Tidak Pernah Menyesal
Untuk kamu yang pernah singgah dalam hati dan hariku, ketahuilah bahwa aku tidak pernah menyesal atas apa yang sudah terjadi diantara kita. Mulai dari pertemuan hingga akhirnya memilih arah masing-masing, sama sekali aku tidak pernah menyesali itu semua.
Mungkin memang kamu diciptakan Allah menjadi salah satu tempat aku belajar bahwa jangan berani mencintai hambaNya sebelum benar-benar bisa mencintai Sang Pencipta.
Tapi, apa kamu ingin tau sesuatu? Jika aku diam-diam masih berharap kepada Allah, untuk kita bisa menemukan jalan menuju tujuan akhir yang sama.
Kamu tidak pernah benar-benar pergi, setidaknya itu yang aku bisa rasakan sekarang. Mungkin kita hanya sedang istirahat sejenak untuk saling memperjuangkan karena waktu itu memang masih terlalu jauh jika kita ada di jalan yang sama bukan?
Terima kasih kau pernah dengan sangat bijaksana menjagaku dengan caramu yang sederhana. Sampai akhirnya kita sadar, kalau memang itu bukan yang Allah mau. Lalu, perlahan kita saling menjauh. Menjalani cerita yang tidak lagi ada kata kita di dalamnya. Namun, aku justru lega dengan keputusan kita waktu itu untuk berpisah, karena Allah memang tidak menginginkan kisah kita ada secepat itu.
Lalu, sekarang sudah 4 tahun berlalu.
Apakah masih ada keinginan kamu untuk menjadikanku yang terakhir?
Apakah langkahmu masih bersedia menjemputku kembali dengan jalan yang lebih tepat?
Jika kamu memang pilihan yang terbaik dari Allah untuk aku, sejauh apapun bentang jarak antara aku dan kamu sekarang, tentu tetaplah ada cara terindah dariNya untuk kita bersama. Namun, jika jawaban dari Allah adalah kamu tidak untukku- tidak apa-apa, karena aku yakin Allah telah memilihkan pendamping yang jauh lebih baik dari apa yang aku pernah harapkan.












