PSIM Sudah Pelajari Gaya Penalti Solikin, Tapi Kiper Masih Salah PSIM Jogjakarta sebenarnya sudah mempersiapkan pertandingan melawan Persebaya Surabaya dengan sangat detail. Sayang, pada akhirnya tim berjuluk Laskar Mataram ini takluk di tangan Persebaya dengan skor tipis 2-1, Rabu (16/8) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Ananto Nurhani, asisten pelatih PSIM menjelaskan bagaimana persiapan timnya untuk menghadapi Green Force - julukan Persebaya. Strategi sudah tersusun rapi. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan bila Persebaya memperoleh peluang lewat set piece. Menurut Ananto, tim pelatih PSIM sudah mengantongi dua nama eksekutor bola mati yang biasanya di andalkan Persebaya yakni Misbakhus Solikin dan Irfan Jaya. Meski sudah diantisipasi, PSIM masih saja kecolongan oleh gol penalti Solikin pada menit ke-42. "Skenario yang kami buat sejatinya sudah kami sampaikan saat briefing. Termasuk saat penalti. Sudah kami pantau dan pelajari penalti Misbakhus Solikin dalam tiga sampai empat pertandingan sebelumnya. Tendangannya selalu mengarah ke kanan, tapi kiper tetap ambil ke kiri," ucap Ananto. Selain set piece, PSIM juga kaget oleh gol cepat Persebaya yang dicetak Oktafianus Fernando pada menit ke-16. "Kami kecolongan oleh gol cepat di babak pertama. Kami banyak peluang di babak kedua yang tidak bisa dimaksimalkan. Akhirnya kami bisa cetak gol di menit-menit akhir," sambungnya. "Persebaya luar biasa. Main dengan strategi dan organisasi permainan yang luar biasa. Intinya kami kurang beruntung di pertandingan malam ini. Secara psikologi kami juga dalam kondisi tertinggal. Sehingga pemain ingin cepat mengembalikan keadaan," tutup Ananto. Photo: M. Syafaruddin #seputarpersebaya #persebayasurabaya #psimyogyakarta #greenforce #wani