Apa yang membuat saya begitu berharap akan tumbuhnya kesadaran diri? Biar saya ceritakan sedikit tentang kejadian dalam perjalanan menuju rumah teman. Hari itu, saya berniat mengembalikan buku kepada teman, karena rumahnya jauh maka saya harus menaiki angkutan umum. Saya menggunakan jasa angkutan umum angkot. Ketika itu keadaan angkot masih kosong, hanya ada saya dan Pak supir. Beberapa menit kemudian ada seorang ibu-ibu yang menghentikan angkot yang saya naiki. Ibu itu duduk di belakang Pak supir, saya di dekat pintu. Saya hanya melihat dan mengamati jalanan. Jalanan sore itu cukup lengang, tak terasa sudah sampai di pasar Citereup. Ibu itu turun di pasar, dan memberikan uang ongkos di dashboard dekat jendela pintu depan angkot. Hanya ada tumpukan uang receh lima ratusan yang tak begitu tinggi. Setelah memberikan uang tersebut ia langsung melenggang pergi. Dilihatlah ongkos itu oleh Pak Supir, ia hanya bisa mendengus melihat tumpukan uang receh itu. Tumpukan yang tak begitu tinggi menandakan tak banyak jumlah uang tersebut. Walau begitu, ia tetap mencari penumpang lagi dengan membesarkan suaranya seperti supir angkot kebanyakan. “Cileungsi Cileungsi Cileungsi,” Ya, hanya itu suara yang keluar. Tapi, bukan suara lantang seperti Supir mencari penumpang. Suara Pak Supir nyaris tak terdengar dari luar. Karena posisi saya di dalam angkot maka saya mendengarnya. Suaranya serak sekali, dan hanya satu kali ia memanggil penumpang. Setelah itu, ia hanya diam dan menunggu penumpang datang. Namun tak ada penumpang yang naik. Ia terlihat sangat lesu, dan langsung menjalankan mobil angkot tanpa bertambahnya penumpang. Melihat Pak supir seperti itu saya sangatlah iba, namun saya pun belum bisa membantu apa-apa. Saya hanya bisa membayar ongkos ‘sesuai tarif’. Maka, kesadaran untuk membayar sesuai tarif itu harusnya dimulai dari siapa? Dari kita. Baik muda ataupun tua, kita harus bisa memulainya. Mari sadarkan diri (terkhusus untuk saya), untuk harapan besar kita kepada Tanah Air tercinta, Indonesia. #millennialsberkarya #mimpimillennialsuntukindonesia #pemudaindonesia @millennialsberkarya @semenindonesia @likaahanif_ @anislstri @pitashaumy












