The Personal Side of Camera Selection

#dc comics#dc#batman#tim drake#dick grayson#dc fanart#bruce wayne#batfamily#batfam



seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from South Africa
seen from United Kingdom
seen from China
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from Germany

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
The Personal Side of Camera Selection
A Mouthful Of Forevers - Rewrite.
I am not the first person you have loved, nor will I be the last.
You are not the first person I have promised forever.
We have both known loss like the blade of a knife, and we have both lived with our pain visible on our skin.
Our love came unannounced and in the middle of the darkness.
Our love came when we’d given up on asking love to come.
I think that has to be the best thing about it.
This was how we healed.
I kissed you like forgiveness, you held me like hope.
Our arms like bandages and our promises pressed between us like flowers in a book.
I wrote prose and sonnets in the cracks of our love. And I wrote novels in your insecurities.
I wrote a dictionary using only the words I could find to describe how it felt to be caught by you, when I thought I’d never get up again.
And I was not afraid of all of your scars.
I know sometimes it’s still hard to let me see you
in all your cracked perfection,
But please know:
Whether it was the days you burned more brilliant than the sun,
or the nights you collapsed into my lap,
your body broken into a thousand pieces,
you were the most beautiful thing I had ever seen.
I loved you when you were a still day,
peaceful as a summer breeze.
And I loved you when you were a hurricane,
painful and destructive.
Go where your energy is reciprocated, natured, celebrated and appreciated 🌸 ⠀⠀ Check out my latest post : In Light Of Life ⠀⠀ • Link On Bio • #newpost#blogpost#personalperspective#laugh#love#live#friendship#happiness#inlightoflife#personalblog#goodvibes
Embracing Neurodiversity: A Personal Perspective 🧠
As someone who is part of the autism community, I believe that neurodiversity is not just a concept, but a way of life. It's about recognizing and celebrating the diverse ways our brains function, and understanding that these differences are not defects, but simply different ways of being.
In a world that often values conformity, being neurodiverse can sometimes feel like swimming against the current. But it's these differences that make us unique, that allow us to see the world from a different perspective, and that can drive innovation and creativity.
Let's continue to advocate for acceptance, understanding, and support for all neurodiverse individuals. Because our world is richer for having all kinds of minds.
Everything we see is a Perspective, not the truth.🤫 Featuring: Myself👅 . . . . . . . . . #theportraitsofindia #personalperspective #rishabhjain #citystyle #intotheunknowns #indiaphotoconcept #indiansociety #perspectivegame #notruth #noface #canonselfphoto #mirrorsandme #blackandwhiteart #nocolors #colorlesslife #rishabhkalakaar #mirrorlookselfie #dslrselfie #canon50mm #canonindia #canonandme #thethirdeyeview #delhighaziabad #vaishali #weirdphotographer #fdciwallofframes (at Vaishali, Ghaziabad) https://www.instagram.com/p/CGfFpd4Bwmd/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Let's hear it for @jr_watkins here at the @holidayinnexpress! MAYOR squeaky clean! #JRWatkins #naturalremedies #Bottle #Footwear #PersonalPerspective #Hand #People #Indoors #limelights #phoenixtattoo (at Holiday Inn Express & Suites McDonough) https://www.instagram.com/p/Cb5HQA0OMAqDdXKlDoNC5DVymCvGehV2F3myo40/?utm_medium=tumblr
Membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain itu mungkin adalah hal yang tak terhindarkan bagi seorang manusia. Sebab, pada dasarnya, manusia memiliki tendensi untuk melihat hal yang lebih baik daripada dirinya sendiri.
Bukan karena dia tidak paham. Tidak.
Bahkan seringnya, dia sudah memahami bahwa membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain itu adalah hal yang semestinya tidak dia lakukan, terlebih jika hal tersebut rentan membuat dia menjadi merasa kecil dan putus asa.
"Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, tapi bandingkan dirimu sekarang dengan dirimu yang sebelumnya," katanya.
Dia tahu. Tapi, tidak menafikkan bahwa setiap manusia memang memiliki sederetan idealisme yang ingin dicapainya.
Hingga jika dia menilai bahwa dirinya belum berhasil mencapai idealisme tersebut, dia memandang bahwa dirinya amat kecil karena belum berhasil mencapai hal-hal yang dia cita-citakan ada di dalam dirinya.
Mungkin manusia memang memiliki tendensi seperti ini. Mungkin, kita semua memang memiliki potensi untuk merasa minder karena orang lain. Mungkin ini memang hal yang tidak terhindarkan. Dan mungkin, ini adalah bagian dari sisi kemanusiaan seorang manusia.
Dan itu bisa membuat kita sangat lelah karena kita terus menerus menuntut diri sendiri untuk mampu memenuhi idealisme yang kita buat—untuk menjadi sama dengan orang lain; untuk menjadi sebaik orang lain; dan untuk se-berhasil orang lain.
Kita terus saja menuntut dan memaksa diri kita karena kita tidak ingin tertinggal oleh orang lain. Hingga pencapaian yang didapat orang lain bisa membuat kita minder, merasa gagal, sampai putus asa, hanya karena kita merasa kita tidak se-berhasil orang lain.
Ah.
Hanya jika kita memahami bahwa Allaah telah menggariskan takdir masing-masing bagi setiap hamba-Nya..
Hanya jika kita memahami bahwa Allaah telah menciptakan seorang hamba dalam kondisi yang sebaik-baiknya tanpa kekurangan sesuatu apapun..
Hanya jika kita memahami bahwa pada prinsipnya, seorang muslim yang bijak adalah muslim yang produktif. Dia memiliki target dalam hidupnya, dengan tidak mengagungkan dunianya, namun juga tidak mengesampingkan akhiratnya.
Dia bijak karena dia punya tujuan. Dia berusaha. Dia berdoa. Dan dia mempercayakan pada Allaah, untuk apapun hasil akhirnya, dia yakin bahwa rencana Allaah adalah yang terbaik bagi dirinya.
Dia paham, bahwa takdir Allaah selalu baik. Tidak pernah buruk. Bahwa takdir setiap orang tidak selalu harus sama. Bahwa jalan setiap orang mungkin berbeda. Bahwa kemampuan setiap orang juga berbeda-beda. Tidak ada yang bisa dipaksakan, jika itu adalah hal-hal di luar kuasa manusia.
Dia hanya mengerti, yang bisa dia lakukan adalah berdoa dan berusaha. Dan percaya, sebagaimana pun manusia memiliki rencana, pada akhirnya rencana Allaah adalah yang terbaik.
Ah.. Hanya jika kita memahami itu semua, mungkin kita akan tetap bisa menjadi seorang manusia dengan segala sisi kemanusiaan yang kita punya. Kita tidak menafikkan sisi kemanusiaan kita. Kita sadar bahwa kita bisa merasa kecil, minder, gagal ketika kita menilai diri kita tidak sebaik orang lain.
Tapi dengan memahami takdir, kita tahu bahwa terlepas dari segala rencana, takdir Allaah selalu baik. Hingga semestinya kita tidak perlu berputus asa atas hal-hal yang ada di luar kuasa kita untuk mengaturnya.
Hingga seharusnya, pencapaian yang didapat oleh orang lain tidak membuat kita menjadi putus asa, karena kita tahu bahwa setiap hamba memiliki takdir yang tidak selalu sama. Tapi, baik takdir kita maupun takdir mereka; merupakan takdir yang telah ditetapkan oleh Dzat Yang Maha Adil.
Hingga semestinya tidak ada keraguan apapun atas takdir-Nya. Hingga seharusnya tidak ada kekhawatiran apapun jika kita berada dalam koridor-Nya.
Iya.. Mungkin kita bisa bersedih, tapi tidak seharusnya kita untuk berputus asa.
—atikameilani.//
Malang, 3 November 2019.
The curiosity of always trying
I like beginnings, they're always fresh, like the mornings and spring and youth. Beginnings always bring hope and energy, they open new perspectives, they make you grow.
Some people don't like beginnings. They're afraid of trying something new. Maybe because you can't control a beginning, you can't be too knowledgeable of it, so it can make you unsure of yourself and unconfortable.
Maybe these are the people that also got to end things, and they know how hard it's to let go. That's why they don't want to get in again.
I admit, I have a sin for beginning things and never finish them. Maybe as well because I'm afraid to let go and to end things.
For example I got to finish a book today, one among 10 books which I've started in the last weeks. And I felt disappointed and almost betrayed by the poor thing. It showed its limits, it didn't let me dream upon it anymore. It was interesting for 350 pages and that was it.
I guess I should start loving or at least accept the endings and understand their purpose.
It's hard to do so. It's hard to accept the limitations of an ending after being used all this time with the infinite power of beginnings.