Saat mataku tak ingin menutup, namun ketika jiwaku ingin pergi. Aku selalu membayangkan satu adegan dikepalaku, lengkap dengan kalimat yang ingin ku dengar.
Adegannya seperti ini, ayah datang dengan senyum. Kemudian memelukku, menepuk pelan bahuku dengan jari besarnya lalu berkata, "Jangan kau lelah dengan dunia nak, hanya karena manusia lain meninggalkanmu. Jangan kau pergi sebelum malaikat maut menjemputmu, kuatlah, untuk orang-orang yang kau sayangi. Dunia memang sepert itu, melelahkan. Maka jadikan lelahmu, lelah yang disukai Allah. Bahkan, saat kau merasa sendiri, Allah tidak pernah meninggalkanmu sendiri nak."
Menit berikutnya bantalku banjir dengan airmata.











