Kadang kita lupa, bahwa sekencang apapun kita berlari, sejatinya tuhan yang memiliki kakimu.
noise dept.
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

No title available
hello vonnie

oozey mess
TVSTRANGERTHINGS

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap
NASA
One Nice Bug Per Day

blake kathryn
🪼

Discoholic 🪩
AnasAbdin

❣ Chile in a Photography ❣
$LAYYYTER
taylor price

pixel skylines
seen from United States

seen from United States
seen from France
seen from Thailand
seen from Israel

seen from Malaysia
seen from Canada

seen from United States
seen from Denmark

seen from South Africa

seen from Canada
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Germany
@iqbalalii
Kadang kita lupa, bahwa sekencang apapun kita berlari, sejatinya tuhan yang memiliki kakimu.
100 Perilaku Utama Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam
Imam Shadiq berkata: “Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah”
1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya, tidak ada seorangpun yg mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yg tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulang jawabannya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yg tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian.
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin & makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturrahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yg menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, “Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir.”
33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.
37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yg sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yg sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yg manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.
51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah. Beliau selalu mengatakan, “Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!”
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada Rasulullah pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yg baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah memejamkan kedua matanya & tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seorangpun yg akan mengenalnya.
66. Rasulullah tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yg paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk & makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumnya pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Juma’t.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudhlu dan setiap mengambil wudhlu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.
Semoga kita bisa meniru perilaku beliau Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Source: fanpage Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)
Penting…
Simpen
Jauh sekali kita -sang ummat- dari sifat Rasul kita.. Huhu
Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad
Reblog deh, siapa tau ada yang mau meneladani lalu jadi siklus kebaikan yang terus mengalir untuk kita bersama😆
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
Ali imran 190
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minaddzaalimin
Doa Nabi Yunus dalam Perut Paus
Kadang, amal yang kita buat, yang mungkin kita anggap akan berbuah pahala, justru menambah dosa. Mungkin juga, kekhilafan yang pernah kita buat, menjadikan kita lebih mawas dalam bertindak dan dewasa dalam berpikir. “Sesungguhnya, Kami mengetahui apa yang tidak engkau ketahui.” Al-Baqarah : 30
Ibadahmu, kewajibanmu atau kebutuhanmu?
Jarak, Jeda & Waktu
Berhenti di sana. Jangan lagi kamu berjalan meski pelan-pelan. Aku takut ketika kamu jatuh, tanganku belum siap di sana untuk menangkapmu. Jadi tunggu dulu.
Tunggu. Sampai mulutku tidak lagi gagu. Sampai bicaraku lancar tanpa harus fokus pada jantung yang dengan cepat berdebar. Aku tidak akan mengatakan kata-kata yang diucapkan kebanyakan orang. Pasaran. Bualan. Jadi biarkan aku berkreasi sambil membaca situasi, dan selama itu, silahkan kamu menunggu.
Kamu selalu bertanya dalam hati: ‘Sampai kapan?’
Sampai kamu mengerti.
Mengerti bahwa matahari tiada pernah membenci bumi, ia hanya tidak ingin menyakiti. Kata yang satu tidak pernah membenci kata yang lain, mereka hanya ingin ada jeda, supaya mereka punya makna. Pucuk pohon tak pernah membenci akar, mereka hanya ingin bersinergi untuk menjadi berdaya.
Jarak dicipta, tiada lain agar ia punya makna. Maka stop. Berhentilah di sana.
Adanya rasa bukan untuk diterka, jadi biarlah ia tetap indah sebagai sesuatu yang tidak disangka. Suka tidak suka.
~
Untuk kamu yang percaya bahwa jarak dicipta agar rindu tetap hidup tanpa pernah redup
….
Azhar Nurun Ala telah dibukukan dalam Ja(t)uh azharologia.com
sayang sekali baru mengenal penulis ini sekarang.
Apa aku sanggup menafkahimu? Aku kembali melemparkan pertanyaan itu pada diriku, kali ini lebih serius dan hati-hati. Pertanyaan yang semakin mendesakku untuk segera menyiapkan satu ruang dalam hati untuk rasa kecewa. Pertanyaan yang membuatku kembali sadar cinta tak hanya butuh kemantapan hati, tapi juga kemampuan. Bahwa perasaan jatuh cinta saja, sampai kapan pun tak pernah cukup.
Pada usia delapan tahun, Rasulullah sudah menggembala kambing. Lalu, di usianya yang kesembilan, beliau sudah ikut berdagang ke luar negeri. Aku, laki-laki berumur dua puluh yang menyedihkan. Hidup dengan penghasilan pas-pasan tanpa deret angka di buku tabungan.
Pasti ada laki-laki yang lebih siap dan pantas untukmu, yang lebih dewasa, yang lebih tebal kantongnya, yang lebih mampu membahagiakanmu. Aku mencoba menghibur diri. Membohongi perasaanku sendiri.
Di atas muka bumi yang kita tinggali ini, laki-laki mana yang benar-benar bahagia ketika perempuan yang ia cintai dinikahi orang lain?
Bekal-bekal pernikahan yang kuperoleh dari guru, buku, dan berbagai seminar sedikit demi sedikit luruh oleh kembali hadirnya rasa pengecut yang semakin hari semakin menjadi. Tiba-tiba aku merasa begitu lemah. Aku merasa begitu takut.
Aku yang telah lama mendamba kebersamaan denganmu, mempersiapkan diri untuk menggapainya, tiba-tiba digoda perasaan menyerah.
…
Buku ’Cinta Adalah Perlawanan’ dalam bab ‘Rencana Besar’.
Dengan tulisan, aku merekam perasaan…
Sering kali sahabat bertanya, “maneh kerja apa dikerjain? sampe pulang pagi, kerja terus. Libur libur ge hayoh wee gawe.” Saya hanya bisa tersenyum. “Yaa gini kuli mah, kerja nya ga kenal waktu.”
Sering saya merenung, bahwa pekerjaan ini memang tak mengenal waktu. Jadi pria panggilan, yang harus sedia kapanpun untuk memenuhi kebutuhan klien. Dengan embel embel “memenuhi kebutuhan energi dunia”.
Tapi saya lebih bersyukur, karena saya dapat pastikan bahwa hasil yang saya dapat 100% keluar dari keringat saya tanpa embel embel apapun yang dapat mengotori rizki yang saya terima. Alhamdulillah, insya allah. Mudah mudahan hasilnya juga berkah.
Akhir akhir ini, saya sedang menikmati tv seri ini. Prison break. Dalam keadaan sulit, orang ini selalu bilang "just have a little faith." Meskipun mengatakan nya tak semudah keadaan sebenarnya. Saya memilih setuju dengan quotes ini. Karena kita bukan apa apa jika bukan kita yg percaya pada diri sendiri.
“Knock, And He’ll open the door Vanish, And He’ll make you shine like the sun Fall, And He’ll raise you to the heavens Become nothing, And He’ll turn you into everything.” ― Rumi
♡
Allahu Akhbar. (’:
Karena kata
Kadang, yang terlihat menyenangkan tidak selalu menyenangkan. Bersyukur jauh lebih menyenangkan sekaligus menenangkan
Refleksi
Memiliki
Semakin berkurangnya usia, semakin banyaknya hari-hari yang terlewati, semakin ku sadar bahwa tak ada satu hal pun yang kumiliki. Bahwa semua yang ada di dunia ini hanyalah titipan. Keluarga, sahabat, harta, ilmu, jabatan, rumah, kendaraan, semua. Bahwa semua hal tersebut bisa saja ditarik sewaktu-waktu. Takdir Allah, tak ada yang tahu. Masih berani kah kamu memandang rendah orang lain? Masih beranikah kamu berbangga diri atas segala harta dan hal duniawi yang dititipkan Allah kepadamu?
Mari, belajar ikhlas. Belajar menerima segala ketentuanNya. Belajar untuk selalu menjadi orang baik, menjadi orang sabar. Aku percaya, setiap tindakan memiliki ganjarannya masing-masing. Jangan pernah lelah dalam berbuat kebaikan. Karena sesungguhnya kita tak punya apa-apa. Sesungguhnya semua ini hanya titipan.
Pagi itu, saya berangkat sekolah tanpa berbekal apapun. Ayah waktu itu tidak punya uang sepeserpun untuk membekali kami. Akhirnya, Saya dan adik berniat berpuasa hari itu. Siang hari, saya tak sampai hati melihat adik yang ingin sekali jajan. Akhirnya, saya melakukan apapun untuk membelikan minum siang itu. Akhirnya ada teman yg meminta mengikatkan tali sepatu, membelikan jajanan, menyampulkan buku. Saya belajar bahwa kita memang pernah mengalami masa masa sulit. Dan apapun yg kita gunakan tidak berpengaruh terhadap harga diri kita. Sikap dan perbuatan kita yang mencerminkan kualitas diri.
Masih belum bisa move on dari langit ciheras selepas subuh waktu itu ketika menghabiskan liburan~ Lentera Angin Nusantara, sebuah wadah yang dibuat dan digagas oleh Ricky Elson. Berharap bisa memaksimalkan sumber daya alam indonesia demi kemanfaatan seluruh penduduknya. Bilah bilah turbin angin diatas adalah salah satu usahanya untuk memecahkan kebutuhan energi listrik sebagian besar warga indonesia di daerah tak terjangkau listrik di indonesia. "Bukan saatnya kita mengutuk apa yang ada, ini saatnya kita berusaha memaksimalkan sumber daya yang kita punya untuk kemaslahatan seluruh warga indonesia." itu katanya. Mari berhenti mengutuk, mari bekerja, mari berkarya. Ps : yang ingin tahu, belajar, membantu, atau rekreasi ke site LAN ini bisa main ke ciheras, cipatujah, tasikmalaya ya. Informasi selanjutnya bisa ikuti akun fb uda Ricky Elson
Dan hari ini, Dengan langkah penuh harap. Ku mulai pagi dengan langkah langkah mantap. Berharap tegasnya langkah ini mengetuk ngetuk pintu Rahmat-Mu. Dan dalam lirih doa dan harap dalam diam. Kucurahkan semua asa dan mimpi hari ini hingga masa yang akan datang. Kutaruh semua usaha dan kerja keras dibawah doa pada Sang Maha Pengabul doa. Kulepaskan semua usaha dan semua ingin yang kubawa. Karena ku tahu, Engkau sebaik baiknya Perencana. Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, Ya Tuhanku. (Qs maryam:4)