Sepenggal cerita dari seorang sahabat
Siang itu selepas jumatan, langit bandung tidak terlalu cerah, terbilang mendung untuk ukuran musim kemarau bandung. Disela waktu cuti saya hari itu, saya bersemangat sekali bertemu sahabat saya di sebuah kostan di daerah kanayakan dago.
Setelah menyimpan mobil di tempat pencucian mobil di daerah dago, saya meminta diwan untuk menjemput sekaligus membeli cemilan untuk teman ngobrol siang itu.
Setibanya di kostan, saya bertemu sahabat sahabat saya yang lain. Indra, Arief dan Hilman sang pemilik kamar kost sejuta umat yang selalu berbaik hati membuka pintu kamar kostan nya untuk para pria tuna wisma masa kuliah seperti indra dan diwan. :))
Sekotak Pizza dan cemilan disimpan di meja depan kamar.Lalu mulailah perbincangan. Bercerita mengenai cerita sidang D4 mereka yang penuh perjuangan dan pengorbanan (katanya). Cerita cerita lucu semasa kuliah. Hingga mengenai keluarga dan rencana kehidupan (weeees).
Hingga akhirnya datang salah satu ketua geng yang tersohor di angkatan kami :)). Ananda Qomaras (Pria, 23 Tahun, Sarjana Sains Terapan, Mantan Kahim Himpunan Mahasiswa Teknik Manufaktur Polman Bandung). Konon kabarnya Nanda ini akhir akhir ini sering makan paku.Loh?
Nanda sumringah melihat sekotak pizza yang masih banyak tersisa ketika kami mengobrol. Nanda kemudian nimbrung dan mulai mencuil pizza yang masih tersedia.
Seiring dengan kesibukan revisi dan deadline penyerahan nya. keempat sahabat saya mulai pergi mengurusi urusan nya masing masing. Berbeda dengan yang lain, nanda yang telah bebas urusan masih duduk berhadapan dengan saya.
Matahari mulai tampak seiring dengan cuaca bandung yang mulai panas, Nanda mulai bercerita.
“Bal, doain ya urang ingin kerja terus kalo udah dapet kerja ingin langsung nikah.”
Ini cukup membuat saya kaget, seorang nanda yang terlihat santai, ternyata menyimpan keinginan yang besar pula untuk segera menikah. Nanda bercerita, hal ini dimulai dari bacaan quran nya pada surat An-Nur ayat 32.
“32. Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang[1] di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah)[2] dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya[3]. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui[4].”
http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-nur-ayat-32-40.html#sthash.ZQWevvd9.dpuf
Nanda bercerita bahwa ia dan calonnya tidak memiliki status. Dan nanda pun merasa akhir akhir ini wasita yang ditujunya menggantungkan nya. Nanda berniat akan langsung melamarnya setelah mendapat pekerjaan. Tidak peduli diterimaatau tidak. keren.
Beliau memberi setidaknya 5 pesan dari surat An-Nur ayat 32 yang sangat menarik untuk diingat :
1. Ketika kita sudah merasa mampu, segerakanlah menikah.
2. Rezeki keluarga nantinya Allah akan menjamin. Allah akan membuat kita mampu asal kita mau berusaha.
3. Dengan berencana menikah muda, kita akan berusaha untuk berubah untuk lebih baik. Berusaha untuk lebih baik dari diri sendiri yang dahulu dan menjadi imam yang baik untuk keluarganya.
4. Orang tua hanya berharap anaknya menjadi anak yang shaleh dan berbakti terhadap orang tua. Percuma banyak materi tetepai tidak pernah mendoakan orang tua, percuma sukses tapi orang tua tidak meridhainya.
5. Kebahagiaan orang tua sejatinya adalah kebahagiaan anaknya.
Tak terasa adzan ashar berkumandang, Nanda mengajak saya berjamaah shalat di kampus. Nanda mengajak saya berjalan kaki.
“Karena ketika kita melangkahkan kaki kita untuk berjamaah di masjid, langkah kanan kita akan memudahkan terbukanya pintu surga dan langkah kiri kita akan menghapus dosa kita.” Amiin.