Kepada Diriku di Masa Depan
Halo, diriku di masa depan,
Suatu hari tulisan ini akan tenggelam dengan sendirinya, entah akan tenggelam oleh waktu, tenggelam oleh ribuan tulisan yang lainnya, atau tenggelam karena memang aku sudah tidak lagi disini.
Namun aku yakin, dua, lima, bahkan sepuluh tahun kedepan aku akan kembali membaca ini dalam keadaan yang tentunya akan sangat berbeda.
Kurasa ini akan menjadi tulisan yang sangat panjang untukmu, karena aku benar-benar penasaran bagaimana dan seperti apa seorang aku yang akan menjadi kamu di masa depan?
Bagaimana keadaanmu? Aku selalu berharap kamu baik tanpa ada hal yang kamu sembunyikan.
Mungkin kamu akan mengingat ketika aku sedang menulis ini, hahah iya sudah banyak yang aku lewati, hanya kamu dan aku yang tahu rasanya bukan?
Apa kamu masih menjadi pemikir dengan penuh perasaan didalamnya? Masihkah kamu menghindari keramaian? Masihkah kamu terlarut dalam duniamu? Ahahah akan kutebak jawabannya pasti, iya.
Iya kamu tidak akan pernah berubah, ku rasa. Kamu tetap jadi kamu, seseorang yang selalu ingin tahu segala hal, seseorang yang cukup misterius dan bisa mengejutkan orang disekitarnya, yang selalu nyaman dengan apa yang kamu ingin lakukan, yang tidak pernah bosan dengan apa yang kamu suka, yang selalu ingin berusaha meraih sesuatu yang diinginkan tanpa perlu bantuan orang lain.
Hey apa kamu masih kekanak-kanakan? aku rasa iya sih, walaupun sudah dewasa tapi sepertinya jiwa mu tidak bisa lepas dari kekanak-kanakan, namun aku yakin kamu lebih baik sekarang.
Hari ini sedang memikirkan apa?
Aku harap ketika kamu membaca ini kamu tenang tanpa sedang memikirkan apa-apa walaupun rasanya mustahil hahahaha, apa kamu masih mentertawakan banyak hal? apa kamu masih suka menulis diari? bagaimana blog yang kamu urus apa masih berjalan?
Sepertinya kamu seperti biasa sedang kelelahan, tapi banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu
Apa kesibukanmu sekarang? Apa kamu sudah mendapat pekerjaan? Apa pekerjaamu? apa kamu sedang part-time? apa kamu sudah menjadi wanita karir yang bekerja di kantoran dengan kesibukan setiap hari nya? atau kamu belum sampai pada tahap itu?
Kalau pada saat kamu membaca ini ketika kamu sudah menggapai apa yang kamu inginkan, ketika kamu sudah menjadi wanita karir, ketika kamu sudah benar-benar menjadi orang sibuk, kamu harus ingat ketika aku sedang menulis ini, aku benar-benar ingin berada di titik yang sudah kamu capai itu sekarang, aku bangga padamu, bangga sekali. Kamu hebat usahamu bahkan tidak sia-sia walaupun aku tahu apa yang menjadi tanggung jawabmu saat ini sepertinya cukup berat.
Waaaaaaaaaaaah aku berandai andai dengan apa yang kamu rasakan jika benar kamu di titik itu, bagaimana rasanya? cepat katakan aku ingin tahu rasanya berada di puncak sana yang masih ku coba untuk ku daki!
Apa kamu sudah menjelajahi dunia? Bagaimana rasanya? pasti seru kan? sudah berkeliling menuju negara-negara lain yang ingin kamu tuju, coba katakan apakah itu Jepang? Switzerland? Amerika? Inggris? Ah keren!
Kalaupun memang belum sampai sana, kamu harus ingat bahwa aku selalu yakin kamu akan sampai pada titik itu. Berusaha dan berdoa adalah jalannya, namun keyakinan adalah kuncinya. Mungkin usahamu belum keras, mungkin tinggal sedikit lagi, kamu tidak akan menyia-nyiakan waktu kan?
Aku tahu kamu selalu tenggelam dalam pikiran, tapi ingat hal itu tidak akan kekal, akan selalu ada hal baik setelahnya, kamu selalu percaya itu.Selalu bersyukur apa yang sedang kamu punya, yang sedang kamu lakukan sekarang okay?
Oh iya aku selalu menyukai semangatmu, ketika kamu berlarut-larut hingga malam mengerjakan ini itu dalam satu hari penuh hingga lupa sama dirimu sendiri untuk makan , aku selalu suka ketika kamu terlihat lelah , banyak mengeluh, ingin menyendiri dan merasa dunia tidak pernah berpihak padamu, intinya aku selalu menyukai dimana kamu tetap berjalan dan mau berusaha.
Bagaimana tentang jatuh-cinta? Kepada siapa kamu relakan hatimu terjatuh? kepada siapa kamu berlabuh?
lelah ya terjatuh terus? tapi aku yakin akan ada orang yang mampu bertahan untuk menerima versi apapun yang kamu punya
Siapa yang sedang mendampingimu sekarang? HAHAHAHAH pertanyaan macam apa ini? aku yakin kamu akan tersenyum sendiri, tapi aku harap siapapun orangnya adalah orang yang benar-benar terbaik dan terakhir untukmu dan tidak menyia-nyiakan senyummu itu ya? dan semoga orang yang sedang aku pikirkan adalah orangnya, bahkan bisa jadi orang yang aku harapkan adalah orang yang membaca ini selain aku? HAHAHAHAAHAH
ah pasti kamu sangat sangat memperjuangkan orang itu ya hmmmmmmmmmmmmmm pasti itu :)) tapi itu tidak salah kok, aku senang melihatmu bahagia ketika kamu sudah percaya pada seseorang.
Aku tahu, kamu tidak mudah mempercayai orang, bahkan pada orang yang terdekat sekalipun tidak tahu masalah batin apa yang sedang kamu alami tapi siapapun orangnya kamu harus jujur pada dia apapun itu, anggap dia adalah buku harian yang selalu kamu tulis setiap harinya. kamu paham kan?
Kamu mungkin masih senang bersembunyi, tapi kamu juga tahu manusia tidak bisa hidup sendiri kan? jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.
Kamu senang berbagi hal positif pada sekitarmu, berusaha menenangkan orang lain ketika hatimu saja bahkan sedang berperang dalam pikiranmu. Kurangi hal itu, itu tidak baik.
Akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu di dunia ini, menganggap bahwa kamu lemah dan tidak ada apa apanya, juga selalu dibandingkan, tapi tidak perlu di tanggapi, perlihatkan pada mereka versi dirimu yang terbaik.
Aku harap kamu tidak lupa untuk terus berpegang pada prinsip selalu bahagiakan dan buatlah bangga orang-orang yang berada untuk kamu disaat kamu jatuh atau kamu berada di atas.
Aku tahu aku yang menjadi kamu di beberapa tahun kedepan akan menjadi wanita terkuat dari sebelumnya.
Aku tahu dan aku sangat yakin kamu akan bahagia, selalu bahagia,
Terima kasih pernah menjadi bagian dari diriku,
dan terima kasih sudah berjuang untuk membangun diriku menjadi lebih baik.
Semoga aku tidak lupa bahwa aku pernah menulis ini.
dari aku,
ainellin, 20 tahun.
- I’m so proud of you. Really.











