𝑴𝒖𝒍𝒖𝒕 𝒊𝒕𝒖...
Letaknya antara 𝑶𝒕𝒂𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝑯𝒂𝒕𝒊
Maka, setiap akan bicara
Selalu 𝒑𝒊𝒌𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 dan 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 baik-baik.
Rasa-rasakan pakai 𝑯𝒂𝒕𝒊.,
Agar tidak 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒂𝒌𝒊𝒕𝒊..
seen from Germany
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from Netherlands
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
seen from Egypt
seen from China

seen from Singapore
seen from Singapore
seen from Kyrgyzstan
𝑴𝒖𝒍𝒖𝒕 𝒊𝒕𝒖...
Letaknya antara 𝑶𝒕𝒂𝒌 𝒅𝒂𝒏 𝑯𝒂𝒕𝒊
Maka, setiap akan bicara
Selalu 𝒑𝒊𝒌𝒊𝒓𝒌𝒂𝒏 dan 𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊𝒎𝒃𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 baik-baik.
Rasa-rasakan pakai 𝑯𝒂𝒕𝒊.,
Agar tidak 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒂𝒌𝒊𝒕𝒊..
Sebelum Membeli, 4K Dulu!
Banyak mikir, ujungnya mah nggak jadi
Sebuah celetukan yang kadang benar adanya. Iya kita ini manusia yang banyak mikir, apalagi yang berhubungan dengan uang yang nggak sedikit. Beli sesuatu yang ngumpulinnya aja kudu menyisihkan dari beberapa bulan bahkan tahun gaji kita. Salah nggak sih jadi manusia yang banyak pertimbangan?
Buat saya, ini bukan overthinking. Justru ini kehati-hatian buat kita dalam memilih dan menentukan pilihan yang tepat. Ingat, bukan sekedar memilih tapi juga tepat.
Itupun yang saya alami akhir-akhir ini. Padahal cuma mau beli sesuatu, tapi terus mikir dan belum menentukkan pilihan. Ribet, banyak mau, banyak milih ih, mungkin itu kalau orang lain berkomentar. Makanya, saya nggak mau bilang ke sekeliling, orang terdekat, tentang apa yang mau saya beli atau miliki, karna ternyata setelah saya pikir-pikir, nggak sehat juga buat mental. Haha. Jadi kesannya seperti orang lain ikut mendukung bahkan memaksa apa yang lagi kita perjuangkan. Padahal diri kita belum siap untuk menentukan. Seolah dikejar apa maunya orang.
Misal nih, niat ganti laptop. Ya sekedar memilih laptop aja ribetnya minta ampun. Tapi harusnya, sama sekali nggak ribet buat saya yang menjalani. Kalo kamu sama juga seperti saya dan sedang mirip-miripnya ada di posisi saya, galau menentukan, mungkin kamu bisa melakukan ini. Itu pun yang saya terapkan pada diri saya, sejauh ini efektif sih. 4K versi saya adalah:
Kenali tujuannya
Kamu harus bisa menganalisis. Duh ribet kan. Harus! Karna barang yang dibeli pakai uang keringatmu. Jelas kamu harus paham tujuan kemana larinya si uang. Kira-kira kalo beli ini worth it nggak dengan uang yang kamu keluarkan. Buat apa sih nanti si barangnya, seberapa pentingkah, hal yang bisa ditunda atau urgent sekarang juga?
Kenali barangnya
Biasakan untuk tahu, mendetail ya, atas barang yang kamu beli, apalagi kalo barangnya nggak cuma dipakai sehari dua hari, tapi bisa sampai 5, 10, bahkan seumur hidup mungkin. Wah ini berharga banget pasti. Jangan sembarang lihat diskon lalu check out. Tapi balik lagi ke tujuan kamu beli barang, cek review dari berbagai channel youtube, punya kenalan yang paham tentang barang yang ingin kamu beli ya jangan sungkan tanyakan. Diri kamu bertanggung jawab atas barang yang kamu beli.
Prita Ghozie, di IG live nya pernah bilang begini, “Kita ini kebanyakan malah kebalik, lihat diskon dulu baru beli, ah beli aja dulu, siapa tau manfaat. Mindset itu harus diubah, sebelum beli barang, kita lihat dulu apa sih sebenarnya yang kita butuhkan, baru cek di olshop, syukur-syukur ada diskon, enggak pun nggak apa-apa, karna kita tahu value dari barang tersebut”
Di skakmat nggak tuh hha, bener juga ya, apalagi cewek, lihat yang lucu dikit eh pengen beli :(.
Jadi ingat, “apa yang dibutuhkan” bukan “siapa tau nanti butuh”. Kalo kita udah kenal banget sama kebutuhan kita, diskon nggak akan bikin oleng.
Kenali budgetnya
Ekspektasi udah tinggi pengen beli yang A, tapi kemampuan kita cuma bisa beli yang C. Pilihan cuma 2, beli sesuai kemampuan atau lebih sabar ngumpulin pundi-pundi untuk beli si A. Tapi keduanya ada resiko dong. Beli si C, hari itu juga barangnya kamu miliki, dengan kekurangan yang harus bisa kamu terima. Beli si A, bisa jadi harganya naik di pasaran setelah beberapa bulan.
Keputusan ada ditangan kamu
Mau orang gonjang ganjing ngomong begini dan begitu, kamu tetap tuannya. Kamu punya hak atas diri kamu sendiri. Menerima masukkan boleh tapi tidak memaksakan orang lain mengambil andil atas keputusan. Ingat, setiap keputusan ada kesepakatan. Baik itu kesepakatan harga maupun kualitas si barangnya.
Mari kita sama-sama belajar dalam mengatur finansial, membedakan mana keinginan dan kebutuhan, juga bersepakat dalam setiap keputusan yang dipilih. Banyak pertimbangan itu sangat perlu loh, itu adalah cara kita bernegosiasi, mencari tahu, sekaligus bertanggung jawab atas apa yang kita pilih.
@janatunrahmilah
Cibinong, 25 Mei 2021
"Bila lelah lebih baik mengalah. Bila ragu lebih baik menunggu. Sebab hati yang lapang hanya bisa dipahami oleh pemiliknya sendiri."
Berhentilah sejenak jika perasaanmu sudah sangat lelah. Menepilah sesaat dan izinkan hatimu untuk merebah.
Tidak apa-apa jika kamu harus mengalah. Terkadang keadaan memang membutuhkan sebuah kesabaran yang lebih untuk memahaminya.
Kuat atau lemahnya dirimu tidak diukur dari seberapa hebat kamu mempertahankan pendapatmu. Tetapi dari seberapa tulus hatimu mencoba untuk mengerti situasi.
Berilah sedikit jarak dari apa-apa yang kamu ragukan. Barangkali perasaanmu memang butuh waktu yang lebih lama untuk mempertimbangkannya.
Tunggulah hingga rasa percayamu tumbuh, hingga keyakinanmu dimantapkan untuk memilihnya.
Berani atau tidaknya mengambil keputusan, bukan soal cepat atau lambatnya kamu memilih. Tetapi soal seberapa yakin kamu menyerahkan segenap hatimu untuk menjadi bagiannya.
Sebab hati tak pernah salah memilih. Ia hanya ingin jatuh di waktu yang tepat, bersama perasaan yang benar.
—ibnufir
sayangnya, beberapa manusia justru merasa hebat dengan kalimatnya meski tampak jelas kurang menimbang. ini bukan soal apa yang diketahui tapi soal kepantasan.
memelena
Pertimbangan Regulasi Terkait Model Peracikan 503B ke 503A untuk Apotek Komunitas
Majalah Farmasetika – Tinjauan mengenai persyaratan bagi apotek yang mempertimbangkan untuk memesan senyawa dari fasilitas 503B. Pada 27 Juni 2023, FDA mengeluarkan panduan draf yang mengizinkan apotek 503A untuk membeli obat-obatan yang diracik dari fasilitas 503B untuk dibagikan kepada pasien. Panduan tersebut menetapkan bahwa obat yang diracik tidak boleh diubah dalam bentuk apa pun oleh…
Menavigasi Siklus Hidup Biosimilar: Pertimbangan Kunci untuk Penghematan Biaya Berkelanjutan
Majalah Farmasetika – Konferensi | Asembia Specialty Pharmacy Summit Dengan 50 produk biosimilar yang disetujui oleh FDA, muncul pertanyaan tentang siklus hidup biosimilar dan keberlanjutan industri ini. Lima puluh produk biosimilar telah disetujui oleh FDA meliputi 15 molekul biologis unik, dijelaskan oleh Chrys Kokino, presiden Accord US, selama Asembia’s AXS24 Summit di Las Vegas. Menurut…
View On WordPress
Deasy: Buat Kebijakan, Harus Banyak Pertimbangan
Deasy: Buat Kebijakan, Harus Banyak Pertimbangan #LegislatorMenara #DPRDGorontaloUtara #Kebijakan #Pertimbangan
Hargo.co.id, GORONTALO – Banyak sebenarnya persoalan yang tengah terjadi di Gorontalo Utara (Gorut) akibat dari kondisi keuangan daerah saat ini, yang dampaknya dirasakan pada berbagai sektor. Kondisi seperti ini tidak harus dibiarkan berlangsung dan butuh kreativitas dalam menyelesaikan atau meminimalisir atas dampak yang terjadi. Ketua DPRD Gorut, Deasy S.M Datau mengatakan, tidak hanya…
View On WordPress
Ini Beberapa Pertimbangan Sebelum Beli Oleh-Oleh
Ini Beberapa Pertimbangan Sebelum Beli Oleh-Oleh
[ad_1] Membeli oleh-oleh ketika berlibur memang bukan sebuah kewajiban. Namun, ada dorongan tersendiri untuk membelinya, entah sebagai kenang-kenangan atau untuk diberikan pada kerabat di rumah. Tak jarang karena saking impulsifnya, Anda membeli terlalu banyak oleh-oleh hingga memenuhi koper. Jika Anda telah melengkapi diri dengan asuransi travel, tentu tak perlu khawatir ketika koper disimpan di…
View On WordPress