Aku kamu dan dia. Sebelumnya aku ingin mengucapakan terima kasih, kepada kamu. Terimakasih telah mengajarkan aku apa itu cinta dan luka, yang sesungguhnya. Jakarta, 2017 Tertanda seseorang yang kau sakiti dengan sengaja Jakarta, 2015 Pertemuan pertama. Namanya senja gadis berambut panjang bergelombang, dengan lesung pipit dua yang manis itu mampu merobohkan dunia ku. dunia ku yang hanya berisi dengan rutinitas sebagai pelajar kelas dua sma, yang di isi dengan hal yang terpenting bahkan tidak penting ini berubah seketika saat aku mengenalnya Aku mengenal senja melalui sosial media yaitu facebook aku harus berterima kasih banyak kepada, mark zuckerberg dan orang-orang yang berkerja di sana. Perkenalan ku dengan senja semakin dekat, walaupun wajah ini belum pernah saling menatap. Aku mulai tau banyak hal apa saja yang di sukai oleh senja, dia suka warna biru langit, dia suka silat, dia sayang keluarga dan adik lelakinya, dia juga sangat menyukai sekali doraemon bagi dia doraemon wajib ada di dunia dari pada derama korea. Dan kebiasaan buruk dia adalah, tidak mempunyai selera makan yang bagus, sampai-sampai dia selalu di bilang lampu taman, oleh teman-temannya tidak terlalu tinggi dan kecil. Tapi bagiku dialah segalanya. Hampir tiap malam aku rela duduk di pinggir colokan, demi menunggu balasan pesan, dari senja yang hanya membalas pesanku sejam sekali atau tidak sama sekali, kadang aku juga mengirim pesannya dua kali. Senja memang sibuk, tapi buatku tak apa dan bukan masalah. karena dia sedang berlatih keras agar bisa menang di komputisi silatnya, kadang dia bercerita kalau dia mulai capek dan lelah, dan di situlah tugasku. Pertemuan kedua. Jika ada yang lebih indah dari masala lalu, tolong tampar pipiku. Baca lebih lanjut di : irulgiovani.blogspot.com #Penikmathidupyangmatikarenakehidupannya #pencintakopi #Aksimenulis #sastra #worldofpencils #blog #bloger #wattped #tumblr