Bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu sementara aku selalu bertahan dalam situasi terburukmu. Bukankah jelas sudah bahwa akulah yang selalu belajar sabar saat kau salah. Lalu bagian mana dari diri ini yang bisa membuatmu berpikir bahwa kamu bukan yang aku ingin?
Bagaimana mungkin aku tidak menginginkanmu sementara aku tidak pernah pergi bahkan saat kau sakiti. Aku yang diam dan mencoba mengulang-ulang sayang padamu. Tetap bertahan dalam segala caramu menenangkan resahmu.
Adakah seseorang yang lebih mengerti kamu melebihi diriku? Adakah seseorang yang masih keras kepala tahan tumbang saat kau terus menggerus sabar di dadaku. Adakah yang lebih paham dirimu selain aku? Seseorang yang terus belajar bagaimana menjadi pendamping yang seimbang untukmu.
Jangan lihat kurangku saja. Bukankah mencintaimu adalah kelebihanku yang tiada tara.
--boycandra











