Membangun ketangguhan keluarga dari rumah
Berbicara tentang keluarga adalah berbicara tentang segala hal “yang pertama”. Tempat pertama untuk bertumbuh. Tempat pertama untuk belajar bagi setiap individu. Keluarga merupakan rumah yang memberikan tidak hanya dukungan fisik namun juga emosional. Keberfungsian sebuah keluarga tidak hanya akan berdampak pada seorang individu, namun juga berdampak pada kehidupan masyarakat secara umum. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga disebut-sebut sebagai institusi yang paling tangguh (Defrain & Asay, 2007). Lalu, di tengah kehidupan modern yang sangat dinamis sekarang ini, seperti apa sesungguhnya keluarga yang kuat itu?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh John Defrain pada banyak keluarga di berbagai negara,
terdapat empat karakteristik yang menunjukkan karakteristik keluarga yang kuat. Keempat hal tersebut yaitu:
Adanya apresiasi dan afeksi yang ditunjukkan dengan adanya kepedulian serta penghargaan di antara anggota keluarga, rasa persahabatan, juga memiliki selera humor dalam kesehariannya
Komitmen untuk saling percaya, saling bergantung, mengutamakan kejujuran, kesetiaan, dan kemauan untuk saling berbagi.
Mengembangkan komunikasi yang positif dengan cara saling memberikan compliment, berbagi perasaan, menghindari sikap saling menyalahkan, mampu untuk berkompromi, dan bersikap asertif.
Menikmati waktu bersama dengan pertemuan yang berkualitas dan dalam waktu yang cukup.
Memiliki kesejahteraan spiritual dengan mengembangkan nilai-nilai hidup bersama.
Memiliki kemampuan untuk mengelola stres dan krisis secara efektif. Keluarga yang kuat mampu melihat krisis sebagai tantangan dan kesempatan untuk berkembang bersama.
Keluarga yang kuat merupakan rumah yang baik bagi anak-anak untuk tumbuh dengan baik. Namun demikian, keluarga yang kuat tidak berarti keluarga yang sempurna. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang memilih untuk menghadapi setiap kesulitan sehingga bisa terus berproses untuk berkembang. Keluarga yang kuat fokus untuk memastikan setiap fungsi yang ada dalam keluarga bisa berjalan dengan baik. Hal ini berarti keluarga yang kuat tidak selalu yang memiliki struktur yang lengkap. Sebagai contoh, keluarga dengan orang tua tunggal tetap bisa menjadi keluarga ketika setiap anggota keluarga menjalankan fungsinya dengan baik (Defrain & Asay, 2007).
Keberfungsian setiap anggota keluarga salah satunya ditentukan oleh kondisi kesehatan mental setiap anggota keluarga. Hal ini dikarenakan adanya keterikatan antar setiap anggota keluarga. Misalnya jika salah satu anggota keluarga hanya fokus pada permasalahan keluarga, maka yang lain pun hanya akan fokus pada masalah. Namun jika bisa melihat pada potensi kekuatan yang dimiliki keluarga, maka yang lain pun demikian (Defrain & Asay, 2007).
Berikut ini merupakan cara untuk memperkuat dan menjaga kesehatan mental keluarga (Iqbal, M, 2018):
Memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menjalankan syariat agama. Agama merupakan panduan dalam hidup. Dengan pemahaman agama yang baik, kita punya landasan yang kuat dalam menjalani hidup dan tidak semata berorientasi pada dunia tetapi juga akhirat.
Menjalankan pola hidup yang sehat dan seimbang. Fisik dan psikis tidak dapat dipisahkan. Makanan yang sehat, olahraga yang teratur, hingga berlibur dapat memperkuat kesehatan mental.
Menjalin hubungan sosial dengan masyarakat. Dengan bergaul dengan masyarakat, setiap anggota keluarga dapat belajar dinamika dalam kehidupan. Hidup pun akan lebih bermakna dengan mengikuti berbagai kegiatan sosial.
Senantiasa terus belajar. Dengan banyak menuntut ilmu -membaca buku, menghadiri majelis ilmu- kapasitas seseorang dalam menghadapi persoalan hidup akan semakin baik. (ay)
Sumber: DeFrain, John & Asay, Sylvia. 2007. Strong families around the world: An introduction to the family strengths perspective. Marriage & Family Review. Vo. 41, no.1/2, pp. 1-10
Iqbal, M. 2018. Psikologi Pernikahan. Jakarta: Gema Insani
SUPERMOM's NOTE Edisi #psycorner 2 Desember 2019
Email : [email protected]
Fanpage FB : https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/
Twitter : https://twitter.com/supermom_w
Instagram : https://www.instagram.com/supermom_w/
Tumblr : http://supermomwannabee.tumblr.com/
WhatsApp: +6281904714215















