Temennya Dijaga ya!
Satu hal yang gak bisa dilepasin dari fase kehidupan manusia adalah, pertemanan.
Kecil, remaja, dewasa. Teman berganti, ada yang menetap ada yang hilang di telan bumi. Sesekali jika semesta izinkan bertemu teman lama, luar biasa bahagianya, padahal ketemunya di pinggir jalan, gak lebih dari satu menit.
Atau yang lebih ekstrem tiba-tiba liat muka temennya muncul di TV, jadi pembawa berita, atau menjadi yang diberitakan? Pertanyaannya, sudah seberapa lama kita tidak saling sapa.
Pernah gak sih tiba-tiba kepikiran? Temen dari zaman TK sampe sekarang kalau dikumpulin udah sebanyak apa ya? Tapi koq yang sering saling hubungan cuma A, B, C. Gak jarang kita saling bilang "Lu lagi, lu lagi". Rupanya, semakin dewasa semakin paham, temen itu yang emang mau temenan sama kita, tulus.
Pernah saya ada di satu lingkaran pertemanan baru dan saya nyaman. Tapi setelah fase itu berakhir kami saling jauh dan tiba-tiba menghilang satu persatu, tak jarang malah merasa diri sendiri yang dibedakan, ntah apa alasannya. Ah mungkin hanya saya yang terlalu perasa. Mereka tetap baik.
Di lain sisi, ada teman yang tak terpisah fase, dirinya terus hadir walau bukan tiap hari menyapa. Tapi dia "hadir". Dia jadi tempat pulang dari setiap pengembaraan. Untuk saling tukar cerita tentang hal baru apa yang ditemui. Tak ada yang saling canggung, tidak enak hati, ataupun terpaksa. Semua mengalir layaknya air, mungkin disana bukti adanya ketulusan, lahirkan kenyamanan.
Akhirnya saya tak pernah ragu bila memang hanya segelintir orang yang bisa saya jadikan tempat ternyaman, mungkin itu yang di sebut inner circle. Bukan menentang kenyataan, tapi memang hukum alam berjalan apa adanya. Setiap kita juga berhak menentukan mereka, mau disimpan di mana, di lingkaran keberapa.
Ntah bagaimana memang semesta punya caranya sendiri untuk menyeleksi siapa yang pergi dan siapa yang menetap.
Satu pesanku untuk kalian pembaca setia, jangan pernah gadaikan pertemanan dengan apapun. Ntah nanti kamu punya teman hidup yang kamu sayang sepenuh hati, teman yang kamu miliki sekarang tetap harus diberi tempatnya tersendiri. Atau kamu akan larut dalam sepinya menghuni bumi.
Sedewasa apapun kamu, take care, dan jaga baik-baik temanmu yang hebat itu. Dia kiriman Tuhan buat temani kamu jalani berbagai fase hidup. Dijaga ya :)
@gugunm @sekotenggg @fadhila-trifani @adhit21 @mathmythic













