Jangan takut menjadi sendiri, jika tujuanmu benar karena Allah. Sebaliknya, juga janganlah takut menikah untuk beribadah bersama, jika benar tujuanmu karena Allah. Semua benar jika dilakukan dengan niat tulus karena Allah. Menikah tanpa pacaran? Bisa. Menikah tanpa kenal dekat sebelumnya? Bisa. Menikah setelah bertahun-tahun pacaran? Bisa. Semua itu adalah pilihan. Mau ambil jalur yang Allah ridha atau yang Allah murka? Itu pilihan dengan konsekuensi masing-masing. Foto ini terkaku teraneh termanis (hueheh) di hari pertama setelah halal. Aneh ada yang gandeng tangan, aneh ada yang jagain, dan aneh ada juga yang harus dibawelin ini-itu. Bisa? Alhamdulillah. Apa kami sudah saling siap? Belum, kayaknya, hoho. Tapi bismillah, learning by doing. Kami sepakat berproses bareng untuk lebih baik. Apa dia adalah lelaki terbaik yang Allah takdirkan untuk saya? InsyaAllah. Dari mana yakin? Dari hati, dari imannya, dari kesungguhannya, dan dari akhlaknya. Semua yang tadinya berupa tanda tanya menjelma sudah menjadi tanda titik. Alhamdulillah, terjawab sudah dengan kehadirannya, dengan sebuah "penantian berharga" kalau kata Rizky Febian mah. Catatan: foto diambil ketika belum membuncit bersama. Eh, kayaknya @waddaturrahman doang yang keliatan "pertumbuhannya". Sekarang malah saya turun sekilo dari foto ini. #pentingbanget #membuncitbersama #ourjourneytojannah #masihbelajar (at Sydney Opera House)