ISR Hijau ini sesungguhnya adalah satu diantara “unproker” yang digagaskan oleh ketua Departemen Pengabdian kepada Masyarakat 2018/2019, Mutia Galih Sekarsiwi, Mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta Jurusan Ilmu Tanah angkatan 2017. Proker ini sendiri adalah program kerja, secara sederhana kegiatan apa yang akan dilakukan selama satu periode dalam organisasi. Unproker di sini maksudnya proker yang fleksibel atau tidak diwajibkan untuk dilaksanakan, dilaksanakan kalau kegiatan ini tidak bertabrakan dengan proker dari departemen lainnya yang ada di dalam UKM ISR UPNYK. Karena ada proker wajib yang harus dilaksanakan pada periode UKM ISR PM (Pengabdian kepada Masyarakat) periode 2018/2019, di antaranya dalah ISR Mengajar yang sudah dilaksanakan pada bulan Mei lalu dan ISR Mitigasi yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang, kegiatannya kurang lebih seperti bagaimana kesiapan yang harus dilakukan sebelum terjadinya bencana, atau ketika terjadi bencana apa-apa saja yang harus dilakukan secara sigap untuk mengurangi dampak dari kejadian alam tersebut.
Unproker ISR Hijau ini dilaksanakan dengan peserta dan panitia yang berjumlah 36 orang. Dengan bertemakan “Knowledge Can Save Our Ecology” yang digagas oleh Yustin Rirung (jurusan Teknik Kimia 2018) ada 3 tahapan acara utama yang dilakasanakan yang diawali dengan menanam pohon, pohon yang kita tanam adalah pandan laut. Yang kedua adalah bersih laguna, walaupun lokasi yang kami jadikan program kerja adalah pantai selatan dari pulau jawa namun sampah yang ada bukan karena ulah warga setempat melainkan berasal dari laut, tutur . Yang ketiga adalah Sharing section, di mana dari pihak pantai samas ada sebuah komunitas yang bernama reispirasi, meraka yang memberikan wawasan seputar pantai samas dan konservasi penyu. Dan yang terkahir yang paling ditunggu-tunggu meskipun tidak termasuk dalam acara utama adalah pelepasan penyu.
Kegiatan ISR Hijau ini dilaksanakan pada tanggal 14 September 2019, di pantai Samas desa Dodogan Srigading, Sanden, Kabupaten Bntul, DIY Yogyakarta. Di sana ada komunitas Konservasi Penyu sekaligus perawat habitat lingkungan pantai Samas yang bernama Reispirasi.
SINGKAT CERITA MUNCULNYA REISPIRASI
Komunitas Reispirasi ini berdiri diawali dengan tindakan Pak Rujito yang dari dulu suka menyelamatkan telur-telur penyu agar tingkat kesuksesan menetasnya maksimal.
Diawali dengan kegiatan yang pertama yaitu menanam Pandan Laut. Pandan Laut, Pandanus odorifer, bisa disebut juga pandan pasir atau pandan pundak duri adalah sejenis pandan besar yang sering dijumpai di pantai berpasir atau berkarang yang bisa tumbuh setinggi hingga 15 meter dan daunnya memanjang hingga 4 sampai 8 meter. Pemindahan dari tempat bibit ke tempat habitat aslinya kita tidak menggunakan polybag, melainkan kita menggunakan sabut kelapa yang sudah tua, selain lebih ramah lingkungan sabut kelapa juga lebih kuat dari terpaan angin juga dari ombak laut ketika sedang pasang. Kita langsung benamkan daun pandan di dalam sabut kelapa tadi ke dalam lubang pasir yang sudah digali kemudian dikubur dengan pasir. Di dalam batok yang terdapat bibit pandan laut isinya bukan pasir, melainkan tanah yang sudah dicampur dengan pupuk kandang agar tanamannya bisa subur dan cepat tumbuhnya. Setelah dikubur ke dalam tanah dan ditimbun dengan pasir, bibit daun pandan tersebut bisa langsung disiram dengan air laut yang diambil dari laguna sebelah utara. Perawatan tambahan bisa menggunakan pupuk, pupuk yang dirokemendasi oleh pihak reispirasi adalah NPK Mutiara 16-16-16, dengan kandungan Nitrogen 16%, Difosfor Pentaoksida 16%, Kalium Oksida 16%, Magnesium Oksida 1,5 %, dan Kalsium Oksida 5%. Caranya bisa ditaburkan langsung ke dalam tanah yang ada di dalam sabut kelapa tadi atau dicairkan terlebih dahulu dengan campuran air laut. Yang terakhir agar memperkuat posisi dari batok yang berisi tanaman pandan laut tadi adalah menancapkan bambu-bambu kecil atau ranting-ranting kayu yang kuat disekeliling batok dengan formasi mengerucut membentuk seperti kayu yang dibuat untuk api unggun.
Fungsi pandan laut dalam ekosistem pantai ini sebagian besar sama seperti tanaman mangrove, mengurangi risiko bencana alam yang sering yang sering terjadi di pesisir pantai. Akar tunjangnya yang besar dapat mencengkram pasir-pasir pantai sehingga dapat mencegah abrasi. Lokasi habitat pandan laut berbeda dengan mangrove, pandan laut lokasi habitatnya agak menjauh dengan perbatasan antara air dan daratan (jadi dia agak ke tengah-tengah daratan). Sedangkan mangrove ini lokasi habitatnya memang betul-betul antara air laut dengan garis pantai. Pihak reispirasi mengatakan bahwa fungsi lain dari pandan laut yang bermanfaat bagi warga setempat adalah sebagai wind catcher, penangkap angin, maksudnya bukan betul-betul angin yang dirisaukan warga, melaikan embusan embun yang dihasilkan percikan ombak yang menabrak karang kemudian terbawa angin yang mengarah ke pemukiman. Embusan angin ini bersifat korosif karena titik airnya berasal dari air laut, yang dapat merusak pondasi kayu dan dan kabel-kabel listrik menjadi rentan untuk terjadinya korsleting listrik. Pandan laut juga memiliki duri yang tajam berfungsi sebagai pelindung sarang penyu dari predator telur penyu. Penanaman pandan laut yang dibantu manusia sebaiknya di lokasi yang rumput pantainya tumbuh karena temoat tersebut merupakan lahan yang subur.
Setelah menanam pandan laut, kita melaksanakan kegiatan bersih-bersih pantai. Yang mengejutkan adalah sampah-sampah yang ada sana bukan smpah yang berasal dari warga setempat, melainkan berasal dari laut dan dari sungai Opak. Tidak hanya sampah yang didatangkan dari laut dan sungai opak, kayu dan bambu yang digunakan untuk menguatkan tanaman pandan laut tersebut juga berasal dari sungai opak dan laut pantai selatan tersebut. Tidak banyak sampah yang bisa ditemukan karena pantai di situ dapat dikategorika sebagai pantai yang bersih, yang mana warganya sudah disiplin akan lingkungan, dari lima kantong karung yang kita bawa, masing-masing karung hanya terisi setengahnya, sampah yang dijumpai juga kecil-kecil ukurannya seperti serpihan stirofoam dan plastik-plastik kecil yang sudah mulai terurai.
Yang terakhir adalah pelepasan tukik, munurut KBBI tukik adalah anak penyu. Penyu yang menjadi objek konservasi di Komunitas Reispirasi ini adalah Penyu Lekang (Lepidochodelys olivacea) dengan bercirikan seluruh tubuhnya yang hitam secara keseluruhan. Sesungguhnya fungsi pengabdian utama Komunitas reispirasi ini hanya menyelamatkan telur-telur penyu dari predatornya di pesisir pantai, untuk menghindari hal tersebut sampaiterjadi mereka memindahkan telur-telur penyu tersebut ke tempat yang lebih aman ke dalam inkubator buatan berbentuk silinder yang terbuat dari semen, di dalamnya diisi pasir-pasir yang cukup untuk menghangatkan telur-telur penyu tersebut. Tingkat kesuksesan dari penetasan di pantai samas hanya kecil, yaitu hanya berkisaran 30%, jika di dalam penangkaran dan dilakukan dengan anggota Reispirasi kisaran 50%-60%, sedangkan jika yang melakukan perawatan telur tersebut dilakukan oleh Pak Rujito tingkat sukses penetasan penyu nya bisa mencapai 80% dari jumlah telur yang dihasilkan dari penyu betina. Bukan tidak mungkin untuk tingkat penetasan telur mencapai atau mendekati 100%, karena telur penyu sendiri sangat rapuh. Setelah menetas, penyu yang baru keluar dari cangkang tersebut tidak langsung dilepaskan ke laut melainkan dikumpulkan di dalam kolam khusus yang berisi air laut. Pakan yang diberikan kepada tukik ini adalah udang laut yang sudah dihancurkan. Hal unik yang perlu diketahui bahwa penyu memiliki indra geomagnetic yang membuatnya tahu ke mana arah laut, di mana tempat ia menetas dan yang lainnya. Hal ini sempat saya buktikan ketika pelepasan penyu yang menggunakan wadah seperti mangkuk, ketika saya putar mangkuk tersebut penyu tersebut ikut berubah arah sesuai ke mana laut berada. Ketika pelepasan penyu saya saya taro videonya di gdrive :)
https://drive.google.com/open?id=1tMMqZmUFxaw0l6tFUFWM0vdRpQJcF5ua
Itu dia pengalaman saya berinteraksi dengan penyu bersama organisasi UKM ISR UPNYK, walaupun saya tidak menyentuh penyunya sama sekali, karena dilarang melakukan kontak penyu oleh pihak reispirasinya dengan alasan agar tidak menularkan penyakit antara dari tukik kepada manusia, maupun manusia kepada tukik. Tapi saya tau alasan utamanya adalah agar penyu tersebut tidak mengalami kecelakaan karena ada anggota reispirasi yang berkata belajar dari pengalaman bahwa dulu kalau pelepasan tukik langsung menggunakan tangan tanpa menggunakan wadah yang melepas anak kecil, anak kecil geregatan dan menarik-narik kaki-kaki tukik tersebut dan terjadilah hal yang tidak diinginkan. Juga saya takut kalo pas nyentuh tukik tersebut sayanya kenapa-kenapa wkwkw, apalagi saya lagi berjuang di tanah perantau, jauh dari keluarga, kalo sakit ngurus sendiri :(
Satu lagi ada pesan dari pihak reispirasi, penyu itu makanannya adalah ubur-ubur, kalian semua tahu kan kalo penyu itu tidak bisa membedakan mana plastik dan mana ubur-ubur. Jadinya banyak kasus kematian penyu karena memakan plastik yang dikira ubur-ubur.
WEJANGAN DARI PIHAK REISPIRASI
“kalian sebagai mahasiswa yang katanya tingkat siswa yang tertinggi, ketika lulus berarti kalian sudah menjadi pintar dan bukti sebagai orang yang terdidik. Jadi ketika lulus tidak perlu lah selebrasi bodoh dengan menerbangkan balon atau sejenisnya yang berisi gas helium dan diterbangkan ke langit, karena itu tidak benar-benar ke langit tetapi jatuh ke bawah dan kejadian terbesar adalah jatuh ke laut, itu merusak ekosistem."
Terima Kasih untuk Kating Mutia Galih Sekarsiwi (Ilmu Tanah-2017) sebagai penanggung jawab atas berjalannya kegiatan ISR Hijau ini, Alfiyan Miftakhus Sholih (Agroteknologi-2017) sebagai Ketua Pelaksana dan seluruh panitia ISR Hijau yang tidak bisa saya sebutkan 1/1 namun tidak mengurangi rasa sayang saya kepada kalian. Terima kasih kepada seluruh peserta karena sudah berpartisipsai dalam kegiatan ISR Hijau ini. Terima kasih kepada Pihak Reispirasi atas kerja samanya dengan UKM ISR UPNYK dalam unproker ISR HIJAU ini. Juga Mas Deni sebagai perwakilan Pihak Reispirasi, dan Pak Rujito. Juga terima kasih kepada Pak Mursito keringetan yang sudah bersedia datang juga memberi sambutan dalam pembuka acara.
Saya, Thala Nugra Muharam, selaku Humas dalam event ini mengucapkan minta maaf kepada semua pihak jika masih ada kekuranga dengan kinerja saya.