Perjuangan Belum Selesai
Masa-masa ramadhan itu ibarat sedang berlari di pacuan kuda.
“Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish ia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan. Maka jangan sampai kuda lebih cerdas darimu.
Karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Untuk itu, jika kamu termasuk dari yang tidak baik dalam penyambutan, maka semoga kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.” (Al-Imam Ibn Al-Jauzy)
“Bila engkau kehilangan awal ramadhan, maka jangan sampai engkau kehilangan akhirnya. Bila engkau lalai pada awalnya, maka kini masanya untuk bersungguh-sungguh. Genapi segala kekuranganmu disisa ramadhan yang ada.”
(Intisari khutbah Dr. Sholah Al-Budair hafidzahullah. Madinah, jum'at 19 ramadhan 1437 H) -diterjemahkan oleh ustadz Aan Chandra Thalib hafidzahullah-
Ramadhan belum berakhir.
Tetaplah berjuang hingga akhir. Hidupkan kembali sisa-sisa waktu terakhirmu. Mungkin saja ini kesempatan terakhirmu. Karena banyak para penghuni kubur ingin sekali dihidupkkan meski sehari saja agar bisa beribadah kepada Allah di bulan ramadhan ini.
Ingatlah. Ini bukan soal bagaimana awalnya, tapi bagaimana akhirnya.
“Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung penutupanya.” (HR. Bukhari)
Semoga Ramadhan kita husnul khotimah. Allahumma innaka ‘afuwun tuhibbul 'afwa fa'fu anni.
beberapa inspirasi darisini










