Sedikit Kebingungan
Setelah 2 tahun lulus kuliah dan masih belum mendapatkan pekerjaan sering mendapat pertanyaan seperti :
“Loh, masih di rumah aja masih belum dapet kerjaan juga?”
Pertanyaan itu muncul dari saudara, tetangga atau teman. Mungkin mereka bertanya hanya sekedar basa basi atau agar ada topik pembicaraan saja. Lalu bingungnya dimana? Kan tinggal jawab aja sesuai kenyataan. Simpel. Jadi begini... Kebingungannya terletak di setiap intonasi jawaban yang aku berikan. Bagaimana tidak bingung saat aku menjawab :
“Iya nih, belum dapat hehe.” menggunakan intonasi bicara cukup ramah.
Lalu jawaban mereka :
“Iyalah masih bisa haha hehe orang tuanya kan masih bisa nyukupin segala kebutuhannya jadi masih belum kepikiran paitnya hidup dijaman sekarang kaya gimana.” niat yang ngobrol mungkin bisik-bisik tapi Alhamdulillah bisa sampai ke telingaku HEHE.
Respon ke 2 dipertanyaan yang sama :
“Iya, masih belum dapat.” menggunakan intonasi bicara sedikit sendu dan putus asa.
Kemudian jawaban mereka :
“Udahlah mending ga usah nanya lagi ke dia. Kasian keliatannya putus asa banget ntar malah ga mau ngomong sama kita, ga mau makan, ngurung diri.” Lagi dan lagi mendarat di telinga. Alhamdulillah..
Jawaban terahir masih dipertanyaan yang sama :
“Iya.” menggunakan intonasi bicara lempeng aja sambil tersenyum tipis.
Tanggapan mereka :
“Astaga. Udah mah nganggur, jutek pula pantes aja belum dapet kerjaan.”
Saudara-saudaraku yang aku cintai dan aku banggakan.. Sebenarnya jawaban seperti apa yang harus aku lontarkan? Intonasi apa yang seharusnya aku gunakan? Alih-alih bereaksi seperti itu tidak adakah dipikiran kalian untuk memberikan pekerjaan kepada si pengangguran ini? Memangnya siapa yang mau menganggur dengan durasi yang cukup lama seperti ini? Anak-anaknya konglomerat saja sebagian besar ingin berdiri di atas kakinya sendiri loh wahai saudara-saudaraku :)))
Juni, 2021













