. . Jadikanlah malu, sebaik-baik mahkota. . . Jika tak punya rasa malu, berbuatlah sesukamu . . “Iman memiliki lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang. Cabang yang paling tinggi adalah perkataan ‘Lâ ilâha illallâh,’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (gangguan) dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang Iman.” HR. Muslim . . Dari Abu Mas’ûd ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshârî al-Badri radhiyallâhu ‘anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya salah satu perkara yang telah diketahui oleh manusia dari kalimat kenabian terdahulu adalah, ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’” HR. Bukhori. . . Malu apabila menyimpang dari syariat. . Malu apabila aurat terlihat. . Malu apabila pandangan tidak terjaga. . Malu yang bukan karena manusia, tapi karna Allah melihat kita. Itulah yg dinamakan IHSAN. Saat kita beribadah, engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau”. HR. Muslim . . Malu, itulah yg membuahkan 'iffah (menjaga kehormatan). . Malu itu sebagian dari iman. Apabila kadar malu sudah tak ada, maka perlu perhatikan bagaimana iman kita . Semangat berproses, khususnya wanita muslimah. Dan, biarlah malu itu sebaik-baik perhiasan mahkota kita. Memang tak tampak, tapi itulah satu wujud iman. Memang mungkin terlihat sederhana, tapi padahal itu bukan hal yg sederhana. Bukti nya sekarang banyak wanita yg sudah tak punya rasa malu. Rasa malu telah tergadaikan. . Kita perbaiki kadar malu kita. Berarti kita perbaiki iman kita. . . #muslimahdiary #tentang malu #malu (di Gemolong raya)