"Gercep itu memang perlu dilakukan dalam segala kegiatan yang meminta disegerakan."
Saat semua rentetan pekerjaan meminta di usahakan kelar, saat aktivitas saling berbenturan tuntutan itu tetap tidak mau tahu. Semua harus selesai tanpa tenggang waktu. Saat begini kita harus gerak cepet alias gercep. Tetapi gercep yang dimaksud adalah gerakan cepat dengan ketangkasan. Tidak cuma gercep tapi kerjaan tidak karuan. Memilih pekerjaan yang mudah untuk diselesaikan dulu dengan fokus pada satu titik itu lebih utama dibanding mencoba-coba namun tidak ada hasilnya. Meningkat dari satu aktivitas ke aktivitas lain yang lebih berat membuat pekerjaan terasa mudah di jalaninya. Tidak merasa terbebani meski sebenarnya pekerjaan pekerjaan itu menumpuk banyak sekali. Dan dari gercep tadi kita bisa mendapat sensasi sendiri.
Heppi..bonus yang kita dapat saat mata kita menangkap lembar-lembar kerja tertata di meja kita. Rapi, selesai juga sudah terkoreksi.
Tapi kadang ada orang yang gercepnya luar biasa pada hal yang bukan urusannya.
"Hari ini melihat langsung laki-laki yang gercepnya luar biasa saat melayani perempuan-perempuan muda belia. Dan lamanya dia saat berhadapan dengan sesama lelaki dengan usia di bawahnya."
Gercep yang begini sangat tidak dianjurkan. Gercep tadi hanyalah modus. Tidak tulus dan jelas pekerjaannya nanti tidak akan semulus gercepnya itu.
Hari ini saat dikejar deadline penarikan naskah soal dari berbagai guru di jurusan, saat harus menghandel siswa yang keluar-keluar juga melayani materi di kelas matematika. Saat menghampiri rekan sendiri yang sungguh menguji diri ini.
"Gercep membuat saya berhasil menyelesaikan tugas dengan waktu terbatas"