Istri konsul. Nh dini. Grasindo. Segel. Rp.20.000 #nhdini https://www.instagram.com/p/ChBjmYpv6UL/?igshid=NGJjMDIxMWI=
seen from United States
seen from United States
seen from Spain

seen from Saudi Arabia
seen from Netherlands

seen from Bosnia & Herzegovina
seen from Israel

seen from Israel

seen from Costa Rica

seen from United States

seen from Philippines
seen from Indonesia

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from Thailand

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from South Africa
Istri konsul. Nh dini. Grasindo. Segel. Rp.20.000 #nhdini https://www.instagram.com/p/ChBjmYpv6UL/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Baru saja selesai baca buku #nhdini #padasebuahkapal lewat aplikasi @ipusnas.id (btw fotonya nyomot yak, soalnya di aplikasi itu ga bisa screen capture sama sekali 😅). ° Di pelajaran bahasa Indonesia zaman SMA beberapa tahun lalu (biar ga ketahuan tuanya😂), nama beliau sering sekali disebut; dan novel ini selalu disertakan dalam profilnya sebagai karya yang populer. Udah lama pengen beli bukunya; tapi namanya pengangguran terstruktur, terencana, dan sistematis jadi adaaaa aja pengeluaran yang 'lebih penting' dari buku.. 😅 ° Apa yang membuatnya begitu istimewa? Di buku ini, Nh. Dini sudah berbicara tentang hak2 #perempuan sebagai #istri sekaligus #ibu . Di masa tersebut (dekade 70-an) belum banyak orang2 yang 'ngeh' soal perempuan--bahkan hingga hari ini, persoalan perempuan hanya sebatas 'subjek' dalam kehidupan #patriarki masyarakat Indonesia. Terlepas dari beberapa bagian novel yang 'frontal', menurut saya beliau telah berani mengungkapkan apa yang hari ini selalu dianggap 'tabu' untuk diperbincangkan; bahwa perempuan (istri atau ibu) juga memiliki hak untuk memilih apa yang diinginkan, sempitnya pemahaman soal simbol 'perawan' bagi wanita, atau rasa 'nyaman' yang hadir ketika perempuan (dan laki2) secara agama dan negara telah terikat dalam sebuah komitmen. Pada akhirnya, semua putusan tersebut ada di tangan perempuan, karena perempuan juga berhak untuk memilih.. ° ° #referensibuku #referensinovel #marimembaca #marimembacabuku #novel #novelindonesia #novelinspirasi #pecintanovel #tokohinspiratif https://www.instagram.com/p/CCpqf7Zp8Lj/?igshid=throsune1rdu
KEBERANGKATAN (1975) - NH. Dini
Saya baru membaca novel ini tahun 2020, 45 tahun lalu karya ini dibuat namun isinya masih sangat relevan dengan era sekarang. Pola pikir penulis sangat progresif. Dan hal itu merupakan satu alasan mengapa saya suka membaca novel-novel karya NH. Dini. Saya pribadi akan menyukai bacaan yang memiliki nilai-nilai kehidupan tidak melulu cerita cinta yang berakhir di perkawinan. Sangat konyol rasanya membaca cerita-cerita seperti itu. Seolah-olah hidup adalah tentang membawa kita ke pernikahan, dan kemudian cerita selesai. Novel semacam itu tentu tidak akan pernah saya baca.
Bahan bacaan yang dalam artian terbitan lama namun jika saya belum sekalipun pernah membaca maka akan saya katakan itu bacaan baru. Bacaan baru untuk nalar saya, makanan untuk pikiran serta kekayaan pengetahuaan untuk saya. Saya tidak akan malu dikatakan “telat baca”, saya akan bangga mengatakan lebih baik saya telat untuk memulai daripada tidak pernah memulai atau bahkan malu hanya untuk mengakui. Rasa-rasanya tidak ada ilmu yang basi menurut saya, karena pola pikir yang ingin selalu belajar akan selalu haus akan tambahan pengetahuan baru, Saya bukan orang picik yang mengatakan bahwa novel tidak memberi ilmu. Hanya orang yang berpikiran sempit dan picik yang mengatakan sebuah noval adalah pepesan kosong. Tentu novel yang kita pilih juga mesti memiliki nilai di dalamnya bukan asal baca novel.
Dari novel keberangkatan ini saya mendapatkan lima hal yang sangat mengagumkan, kenapa ? karena lima hal ini muncul dalam satu novel yang ditulisnya 45 tahun silam. Hal ini mungkin akan tampak biasa jika ditulis di era sekarang, namun jika ditulis di era dulu rasanya sangat mengagumkan karena pikiran penulis tentu maju dan memandang keberagaman sudah sedari dulu. Pertama tentang ketuhanan semua manusia.
Semua manusia adalah makhluk Tuhan, semua negri adalah bumi Tuhan.
Itu adalah salah satu kutipan dalam novel ini. Di era sekarang yang semuanya berkata bahwa Tuhan agama ini yang benar, Tuhan agama itu yang paling benar, Tuhan agama sana salah, Tuhan agama itu tidak benar. Sering kita mendengarnya seolah-olah setiap orang paling mengenal Tuhan dan agamanya lah yang paling benar, seakan akan ingin memonopoli bahwa negri ini adalah milik Tuhan ini dan agama ini misalnya. Rasanya sangat egois, padahal jelas-jelas untuk negara kita memiliki semboyan ‘Bhineka Tunggal Ika” yang hampir 12 tahun diajarkan pada mata pelajaran kewarganegaraan. Namun sangat disayangkan makhluk dewasa sekarang ntah tak berakal atau karena buta pengetahuan dengan anarkis mengatakan agamanya paling benar. Tuhan adalah ada di setiap hati manusia, dan setiap manusia bebas dengan cinta kasihnya pada Tuhan dengan beraneka ekspresi. Dalam novel ini dijelaskan betapa indahnya toleransi, ajaran untuk saling menghargai. Mudah saja berkata, tetapi prakteknya memang tak mudah. Namun itu bukan alasan untuk tidak melakukan toleransi, satu sebagai individu yang menginginkan kebebasan sudah tentu kita harus juga menghargai kebebasan orang lain, terlebih tentang kepemilikan Tuhan.
Kedua tentang ajakan untuk selalu melihat kearah sekarang dan kedepan karena masa lalu telah lewat.
Mengapa mesti memikirkan masa lampau kita. Masa lampau hanya baik buat diingat sekali-sekali. Jika itu merupakan sesuatu yang menyenangkan. Tetapi jangan sampai menjadikan tekanan beban jika itu berupa sesuatu yang mengesalkan.
Dikutipan lain NH. Dini menuliskan tentang sesekali untuk bersikap sepontan.
Ada kalanya orang lebih baik tidak berpikir panjang dan membiarkan dirinya terbawa oleh nalurinya tanpa mengetahui kemana arahnya.
Sesekali memiliki sikap lena tentu boleh, hal tersebut hanya guna selingan dalam hiruk pikuk yang serba terukur dan terencana. Bukankah sesekali berada pada luar rencana malah akan mengasah kekritisan kita untuk hal lain.
Ketiga tentang paham partiarki, secara tidak sadar kita mungkin adalah pelaku sekaligus korban dari budaya ini. Budaya yang selalu mengagungkan lelaki dan menomor belakangkan nilai seorang perempuan. Seakan akan jika laki-laki itu berharga maka perempuan adalah sampah. Paham partiarki yang masih ada sampai saat ini adalah bentuk kemunduran mental dan pola pikir yang sangat kuno. Kelamin bukanlah kehendak bebas manusia karena merupakan hak mutlak Tuhan sang maha pencipta. Namun manusia dengan pongahnya mengkotak-kotakan bahwa laki-laki adalah terbaik, maka perempuan adalah terburuk. Padahal baik laki-laki dan perempuan memiliki nilai setara dimata Tuhan, sehingga paham budaya dan adat partiarki sudah semestinya lenyap. NH. Dini dalam novel ini menyororti kedalaman pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Jika laki-laki bebas memilih maka perempuan hanya boleh dipilih dan tak dapat memilih, ini adalah aturan budaya yang salah kaprah.
Agama islam mengijinkan laki-laki berharta mempunyai empat istri. Tetapi agama tidak mengijinkan lelaki tidur dengan wanita yang bukan istrinya. Baru setelah terpaksa mereka mengawini perempuan-perempuan itu atau kalau perempuan itu mereka sukai unutk sementara. Sampai pada suatu ketika, jika bosan dicerai cari lainnya.
...sayang wanita tidak dapat berbuat sama.
Sungguh miris rasanya hal itu pun masih terjadi sampai saat ini. Praktek praktek demikian masih sering kita jumpai dikehidupan sekarang. Perempuan yang terlalu bodoh mengikuti semua kemauan laki-laki termasuk memperbudak dan lantas dibuang ketika sudah tidak ada minat, sperti barang. Perempuan juga semestinya menghargai diri nya sebagai bentuk penghormatan paling tidak pada diri sendiri. Untuk laki-laki pun harusnya tidak berpikir picik tentang kenikmatan sementara namun merugikan manusia lain. Novel ini membuat saya terbakar secara naluri karena nilai yang diperjuangkan NH. Dini pun sampai hari ini masih terus digaungkan karena masih banyak praktek penindasan kemudian poligami.
Ajaran yang keempat tentang bertahan hidup, sebuah ajaran yang sederhana namun akan kita sadari kebenarannya. Berikut kutipannya :
Untuk mati, orang tidak memerlukan kepandaian maupun bakat yang istimewa. Siapa pun dapat mati sewaktu-waktu, dengan cara yang dikehendaki atau dipilihnya. Sebaliknya, untuk hidup orang memerlukan keberanian, kecakapan yang kadang-kadang luar biasa. Setiap hari banyak orang yang mati dengan mudah tanpa usaha atau daya upaya, tetapi setiap hari berjuta-juta orang berjuang dengan susah payah untuk hidup.
Nilai yang terkahir dari novel ini adalah tujuan hidup tidak selalu hanya soal perkawinan.
Perkawinan bukan satu-satunya tujuan dalam hidup. Masing-masing kita wajib mencari pengisian yang sesuai dan sepadan guna mengimbangi kebutuhan jiwa. Oleh karenanya cerita manusia tidak berakhir hanya pada perkawinan.
Novel ini sangat kaya akan nilai-nilai dan ajaran yang sangat progresif. Terima dengan nalar kritis maka kita akan menemukan sebuah kekayaan baru di pikiran kita. Saya pribadi sangat menyukai pemaparan dalam novel ini, novel adalah salah satu media pengantar kekayaan pola pikir penulis dengan lakon cerita didalamnya. Ceritanya sendiri pun adalah unik tentang laku hidup tokoh dengan kekayaan pikiran yang sedemikian membuat pembaca akan semakin bertambah pengetahuannya. Jika kita mengijinkan sebuah bacaan mempengaruhi kita, pastikan apa yang kita baca akan semakin mambawa kita dalam kekayaan pikiran yang semakin terbuka bukan malah sebaliknya, membawa pikiran kita kepojok sempit dan picik. Bijaklah memilih novel yang ingin Anda baca. Dan saya rekomendasikan novel ini untuk para penggiat nalar kritis, pola pikir terbuka, paham kebebasan dalam kemanusiaan bacalah novel ini untuk menambah wawasan.
Disemua bab kehidupan memang harus ada yang memulai.
(Dari novel “Pondok Baca Kembali Ke Semarang” karya NH. Dini)
°goresan perjalanan hati Dini° Bagaimana sebuah karya sastra memberikan pengaruh pada kehidupan? Mungkin bkn sekedar apa saja yang dituliskan namun apa yang disampaikan itu benar sampai di hati. Sejak SMP, ketika tugas Bhs. Indonesia mengharuskan saya mengerjakan resensi buku, karya bu Dini sdh jd kecintaan saya. Terus berlangsung sampai skrg, karya bu Dini yg bagi sebagian org kaku, membosankan & kuno justru kesenangan buat saya. Seperti seorang ibu menuturkan kisah hidupnya. Baru beberapa tahun belakangan saya merasa bhw tulisan beliau adl bekal terbaik utk menapaki kehidupan dewasa. Yang sudah pernah membaca karya nya pasti tau apa 'bekal' yg beliau sisipkan dlm tulisan²nya. Tulisan² rangkaian perjalanan hidupnya terdokumentasi dgn nama lokasi sebagai judul²nya. Thn lalu, Saya ingat saat peluncuran buku Gunung Ungaran, saya sdg tdk di Jogja. Pdhl pgn bgt dtg utk mnt ttd beliau. Beruntung nya saya, teman baik saya justru bersedia memesankan slot utk buku bertandatangan itu. Wah betapa 'bungah' nya hati saya! Mendapati buku dgn tanda tangan penulis idola saya walo blm pernah bertemu muka. Buku Gunung Ungaran mungkin jd buku 'termahal' bagi saya, dan buku tsb juga sbg 'salam perpisahan' beliau dmn beliau meninggal dlm kecelakaan menuju perjalanan pulang nya ke Gunung Ungaran. Seakan tulisan bu Dini tlh mengabarkan kemana perjalanannya berlanjut. #book #NhDini https://www.instagram.com/p/BvTGc0Kl8-M/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1xiid12r9e1
Buku ini merupakan hadiah novel yang pertama kali ku terima. Hadiah dari guru Bahasa Indonesia yang ku terima ketika aku masih berjuang di kelas 5 SD. Pada saat itu buku terasa sangat mahal nilainya. Hadiah itu sangat berharga karena ini novel pertama yang saya punya. Biasanya hanya meminjam buku di perpustakaan, bukan membeli. #justastory #ladang #gadisjahe #nhdini #novel #buku #fiksi #cerita #happiness https://www.instagram.com/p/BslMYHAFeRS/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=war4fxy3zpdv
. … Pada Sebuah Kapal >> Rp. 85.000 . Setelah tunangannya (Saputro) tewas dalam kecelakaan pesawat terbang, akhirnya Sri menikah dengan Charles Vincent. Pasangan ini kemudian bermukim di Kobe, Jepang. Meskipun sudah memperoleh seorang anak dari diplomat Perancis itu, Sri sesungguhnya tidak merasa bahagia. Tidak dinyana, dalam perjalanan liburan dari Saigon menuju Marseille, Sri menemukan kembali kemesraan dan kelembutan yang telah sekian lama didambakannya itu pada Michael Dubanton, komandan kapal yang sudah beristri dan mempunyai dua orang anak. Sri yang tidak mencintai suaminya sejak semula itu pun menjalin kasih dengan Michael yang kecewa dengan isterinya (Nicole)! Nh. Dini mengungkapkan kisah Sri-Michel yang terjadi pada sebuah kapal dengan goresan amat halus dan memikat. … WA : 085640654073 . #jualbukuonline #tokobukuonline #nhdini #padasebuahkapal https://www.instagram.com/p/Bq_JSH8B60M/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=xokbxmjqujb2
VIDEO: Novelis Nh Dini Meninggal di Usia 82 Tahun
Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin alias Nh Dini telah menuangkan pemikirannya selama berdekade dalam bentuk novel, cerpen dan tulisan-tulisan lain yang membuatnya dianggap sebagai penulis feminis. Karya-karyanya kerap disebut abadi, tak lekang oleh waktu. Mempunyai dua orang putra dan sempat tinggal berpindah-pindah negara, Dini menutup hidup di Semarang pada Selasa (4/12) sore. Read the full article