(jangan) tunggu Bencana baru Percaya
Bertahun-tahun kita menelan pelajaran agama, belajar mengenal Tuhan, belajar mengenal para utusan yang jelas-jelas berbeda zaman. yang bahkan bertemu pun tidak pernah. Kemudian mempraktikkan kewajiban yang agama orang tua katakan. Menambah ukuran pakaian sesuai aturan. Hingga menjaga seluruh anggota badan dari perilaku sembarangan.
hampir semua yang agama katakan, sudah kita tunaikan. hampir semua yang orangtua bilang, sudah dilakukan. Padahal kita tidak hidup dengan para utusan (para nabi). Padahal kita tidak pernah melihat orang pertama yang membawakan agama ini. Padahal kita tidak ada disana ketika cerita-cerita dalam Al-Qur’an terjadi.
Padahal kita tidak melihat langsung apalagi merasakannya.
Begitupun tidak pernah melihat orang mati yang sengaja dibangkitkan lagi, tidak pernah bersama para pemuda yang tertidur ratusan tahun dan bisa terbangun lagi, ataupun saat pertama turun aturan yang kita praktikkan saat ini. Kita memang tidak pernah melihatnya. Tapi apa itu menjadi alasan untuk tidak beriman dan mengamalkan?
Lalu bagaimana dengan zaman sekarang? Apa saat di berita ada kabar bencana dan harus mengirim bantuan segera, apa lantas kita percaya?
Padahal kita tidak melihat langsung apalagi merasakannya.
Tapi tentu saja kita akan percaya. Karena kita percaya pada sumber beritanya. Reporter melihat apa yang tidak kita lihat, masyarakat disana merasakan apa yang tidak kita rasakan dan kitapun percaya. Tidak mungkin kita abai dan membiarkan.
Itulah istimewanya seorang manusia. Allah menciptakan manusia mampu berpikir dan memahami sesuatu, meskipun belum pernah meilhatnya. Tidak dengan binatang. Ketika berhadapan dengan api, ketika dalam bahaya, binatang akan bergerak jika mereka melihatnya. Sedangkan manusia, tentu akan bersikap setelah memahaminya. Itulah istimewanya seorang manusia.
Terlepas dari bencana yang baru terjadi diseluruh belahan bumi, jangan sampai kita lupa bahwa segala musibah bisa saja berawal karena maksiat hingga masih Allah beri kesempatan untuk bertaubat.
Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang akan menyesal dikemudian hari, semoga kita bukan termasuk orang yang lebih percaya pada pandangan mata dibanding akal dan ilmu yang Allah ciptakan untuk manusia, dan bukan termasuk orang yang menunggu pembuktian hingga datang hari kebangkitan. Melainkan termasuk sebagai orang-orang yang selalu bertaubat dan Allah beri petunjuk (hidayah). Hingga segala masalah membuat iman kita makin bertambah dan semakin membuat Allah cintah ❤