Bukan ketabahan yang tak aku tanam, hanya saja kehilangan bukanlah hal yang mudah untuk dilewati. Menerima kehilangan dan merapihkan kembali luka, bukan perkara mudah. . Kita pernah menuliskan bait-bait indah, pada pasir pantai, pada bukit yang menjulang, pada langit yang terbentang. Kita pernah lalui itu semua sejak kau jatuhkan pandangan untuk pertama kali, aku putuskan untuk menandaskan cinta sebagai perjalanan bersamamu. . Ketika gelas yang kita pegang bersama terjatuh, melukai sebagian tangan kita. Kita saling melepas, tapi mengapa kau justru tak kembali?. . 4 angin barat telahku lewati. Dibangku minimarket, membelikan kopi hangat untukmu. Menunggu kedatanganmu berharap kita duduk bersama dan menceritakan kepedihan saat kita berjalan sendiri. . Angin barat kelima, kau kembali tanpa debar dada yang sama, saat aku mendenyutkan kebaikanmu. Bahumu yang kini telah terisi, bahu yang menopang nyeri dan pilu di masa silamku. Sepasang lenganmu telah genap, di sanalah lengan masa silam yang tak pernah jera mendoakan kecemasanku. . Kekasih, Katakan pada seseorang yang kini (lebih) mencintaimu, katakan semampu yang kau tahu: “Aku pernah mencintaimu, lebih dari yang kau dan cinta tahu…”. Berjanjilah kepadaku, berjanjilah kepada waktu, engkau akan mengatakan pada seseorang yang kini mencintaimu ~ agar aku tentram dalam masa lalumu, agar aku nyaman dalam rumah ingatanmu. . . . @kedai.tenggo #fiksimini #bukangegapgempita #bukanbaikburuksarana #ochamencerna