Teruntuk Calon Abang Tukang Ojek Online
Enam hari lagi usiamu resmi tujuh belas. Mungkin minggu depannya kamu baru bisa mengurus prosedur untuk mendapat SIM dan KTP. Kemudian mendaftar untuk menjadi tukang ojek online seperti impianmu tempo hari. Lalu beberapa bulan ke depan kamu sudah bisa mangkal di dekat sekolahmu, atau di manapun kamu ingin berada, asal bisa jalan-jalan dan dapat uang.
Semoga senantiasa sehat agar impianmu itu segera tercapai. Impian yang aneh dan nyeleneh bagi sebagian besar orang. Tapi bagiku, impianmu itu keren. Aku tahu kamu pasti butuh modal untuk membiayai hobimu yang juga hobiku yang katanya tidak murah itu. Sudah dapat lensa tele-nya belum?
Kalau sudah jadi tukang ojek online betulan, jaga baik-baik ya, penumpangnya. Jangan suka ngebut, cukup aku saja yang merasakannya. Perbanyak senyum juga, jangan terlalu kaku seperti saat dulu kita pertama kali bertemu. Oh iya, jangan lupa pulang ke rumah dan mengerjakan tugas, adikmu butuh kasih sayang seorang kakak. Tiap pagi masih harus sekolah juga lho, itu kewajibanmu setelah sholat lima waktu dan mematuhi ayah dan ibu.
Satu lagi, jangan usil ya sama penumpang wanita. Entah itu anak-anak, sebaya, dewasa, ataupun lansia. Wanita itu harus dihargai, tak peduli berapa usianya dan bagaimana latar belakangnya. Selain itu, aku juga malas kalau harus merasakan—apa tuh? Cemburu? Nggak mungkin kan, kalau aku cemburu sama penumpangmu. Tapi mungkin juga sih. Kalau dia cantik, siapa tahu kamu tertarik. Eh, tapi jangan. Aku kan belum siap kehilangan....
Pokoknya, begitu saja doa dan harapanku. Sesederhana itu. Sebab kamu pun datang dengan sederhana, seperti kata lagu ‘Satu Bintang di Langit Kelam’; sinarmu rimba pesona, redup kilaumu tak terarah. Persis banget seperti kamu kan? Hehehe.
Sudah dulu, ya. Selamat menempuh hidup baru. Lho, kok kayak orang nikah? Nggak juga, ah. Besok kalau jadi tukang ojek online betulan kan, hidupmu bakal berubah—nggak cuma jadi siswa doang. Tetapi sebetulnya, bukan cuma itu sih. Lebih baik aku mengucapkan selamat menempuh hidup baru di ulang tahunmu daripada selamat hari valentine karena aku mau kasih sayangnya nggak cuma pas 14 Februari saja, tapi dari 14 Februari ke 14 Februari lagi.
Kamu tahu artinya? Bertahanlah, sekeras apapun itu.
Selamat berbahagia di usia yang baru, sampai bertemu besok di... sekolahku? Sekolahmu? Atau di tempat biasa kita menghabiskan waktu?
Jogja, 8 Februari 2018












