(the gem that's barely caught, 2/2) "...aku berharap pada suatu hari nanti, kau akan mendapatkan pengalaman melakukan sesuatu yang tidak kaupahami untuk seseorang yang kaucintai." (p. 89) Drama keluarga yang terlampau rumit untuk dijelaskan oleh cerita sederhana. Thomas Schell menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi 9/11. Dua tahun kemudian, Oskar Schell, sang anak, menemukan sebuah kunci di dalam vas milik ayahnya. Oskar memulai pencarian untuk menemukan lubang kunci yang tepat dengan berkelana mengelilingi kelima sektor New York, terlibat dalam kehidupan teman-teman barunya, lalu perlahan menguak rahasia keluarga yang tersimpan lebih dari puluhan tahun. Kemelut keluarga yang dipenuhi ribuan tanya tak terjawab tentang penyesalan, pengorbanan dan ketakutan akan kehilangan. Semuanya dikisahkan dari 3 sudut pandang berbeda. Pertama, sudut pandang Oskar. Anak laki-laki berusia 9 tahun yang mempertanyakan segala hal. Ia sempat mendengar pesan suara ayahnya dalam detik-detik terakhir sebelum pesawat menabrak gedung. Dan sejak saat itu, yang ia harapkan hanya lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama sang ayah serta keberanian untuk mengungkapkan penyesalannya. Kedua, sudut pandang nenek Oskar dalam bab-bab berjudul "Perasaan-perasaanku." Tersaji dalam larik-larik semacam puisi yang diperuntukkan bagi Oskar. Berkisah tentang masa kecil bersama saudara perempuannya, cinta pertamanya, kehidupan pernikahannya, dan bagaimana ia melepaskan seseorang yang amat dicintainya. Ketiga, sudut pandang kakek Oskar yang juga bernama Thomas. Kisahnya disajikan dalam "Mengapa Aku Tidak Ada di Sana Bersamamu," kumpulan surat dari tahun 1963 hingga 2003 untuk anak laki-laki yang tak pernah ia temui. Surat-surat tentang perasaan yang terkubur dalam-dalam. Mengisahkan tentang keputusannya untuk tidak berbicara, mengapa ia pergi dan mengapa ia kembali pada akhirnya. Semua mengerucut menjadi satu kisah tragis yang memikat sekaligus mengharukan, menyadarkan semua orang bahwa waktu tak akan bisa diputar ulang. --- #mildareads #JonathanSafranFoer #ExtremelyLoudandIncrediblyClose