Manuel Kornisiuk for DAMAN

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from T1
seen from China
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from India

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Japan

seen from Australia
seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from Sweden
seen from Kazakhstan

seen from Singapore
seen from China
seen from Türkiye
Manuel Kornisiuk for DAMAN
394
Kupikir kami sedikit berbeda, ternyata tidak juga. Kami masihlah perempuan, campuran tidak stabil antara angan-angan tak masuk akal dan emosi yang angin-anginan.
Terbiasa.
Segalanya berganti menjadi kini.
Entah bermulai dari mana, tapi semuanya telah dan akan bermuara.
Seketika menjadi sadar bahwa terkadang diri ini tak lebih dari sekadar simpang.
Sesekali merana dibuatnya, namun kini terbiasa.
Kata orang, "people come and go".
Kita selalu menemukan sosok-sosok yang datang menyapa, lalu dekat, kemudian merenggang, Dan berakhir lenyap.
Kita juga pernah menemukan sosok "the one and only" dalam setiap fase hidup yang terlewati.
Namun pada akhirnya, tergantikan juga.
Semesta selalu memberikan pembelajaran dari waktu ke waktunya.
Awalnya kita memang menentang dengan penuh ketidaksepakatan.
Tapi sekarang, terbiasa jua.
Kali ini,
Apa yang terjadi kini,
Antara mereka dan mereka
Antara dia dan dia
Antara aku dan kamu,
Benar-benar hal yang biasa.
Belajarlah menjadi manusia, belajarlah untuk :
Mengenali rasa cukup
Menerima ketidaksempurnaan
Memahami mana yang bisa diperjuangkan dan mana yang tidak bisa
Mengetahui kapan harus terus maju dan kapan harus berhenti
Menyadari bahwa memenuhi ekspektasi semua orang adalah kemustahilan
:)
Santai, langkah awal memang selalu berat.
Tugasmu hanyalah menemukan orang yang pas, yang cocok, yang sanggup menemanimu melangkah – meruntuhkan tembok ketakutanmu dan membersamaimu dalam jembatan panjang kehidupan – dengan penuh keyakinan. Yakino. Suatu saat pasti akan dipertemukan.
@dimazfakhr
52/365
Jika biasa tak lagi bersahabat bagi kita.
Aku takkan lagi memaksa.
Namun, izinkanlah aku membaca tulisanmu yang selama ini tersimpan rapi dalam draf—ingatanmu.
Sebab nyatanya, dengan membaca tulisanmu saja aku merasa bahagia.
Meski yang tertulis disana,
Tidak semuanya bercerita tentang kita.
Langit tanpa bintang, 21:00
Nggak biasa
Nggak kerasa udah hampir sebulan kita dipaksa berdiam diri, yang biasanya full time bersinergi di luar rumah kini harus dipaksa menyesuaikan diri dengan keadaan rumah.
Biasanya nggak pernah berpikir buat melakukan aktifitas di dalam rumah, sekarang harus rela memikirkan itu supaya tetap punya aktifitas
Ada yang sudah merancang berbagai hal dengan teliti, kini harus dipaksa berhenti.
Hal ini cukup membuat saya sendiri merenung, apakah ada hal yang mesti saya perbaiki lagi sampai-sampai saya diberi waktu yang begitu lama untuk mengistirahatkan diri dari aktifitas biasanya.