakku, dengan alasan cucunya.
Dia akan ikut bicara ketika aku dan suami berdiskusi dengan dalih aku tinggal di rumahnya.
Dia akan mengomentari barang2ku, kamarku, masakanku. Membandingkan dengan cara dia. Dan suami tidak sadar bahwa kata2 Ibunya menyakiti.
Kamu tidak akan nyaman di rumah. Bahkan jika mertuamu baik.
Kasarnya ku katakan "aku tidak merdeka dalam pernikahan".
2. Tanyakan apakah dapur memasakmu sama dengannya atau berbeda.
Karna urusan dapur ini, hmmm..
Suatu waktu aku ingin memasak versi sendiri, tapi tidak bisa ku lakukan. Serba salah.
Atau ketika bisa, harus menyesuaikan waktunya. Ketika mertua tidak sedang memasak. Lalu jam berapa mertua selesai memasak, jam berapa aku harus mulai memasak. Dan waktuku menjalani kehidupan menyesuaikan orangnya.
Seperti ngekos tp tidak dalam posisi setara.
Apakah tinggal bersama itu maksudnya mertuamu masih bebas keluar masuk kamarmu seperti ketika kamar itu jadi kamar anaknya? Apakah maksudnya barang2mu dianggap seperti barang anaknya yg bisa dia atur2 ?
Karna bisa jadi, maksud tinggal bersama begitu. Itu yang terjadi padaku.
Suami merasa itu wajar. Tp aku merasa itu mengganggu dan suami tidak terganggu.
Dan pertengkaran suami istri yg terjadi padaku sejauh pernikahan ini, akar masalahnya sebagian besar dimulai dari mertua. Urusan dengan mertua.
Begitulah yang terjadi padaku. Dalam tulisan ini, aku masih dalam proses mencari jalan, merenung banyak-banyak. Bukan untuk memilih jalan buruk, tapi untuk membawa kedamaian antar aku sebagai istri dan mertua.
Tahun ini, masih 3 tahun pernikahanku.