Jika kedua pihak bermandikan kebenaran, mengapa ada darah yang bercucuran?
Aku tak tahu anak tangga mana yang harus ditapak terlebih dahulu; baik, benar, selamat?
Oh tidak, ada dua tanda tanya bahkan sebelum sebuah jawab usai. Bilakah manusia dilahirkan dengan menggenggam prasangka-prasangka? Sial siapa yang menyiratkan tanda ini? Semakin aku mencari semakin jauh aku dari jawaban, terus saja bergulir, membengkak, meledak, boom.
Aku tahu kamu bingung, mungkin kita juga menyukai hal seperti itu, takkan pernah benar-benar ada yang namanya jawaban sampai akhirnya Tuhan bilang;
So, mati dalam pencarian sepertinya adalah jawaban, karena setiap tanda dan petanda hanyalah isyarat untuk isyarat yang lainnya. Terus saja begitu.
Ou ou, aku melihat seseorang melompat dari gedung tinggi di kepalaku. Dia bahagia sejauh badannya hampir terhempas beton keras, lalu dia mulai sadar. "Sial, aku salah gedung!" Ujarnya sedikit kesal.
Ou ou tidak yang melihat seorang melompat di kepalanya itu hanya imajiner juga ternyata, ternyata orang itu hanya menuliskan sebuah kisah ironi semata, aku tahu itu! Aku tepat bersamanya ketika ia membuat prosa macam itu.
Ou ou tidak kami orang yang sama ternyata, seberapa banyak ruh tercacah ditempat ini sekarang? Hmm... Kepribadian ganda? Ah sial tanda itu muncul lagi! Jangan ajukan tanya. Mari kita cari tahu cara lain tanpa tanda.
Ou ou tidak, segala sesuatu sepertinya hanya tanda, biar lebih mudah, ou ou tidak, mudah juga cuma tanda untuk membedakan beberapa hal yang sebenarnya sama, bentuk dan ukurannya mungkin yang beda. Ou ou sial aku gila, tidak terjadi apa-apa ternyata.
Rasanya begitu nyata, mungkinkah? Ah sial aku lupa kalau tanda itu tak boleh lagi muncul. Ou ou sampai sejauh mana ini, absurd. Pagi sudah, sial. Ini juga tanda.