IKHLAS DAN POPULARITAS part 1
Ikhlas dimaknai dengan murni, bersih dan terbebas dari noda.
sedangkan niat adalah dorongan hati yang hanya bisa diketahui Allah semata. bahkan malaikatpun tidak mengetahuinya.
maka niat yang ikhlas adalah niat yang ditujukan hanya untuk mencari ridho Allah semata, tanpa dikotori niat selain untuk-Nya.
dalam hadits Anas ra, disebutkan bahwa beliau berkata, "pada hari kiamat, para malaikat datang sambil membawa lembar² yang tersegel. Lalu Allah berfirman, "Lemparkan yang ini dan terima yang ini !"
Para malaikat berkata, "demi kemuliaan-Mu, kami tidak menulis kecuali seperti apa yang terjadi."
Lalu Allah SWT berfirman "ini ditujukan kepada selain-Ku, sementara pada hari ini Aku tidak menerima kecuali yang dimaksudkan untuk-Ku."
"dan Kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami akan jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al Furqon:23)
selain ikhlas, ada syarat lain agar amalan diterima Allah, yaitu dilakukan sesuai tuntunan rasul SAW. seperti yang dikatakan Ibnul Qayyim, "Amal yang dilakukan tanpa keikhlasan dan peneladanan terhadap Nabi SAW, bagaikan seorang musafir yang memenuhi kantongnya dengan pasir, sehingga memberatkan dan tidak memberikan manfaat apa-apa baginya.”
orang yang ikhlas digambarkan oleh Ibnu Mas’ud r.a seperti orang yang berjalan di atas pasir, tidak terdengar langkah-langkahnya, namun terlihat bekas-bekasnya.
di saat lain, Ibnu Mas'ud r.a berkata :
"jadilah kalian sebagai sumber mata air ilmu, lampu² (cahaya) petunjuk yang menetap di rumah², pelita di waktu malam yang hatinya selalu baru, yang kusut pakaiannya, dan dikenal oleh penduduk langit, tetapi tersembunyi dari penduduk bumi.
saat ini muncul stigma bahwa orang yang ikhlas, orang yang tha'at, otomatis adalah orang yang tidak terkenal. dan sebaliknya, bila orang terkenal karna kebaikannya, maka bisa dipastikan itu adalah pencitraan (tidak ikhlas). karna popularitas adalah musuh dari keikhlasan itu sendiri. seperti yang dikatakan Ibrahim bin adham, "tidak akan jujur kepada Allah orang yang mencintai ketenaran."
lawan dari ikhlas (memurnikan ketauhidan) adalah syirik (mempersekutukan). salah satunya yaitu riya'. riya' menurut imam ghazali adalah keinginan mendapatkan keuntungan dunia dengan melakukan amal akhirat, dan mengharapkan sesuatu dari manusia.
maka kecelakaanlah bagi orang² yang sholat, (yaitu) orang² yang lalai dari sholatnya, orang² yang berbuat riya' (QS. Al ma'un : 4-6)
Abu Sulaiman berkata, "beruntunglah bagi orang yang mengayunkan satu langkah kaki secara benar, yang tidak menginginkannya kecuali karna Allah semata.
ketika seseorang bertujuan untuk mendapatkan popularitas dunia, maka ia akan bersusah payah untuk mendapatkannya. dan Allah pun berlepas dari orang seperti ini. niatnya bukan karna ridho Allah, tapi ridho manusia.
namun ada sekelompok orang jadi menahan diri melakukan kebaikan di depan orang lain, karna kawatir dirinya terkena riya', ini juga tidak diperbolehkan, karna berarti mengikuti was² yang dihembuskan syetan.
ketenaran yang tidak diniatkan atau dipaksakan, maka bukanlah suatu kesalahan.
Imam Al Ghazali mengatakan, " (ketenaran) itu fitnah bagi orang² yang lemah (keimanannya), dan tidak demikian bagi orang² yang kuat (keimanannya)."
lalu seperti apa contoh aplikatif ketenaran tanpa diikuti rasa riya' dalam kehidupan manusia...? insya Allah kita bahas di part 2 ya sist...
Frasa: Perempuan, Ilmu, dan Rasa













