
seen from Japan

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore

seen from Indonesia
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Türkiye
ttrpg drawings I've done over the last few months
Top left is Khan, my half orc/aasimar barbarian (dnd), npc Cotter and his kids Milly and Billy(dnd)
Bottom left is Heelix Rose my Aasimar Paladin(pf1e), milea @smasher125 pf2e kobold gunslinger
why am i nostalgic over a time where i didn’t even exist?
movie name- Dilan 1990, Dilan 1991, Milea
language- Indonesian
available at- Netflix
my review- i loved the first one, and cried in the other two. did it make me happy? absolutely. will i think about it for a while? a hundred percent.
me: *taking a walk with my dog*
my dog: *happy for about five seconds, does her business, ready to go home*
me: no. let’s keep walking
dog: *stops walking*
me: *further ahead, starts walking towards her dog and home*
dog: *confused*
me: I thought you wanted to go home ...??? *starts walking into the other direction again*
dog: *happily runs with me*
me: *confused, whispers* sometimes I wish you could talk
🏆 This is the Amazing Person Award 🏆 ✨💛 Once you are given this award you are supposed to paste it in the ask of eight different people, who, in your opinion, deserve it. If you break the chain nothing will happen, but it is sweet to know someone thinks you're amazing inside and out 💛✨ As it's award season, it's good to have it reminded once in a while;)))
So glad I’ve got to know you!!
Review Film Milea, Suara dari Dilan
Tanpa rencana nonton, tanpa rencana jalan-jalan, cuma ingin ketemu dan kulineran sekaligus mencari kain untuk pelengkap di hari pernikahan temanku nanti, 15 Februari kemarin aku dan dia pergi ke bioskop. Sebab entah kapan lagi kami punya quality time, beginilah karena kami sama-sama mahasiswa tingkat akhir, jadi curi-curi waktu saja untuk bertemu.
Sempat merencanakan untuk menonton film Milea ini karena kami salah dua yang mengikuti filmnya dari Dilan 1990. Awalnya sih aku di tahun 2014 lalu membaca novel Dilan, dia Dilanku 1990 hasil pinjaman dari teman SMK-ku. Cukup mengesankan karena lucu juga. Bikin ketawa-ketawa sendiri, bikin jatuh cinta padahal fiksi (pikirku dulu). Sampai akhirnya novel Dilan 1991 dihadiahi oleh salah satu guru PPL yang tahu bahwa aku mengoleksi buku, khususon NOVEL. Senang sekali waktu itu, terima kasih Miss Nur Qonaah, may Allah bless u always.
Setelah beres SMK muncullah novel Milea yang katanya dari sudut pandang Dilan. Waw ternyata cerita ini asli, ya. Maybe. Atau mungkin ini strategi pasar saja, idk.
Singkat cerita, setelah masuk dunia kerja, kudengar bahwa novel Dilan akan difilmkan dan cast Dilan adalah Iqbaal ex Coboy Junior, cast Milea adalah Vanesha Prescillla. Agak ragu sih, karena Iqbaal itu keliatannya childish jadi kayaknya nih ya gak akan sesuai ekspektasi kalau ngikutin novelnya. Baiklah, karena ini sudah atas pilihan ayah Pidi Baiq, baiklaaah.. tidak berharap terlalu banyak.
Dilan 1990 tidak nonton di bioskop, tapi dari teman yang mempunyai film tersebut. Mon maap karena dulu sampai dua kali ke bioskop antreannya panjaaaang sekali. Sampai tidak punya waktu lagi untuk menonton. Dan telanjur sudah turun layar.
Dilan 1991 aku dan dia nonton di bioskop. Baper, tapi normal lah bapernya.
Milea, Suara dari Dilan, baper bangeeeet choy. Kenapa? Di awal, dijelaskan bagaimana Dilan akhirnya punya keberanian untuk mendekati Milea (Lia). Dari meminta doa ibu, meminta pendapat teman-temannya, sampai mengikuti cara Remi More yang menggunakan ramalan saat mendekati Lia. Maafkan kalau di post ini mengandung banyak spoiler. Hahaha. Kalau gak suka skip saja tak usah melanjutkan baca oke.
Ok, back. Scene awal itu kebanyakan flashback dari 1990-1991. Sampai akhirnya menceritakan kenapa Dilan melakukan ini, kemudian melakukan itu.
Beberapa part yang sedih adalah ketika Akew meninggal dunia dan Dilan merasa sangat terpukul. Sedangkan Lia yang juga sama kalutnya serta takut kehilangan Dilan malah seolah menyudutkan geng motor. Padahal Dilan sangat membutuhkan Lia untuk menguatkan dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Part kedua adalah saat ayahnya Dilan mau meninggal dunia. Apalagi waktu ayahnya nanya "Lia di mana?" Ya Tuhan, gak paham lagi gimana perasaan Dilan yang masih belum bisa lupa, bahkan tidak akan pernah bisa lupa sama Lia. Hatinya sangat berkecamuk atas segala perasaannya.
Part ketiga saat Dilan di kereta yang akan ke Yogyakarta menuju rumah Budenya. Hatinya bahkan masih ingat Lia. Merindukannya. Sedih banget. Aku kira lelaki itu gampang banget untuk pindah ke lain hati. Atau gampang banget untuk bodo amat gitu. Ya, keliatannya aja tegar, eh ternyata bobrok juga, ya.
Part keempat adalah saat reunian. Gak ngerti itu gimana perasaan mereka berdua saat bertemu. Dalam keadaan Lia udah sama Mas Herdi, tunangannya. Dan Dilan bilang dalam hati bahwa ia udah gak bisa sama Lia lagi. Sumpah ini sedih menurutku.
Part kelima, kayanya di scene sebelumnya deh. Waktu Lia telepon Dilan setelah melayat guru favorit Dilan. Lia mendapat nomor Dilan dari Wati, saudaranya. Lia terlihat ingin flashback. Dilan sebenarnya masih kalut tapi ia lagi-lagi berbohong bahwa ia sudah punya pacar. Keadaannya sudah berbeda sebab Lia juga sudah bersama Mas Herdi.
Banyak part yang sedih, dan rasanya hati kaya diubek-ubek sama film ini. Ngerasain patah hatinya Dilan, penjelasan yang sangat terlambat sekali.
Dalam film ini aku banyak belajar bahwa komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan. Ya, gimana lagi. Hati terkunci oleh masa lalu yang belum selesai. Menikah dalam keadaan hati masih teringat masa lalu yang sangat dicintainya. Sedih memang. Aku aja masih patah hati gara-gara film ini sampai nulis tulisan ini aja harus maju mundur karena harus sesenggukan, menahan tangis, mengelap air mata. Asli, film ini sangat menguras emosi. Di sini kita bisa melihat bahwa lelaki pun saat patah hati bisa hancur sehancur-hancurnya. Sad sekali. Oke baiklah daripada semakin banyak air mata yang kutumpahkan, cukup sekian dan silakan menonton filmnya. Ah, ya, disarankan untuk membawa bekal tisu saat menonton film ini. Terima kasih sudah membaca.
Cimahi, 16 Februari 2020. Selalu rindu.
Wtf?😂😂
Corey: It's cold here.
Mason: Do you wanna wear my jacket? I'll give you my jacket!
Milea: Dingin, ya
Dilan: Kalau aku kasih jaketku, nanti aku sakit. Kalau aku sakit, yang jagain kamu siapa?
Liam: It's cold here.
Theo: Well Liam, I can't fucking control the wheater!
Dari Dilan, para lelaki belajar bahwa wanita hanya ingin kalian baik-baik saja, cukup. Dan dari Milea, para wanita belajar bahwa lelaki tak ingin dikekang, sekian.