#BEATNCDs
Langit teduh siang itu mengawal perjalanan saya menuju depok untuk menghadiri sebuah kesempatan bertemu, mendengar, berdiskusi, dan belajar dari orang-orang baru mengenai hal-hal yang mungkin sebenarnya tidak baru, tapi terasa baru. Saya kali ini berkesempatan mengikuti acara “NCD Boothcamp”. Acara ini bertujuan untuk membangun suatu kesadaran tentang tingginya masalah penyakit tidak menular (Non Communicable Disease / NCD), dan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengendalikan masalah NCD.
NCDFree adalah global sosial start up yang konsern pada pengendalian NCD, saat ini NCDFree sedang mengembangkan gerakannya ke beberapa negara baru, dimana salah satunya adalah Indonesia. Bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), Universitas Indonesia sebagai tuan Rumah, NCD Boothcamp dapat dilaksanakan pada 12 – 13 Januari 2018, di Auditorium Gedung Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.
Terdapat 13 pembicara dengan latar belakang yang berbeda, yang masing-masing memberikan insight dan pemahaman baru kepada kami para peserta. Saya paling tertarik dengan pesan yang disampaikan oleh Dr. Fred Hersch, seorang dokter dan teknologist yang saat ini bermukim di Bangladesh dan mengembangkan teknologi kesehatan disana. Ia mengatakan “Mulailah sesuatu dari Nol”. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dengan latar belakang yang berbeda. Jika kita berkumpul untuk menyelesaikan suatu masalah, maka semua harus datang dengan pikiran kosong, tanpa asumsi, tanpa kepentingan, sehingga kita dapat saling menerima masukan, bersintesis, dan menemukan solusinya. Dan agar dapat menemukan solusi, kita harus benar-benar mengetahui apa masalahnya, dengan menumbuhkan empati, berdiri menggunakan sepatu yang digunakan orang dengan masalah tersebut.
Selain Dr. Fred Hersh, terdapat juga beberapa pembicara lain, diantaranya adalah dosen-dosen saya saat kuliah dulu, yaitu Ibu Dessie Wanda, Ibu Herni Susanti, dan Pak Agus Setiawan yang saat ini menjadi dekan FIK UI. Tergelitik saat ibu Herni Susanti menyampaikan terkait masalah kesehatan mental sebagai salah satu masalah NCD. Beliau mengatakan ada beragam masalah kesehatan mental dari yang ringan sampai yang berat, dan salah satunya adalah perasaan cemas. Masalah kesehatan mental mungkin tidak secara langsung menimbulkan kematian seperti masalah NCD lainnya, namun masalah kesehatan mental bisa mendatangkan ketidakproduktifan pada penderitanya. Masalah Kesehatan mental bisa merugikan negara lebih dari masalah sakit secara fisik, dengan presentase kejadian yang lebih tinggi karena masalah ini bisa menyerang orang dengan fisik yang sehat, maupun fisik yang sakit.
Selain materi yang disampaikan oleh pembicara, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi di dalam kelompok untuk membahas suatu masalah dan membuat suatu kampanye untuk mengurai masalah tersebut. Kampanye yang berhasil menarik hati para juri adalah #GoGrow. Kelompok ini mengkampanyekan mengenai perubahan iklim untuk mempertahankan ketahanan pangan yang sehat. Sebagai salah satu acara yang mengusung pengendalian masalah NCD, maka kebutuhan konsumsi para peserta disajikan dengan makanan sehat dari “Burgreens”, salah satu penyedia makanan sehat yang memiliki tagline “I taste so naughty but am actually healthy”. Sekali-kalinya ini, di NCD Boothcamp, saya seharian bisa makan makanan serba sayur dan buah, dengan taste yang cukup unik untuk lidah saya hihihi.
Akhir kata masalah NCD merupakan masalah lintas sektor, tidak hanya sektor kesehatan. Masalah ini membutuhkan partisipasi semua orang dari beragam latar belakang. Pemerintah, tim kesehatan, pendidik, teknologist, pengusaha, dan pihak lainnya yang harus bisa bekerja sama menyatukan misi mengendalikan masalah NCD. Sayapun semakin merasa optimis. Ya.. optimis karena meskipun semakin banyak berita tentang kurangnya negeri ini, ternyata semakin banyak pula orang dengan membawa ide-ide yang cemerlang, dengan gerakan-gerakan sederhana yang membangun. Semoga semua orang keren di Indonesia bisa bersatu mengurangai masalah NCD secara khusus, dan menyejahterakan masyarakat Indonesia secara umum.





