Let me write again☺ Hari ini kamis, 7 september 2017, semua orang rumah sibuk dengan urusannya masing-masing, sedang si saya masih menunggu lamaran (re: dari perusahaan). Karna hal itu saya diminta untuk pick my brother up to his school. Oke itu tengah siang bolong, secara lagi panas2 nya😂 Oke kujalankanlah tugas dari ibu negara itu, nah si saya tetiba ngidam seblak. Jadi habis ngegojekin dedeku, belok lah saya ke warung seblak yang mulai jadi favorit saya. *Fyi : seblaknya enak banget, trs si ibunya baik banget, bumbunya bisa nyesuain sama lidah kita, and the last is so cheap😁 you can buy it just Rp 3000* Sampailah saya di depan warung seblak itu. Warung seblak ini kira kira tepat di tengah tengah komplek perumahan saya, di belakangnya masih tersisa sawah yang selalu menyejukkan mata di tengah kesesakan jejeran rumah. Saya parkirkan motor di dpn warung. Oh ya, warung ini memiliki halaman dpn yg luas dan terdapat saluran air (selokan) di dpnnya jadi ada semacam kayu sama batu gitu yang disambungkan antar 2 badan saluran air, ya semacam jembatan kecil ya hehe. Oke langsung saja saya menghampiri warung tersebut. Disana ada 2 anak cewe,yang satu keliatan dari bajunya sih anak smp, satu lagi baju bebas dan si ibu warung. Oh sedang ada pembeli, pikirku. Kulihat yang menggoreng seorang anak smp tadi. Teringat aku akan obrolan dgn ibuku tempo hari "Iya yang ngeladangin anaknya. Si ibunya bilang "anak saya juga bisa da." Oh mungkin anak berbaju smp itu anaknya dan yg satu lagi pembelinya. Si ibu warung menyapaku dan menanyankan hendak membeli apa. Kujawab "beli seblak,Bu" "Oh sakedapnya ini masih dimasak" Aku memaklumi,toh memang pembeli itu datang pertama. "Iya,Bu" dengan anggukan kepala. Aku duduk di bangku panjang,tempat biasa duduk. Aku memperhatikan 2 anak perempuan tadi dan sesekali memutar leher ke sebelah kiri melihat sawah nun hijau😊 Selidik, setelah kuperhatikan, kedua anak perempuan ini begitu akrab. Langsung aku berpikir " mungkin temannya anak si ibu warung" aku tak berpikir panjang lagi. "Neng ngadamel sabaraha ?" Tanya si ibu. "Opat." Si anak berbaju smp ini bertanya pada anak 1 lagi. "Opat pan? Dua kamu dua aku" Jujur agak kaget pesennya banyak karena dengan begitu aku masih harus menunggu lagi karna yang kulihat disana ada 4 cup kosong dan yang dimasak kirakira baru 2 atau 1 cup😅 Yasudah memang harus menunggu lebih lama mungkin ya. Setelah 2 cup selesai. Seblak ketiga masih dimasak. Si ibu berkata "Atos? Eta aya nu meser." Kedua anak ini menengok ke arahku, aku tersenyum ke arah mereka, mereka hanya terdiam tak terlalu banyak berekspresi. Di sini aku merasa bingung. "Kok anaknya kurang mewarisi penjual ya, kan ada pembeli lain tapi masih anteng masak buat sendiri hehe" Tapi yasudahlah akhirnya kupikir "ya mungkin memang karena masih smp kali ya" aku tidak mempermasalahkan lagi. Tetiba si ibu menawarkanku untuk masuk ke dalam rumahnya "Neng, kalebet heula atuh." "Eh, engga usah,Bu. Disini aja." Ibunya baik banget kupikir,toh biasanya juga nunggu di luar dan kalo memang antre yaa wajar namanya jual beli☺ Beberapa menit kemudian, datang seorang anak lelaki. Seumuran dua anak tadi. Kupikir mungkin temennya juga. singkat cerita si anak lelaki ini hendak beli seblak juga. Dan dari cara sapaannya, anak ini temennya dua anak cewe tadi karena ucapannya "Bikinin seblaknya" Dan aku merasa akan disalip terlebih karena melihat gelagat anak si ibu warung itu😅. Ternyata dia sadar, ada aku di sana "Engké, antri nya" Si ibu warung keluar lagi. Singkat cerita si anak lelaki ini mengubah pesanannya menjadi makroni goreng dan kawankawannya. Oke setelah itu seblak 2 anak cewe itu selesai dan mereka sedang membeli jajanan lainny di bagian lain warung si ibu. Akhirnya pesananku dibuatkan oleh si ibu. Setelah itu datang beberapa anak yang jajan juga. Lalu, dua anak perempuan tadi dan anak lelaki pergi dari warung begitu pula yang lainnya. Selama proses pembuatan seblakku, si ibu tetiba membuka obrolan. Aku agak lupa si ibu membuka dengan kalimat apa,tapi kurang lebih intinya adalah "iya eta budak sok kadieu, meser, bantu-bantu." Yang terpikirkan olehku adalah cewe berbaju bebas tadi. "Nya neng eta teh budak panti. Sok ngadamel nyalira da dibebaskeun ku ibu mah. Sok da di tempat lain mah bumbu teh asal pas ku anu gaduhna weh atos,teu tiasa dicobian." Dengan gelagapan aku mencoba merespon si ibu dan mencoba mengkonfirmasi ulang tentang dua anak cewe tadi "Iya,muhun,Ibu. Oh eta teh budak panti,Bu ?" "Muhun budak panti. Sok dibebaskeun ku ibu tapi nya sok teu kira-kira. Seblak mung 3000 ari cengek 3-4 sendok" Di sini aku agak bingung dengan kalimat si ibu. Satu sisi itu cengek 3-4 sendok, perut mereka gimana😂 satu sisi mikir kenapa si ibu mempermasalahkan takaran cengek toh sesuai selera pembeli hehe. Entah aku salah dengar atau tidak mengenai cengek itu.. si ibu lanjut bercerita. "Enya néng, kapungkur mah aya nu sok bantu-bantu di dieu budak panti teh. Sok bantu nanaon weh da abi oge mikir-mikir mun aya nu babantu teh nya dipasihan weh gegentosna nya. Enya éta sok dimangpaatkeun nu kitu teh." Aku mencium aroma tak enak dari pembicaraan si ibu. Aku hanya mengangguk memberi isyarat si ibu melanjutkan ceritanya. "Pernah néng, abi rék ditipu." Sontak aku kaget, mengapa menjadi tipu-menipu. "Janten, eta budak teh damel seblak teras ka payun milarian jajanan sanesna. Ari pek pas balik deui ka dieu ngomong "uang abi 5000 naha teu aya tadi disimpen didieu"." si ibu menunjuk dekat etalase seblak. "Oh kitu,Bu ?" "Muhun,néng. Nya atuh da ti dieu ka ditu téh teu sapira jauhna. Paling ogé nyécér nya di dieu dieu kénéh, tapi da teu aya. " Aku mulai mengerti pembicaraan si ibu. "Muhun,Bu. Pasti kedahna mah aya kénéh di dieu." "Nya kitu néng ai dipercanten téh tong sok mangpaatkeun kitu." Setelah itu si ibu bercerita kalau anak yang sering bantu-bantu itu dipecat dari panti nya karena memang anak tersebut bermasalah. Aku mengangguk mengerti akan ceritanya. Seblak ku pun selesai dan aku berpamitan pada si ibu. Yap, I think it is kind of valuable story. Moral value yang bisa kita ambil dari cerita ibu ini adalah "Jangan pernah menyalahi kepercayaan yang orang lain berikan pada kita." Sesuai yang pernah kutulis "kepercayaan dari orang lain adalah sebuah anugerah untuk kita😊 " Semoga tulisan ini bermanfaat😊