Terima kasih sebab dulu kau membiarkanku terjatuh, kini aku mengerti bagaimana caranya bangkit berdiri kembali.
Terima kasih sudah menjaga radius pertemananku, kini aku nyaman berada di lingkaran pertemanan yang mendekatkan pada kebaikan.
Terima kasih, sebab tidak pernah lelah mengingatkan agar selalu menjaga mahkota diri. Kini aku memahami betapa pentingnya penjagaan ini.
Terima kasih sudah melarangku tidak mengunjungi tempat-tempat yang tidak bermanfaat. Kini aku mengerti, tempat-tempat itu hanya akan meliarkan syahwat.
Terima kasih sudah melarangku tidak mengikuti trend kawan-kawam seusiaku. Kini aku mengerti, jika mengikuti trend hanya akan membuat kita berlelah dalam payah.
Terima kasih untuk ruang ruang diskusi yang selalu kau sediakan. Aku sedikit mencuri bagaimana bijakmu memberi solusi.
Terima kasih untuk untaian doa doamu yang meski tak kudengar, tapi terbukti membawaku hingga ke titik kesuksesan ini.
Maaf dulu seringnya kusambut segala sayangmu dengan kemarahan, bahkan kuakui maki pernah terkata di hati.
Sekarang aku paham Ayah, aku paham betapa penjagaanmu begitu luar biasanya untukku.
Maaf dan terima kasih, untukmu Ayah.