Berdampingan dengan Autoimun
Autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang tubuhnya sendiri.
Normalnya, sistem imun manusia bertugas melawan infeksi virus, bakteri dan benda asing lainnya.
Namun pada penderita Autoimun, sistem kekebalan tubuh melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing, sehingga antibodi menyerang sel-sel sehat tersebut.
(sumber: https://www.alodokter.com/penyakit-autoimun)
Kenapa sih kok tiba-tiba bicara soal Autoimun?
Saya juga bingung.. kenapa tiba-tiba ada kosakata ‘Autoimun’ muncul di kehidupan saya.
Bermula dari bulan lalu saya off dari aktivitas sehari-hari selama + 3 minggu.
Semuanya serba tiba-tiba..
Pada saat itu di siang harinya saya masih beraktivitas seperti biasa.. berangkat kerja, makan siang, belanja keperluan yang stoknya sudah habis..
kemudian sesampainya di rumah sehabis mandi tiba-tiba badan meriang, sakit kepala hebat dan berujung demam.
Memang sih di hari itu saya telat makan siang, saya makan dalam kondisi sudah lemas dan sakit kepala.
Setelah makan sakit kepala saya bukannya berkurang, malah semakin berkepanjangan.
Sejak hari itu, saya demam terus-menerus.. Demam yang jauh lebih lama dibandingkan saat saya positif Covid-19.
Ketika Covid saya merasakan demam hanya selama 5 hari, kali ini saya masih demam naik turun + 13 hari.
Satu minggu pertama saya hanya rawat jalan di rumah, mengandalkan pengobatan dari Faskes 1.
Karena tidak ada perbaikan selama satu minggu, di hari ke-8 saya memutuskan untuk ke IGD karena masih saja merasakan demam tinggi.
Sesampainya di RS, dilakukan pemeriksaan ulang semuanya. Tes darah, rontgen, antigen, tes urin.. semua hasilnya bagus, tidak bisa dilakukan penegakan diagnosis oleh Dokter.
Kemudian tercetuslah kata "Autoimun" dari Dokter karena kondisi demam saya yang sifatnya sudah abnormal..
Apakah mungkin Autoimun penyebabnya?
Saya pun disarankan tes darah ulang keesokan harinya untuk mengecek apakah ada peradangan di dalam tubuh.
Singkat cerita, hasil tes menunjukkan memang ada peradangan dan angkanya cukup tinggi.
Menurut Dokter, ini lah yang menyebabkan saya demam terus-menerus.
Kecurigaan Dokter semakin mengarah ke Autoimun juga disebabkan munculnya ruam-ruam merah yang merata di sekujur tubuh saya.
Dari hasil tes tersebut mulailah saya diberikan obat anti radang dan kondisi saya sedikit demi sedikit membaik.
Tes darah terakhir sebenarnya masih belum menjawab penyebab adanya peradangan, tetapi untuk sementara pemberian obat yang tepat sudah membantu saya untuk kembali pulih.
Dokter kemudian menyarankan untuk dilakukan tes lanjutan untuk memastikan apa yang menjadi penyebab peradangan di dalam tubuh saya.. juga untuk menjawab hipotesis Dokter bahwa benarkah gejala yang saya alami disebabkan oleh Autoimun?
Pertama kali saya mendengar Dokter mengucapkan kemungkinan ‘Autoimun’, saya benar-benar shock karena sama sekali tidak menyangka akan mengalami kondisi itu.
Saya pikir saya sakit yaa seperti layaknya sakit pada umumnya, yang sering terjadi pada orang-orang seperti tifus atau demam berdarah yang pada saat itu juga sedang musim sakit DB.
Sama sekali tidak terpikirkan sekalipun dalam hidup saya tentang ‘Autoimun’..
Perasaan yang muncul pada saat itu kacau balau, langsung overthinking kalau parah bagaimana.. kalau saya hanya sebentar lagi hidup di dunia, lalu anak saya bagaimana..
Banyak hal langsung berkelebat di pikiran saya..
Feeling down? Pasti.. Overthinking? Ya..
Tetapi memang lebih baik semuanya dipastikan agar ke depannya saya bisa melakukan hal yang tepat.. untuk menjaga diri tentunya.
Saya pun menyetujui saran Dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, sembari hanya bisa pasrah, berdoa dan berharap kalau asumsi Dokter salah.
Dilakukanlah tes ANA Profile untuk mengecek antibodi di dalam tubuh.
Hasilnya? Alhamdulillah yang paling dikhawatirkan oleh Dokter hasilnya negatif, yakni Lupus atau SLE.. Namun terdapat hasil yang masih diragukan di jenis Autoimun lainnya, yakni Sklerosis Sistemik.
Karena pada saat itu saya sudah membaik dan tidak muncul demam lagi, saya diperbolehkan untuk rawat jalan namun tetap harus beristirahat terlebih dahulu di rumah selama satu minggu.
Di akhir minggu pemulihan saya di rumah, saya kembali kontrol Dokter.
Pada saat kontrol, Dokter menyarankan saya untuk melakukan pemeriksaan spesifik dari hasil pemeriksaan yang terakhir.
Tujuan pemeriksaan selanjutnya adalah untuk memastikan kondisi saya, karena hingga saat ini kondisi pulih yang saya alami masih 'ditenangkan' oleh obat.
Saya mengikuti saran Dokter dan diminta untuk kembali kontrol seminggu kemudian.
Singkat cerita, saya melakukan tes untuk memastikan apakah saya mengidap Sklerosis Sistemik atau tidak, dan hasil yang muncul adalah positif namun ringan.
Sungguh tidak terduga..
Yang patut disyukuri adalah yang saya alami tidak parah, masih ringan, juga bukan SLE..
Menurut Dokter apabila parah maka perawatannya sampai memerlukan alat-alat untuk membantu tubuh tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Yang saya alami bisa diatasi dengan pengobatan rutin atau ke depannya tidak membutuhkan obat sama sekali.
Tetapi dengan kondisi baru ini, saya jadi harus rutin kontrol Dokter untuk memastikan kondisi saya tetap terjaga dengan baik.
Seperti orang-orang tua yang sudah tidak berdaya.. padahal saya masih muda dan kondisi fisik saya termasuk bugar selama ini, tetap saja memang hidup tidak pernah ada yang tahu akan berjalan seperti apa :)
Begitulah.. saya hanya ingin sekedar sharing, juga menumpahkan keresahan saya atas situasi kondisi yang masih asing buat saya namun yess life must go on.
Benar kata Dokter, setidaknya ada hal yang patut disyukuri dari segala hal yang terjadi.
Dan manusia memang hanya bisa berjuang mengupayakan yang terbaik untuk hidupnya.
Hingga nanti sampai di ujung perjalanan kehidupannya.. yang entah seperti apa.
Lastly, satu hal yang pasti ingin saya sampaikan dengan adanya kondisi baru ini..
Saya masih merupakan pribadi yang sama, tidak perlu untuk dikasihani karena kondisi ini tidak membatasi saya untuk beraktivitas seperti biasanya.
Hanya saja sekarang ada yang perlu dijaga dan diperhatikan.
Dear Autoimmune, I've accepted you..
Be easy on me yaa
Let's be friend :)