ANTI PANIK DI USIA DUA PULUHAN LIMA 💞
Di kehidupan sosial, ada alur yang dianggap umum dalam tingkatan hidup seseorang. Sekolah-kuliah-bekerja-menikah-punya anak. Alur itu terkadang dianggap satu-satunya alur yang benar. Maka, ketika seseorang tidak atau belum melalui salah satu tingkatan, dia akan dianggap ‘berbeda’ dan mengundang banyak tanya. “Lho kok nggak kuliah?” “Belum dapat kerja ya?” “Nungguin apa kok belum nikah?” “Sudah isi atau belum nih?” dan lain-lain.
Pada usia 25-an, secara umum dianggap sebagai waktu yang tepat untuk menikah. Maka, jika pada usia itu seseorang belum menikah, akan banyak pertanyaan dari sekitar yang mungkin akan membuat seseorang itu panik, takut, gundah, dan muncul perasaan-perasaan negatif dalam dirinya.
Tiga perasaan yang mungkin dimiliki oleh seseorang yang belum menikah:
1. Kebingungan
Mungkin seseorang sudah mempunyai karier yang cemerlang dan paras yang rupawan. Maka, ketika pada usia 25-an ia belum bertemu dengan pasangan yang tepat, muncul pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya. “Apa yang terjadi?” “Apa yang salah dengan aku?” Kebingungan ini diperburuk dengan pertanyaan dan komentar orang-orang atas dirinya.
2. Ketakutan
Ketakutan adalah bagian dari kehidupan. Kita semua mengalaminya dari waktu ke waktu. Di usia 25-an, seseorang mungkin takut jika ia tidak pernah menemukan pasangan untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Atau ia takut ketika usianya sudah tak muda, maka ia harus menerima siapa saja yang akan dijodohkan dengannya. Ia juga takut jika orang tuanya semakin menua, dan tidak sempat lagi menyaksikan ia menikah. Adalah normal untuk merasa kecewa dan takut ketika kehidupan seseorang terasa berada di tempat yang tidak diharapkan.
3. Merasa Tertinggal
Dalam satu masa, mungkin seseorang akan merasa bahwa orang-orang di sekitarnya telah berjalan jauh di depan, sedangkan ia masih tertinggal di belakang. Teman-temannya sudah menikah, sepupunya sudah mempunyai anak, orang yang dulu dekat dengannya sudah merencanakan pernikahan, dan lain-lain. Hal ini terkadang membuat ia menjadi sangat cemas dan gundah.
Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kegundahan itu adalah:
1. Ingat bahwa Media Sosial Bukanlah Realitas
Di media sosial, orang-orang dapat membagikan foto dan tulisan yang menceritakan betapa menakjubkan kehidupan dan keluarga mereka. Namun, foto dan tulisan ini tidak selalu menceritakan keseluruhan cerita. Sudah dibahas dalam tema #psycorner sebelumnya bahwa orang-orang sangat berhati-hati dalam menampilkan persona online mereka. Mereka memilih hal-hal tertentu yang ingin ia bagikan, dan menyimpan hal lain. Mereka, tentu mempunyai sisi kehidupan yang tidak ideal. Maka dari itu, kita tidak perlu dipusingkan oleh unggahan-unggahan di media sosial.
2. Ingat Kamu Tidak Sendirian
Kamu bukan satu-satunya orang yang berada dalam situasi sulit, dan kamu juga bukan satu-satunya orang yang belum menikah di usia 25-an. Jika kegundahan datang, ingat-ingatlah bahwa banyak orang yang lebih tidak beruntung dari kamu. Yang usianya jauh lebih tua dan juga belum menikah. Yang menikah di usia muda namun pernikahannya gagal. Yang masih harus berjuang dengan masalah yang lebih berat hingga ia tidak bisa memikirkan tentang pernikahan, dan lain-lain.
3. Ingat Kita Semua Melalui Masa-Masa Sulit dalam Hidup
Bahkan orang-orang yang sudah menikah pun, tentu hidupnya tidak selalu berjalan lancar. Ada yang harus berjuang dengan pernikahan jarak jauh, ada yang sudah menikah namun mengalami kondisi ekonomi yang buruk, ada yang mengalami kerepotan yang luar biasa dalam mengurus anak, dan lain-lain.
Kita semua menghadapi tantangan. Tantangan-tantangan ini mungkin berbeda antara satu orang dengan orang, tetapi setiap orang mengalami saat-saat yang mudah dan saat-saat sulit. Sebagaimana roda, semua orang pasti mengalami kondisi di atas dan di bawah. Maka percayalah, kegundahan yang kamu alami saat ini akan segera usai.
4. Teruslah Isi Waktumu dengan Hal-Hal yang Positif
Adalah hal yang sangat rugi ketika seseorang mengalami suatu kesulitan, ia justru memilih menghabiskan waktu yang ia punya untuk merutuki hidupnya. Maka, isilah selalu waktu yang kamu punya dengan hal-hal yang positif. Tingkatkan kariermu, luaskan pergaulanmu, belajarlah hal-hal baru. Jika sudah menikah kelak, mungkin waktu luangmu tidak akan sebanyak sekarang.
💎 Satu hal yang paling penting dan harus ditanamkan adalah, bahwa jodoh adalah takdir Allah. Sebagaimana kematian, tidak ada yang bisa mempercepat, memperlambat, ataupun menukarnya. Jika hal itu tertanam pada seseorang, maka ia akan lebih tenang dan terhindar dari kekhawatiran yang berlebihan. Demikian, semoga bermanfaat. (rm)
✔ Sumber: goodtherapy(dot)org
🌷SUPERMOM's NOTE🌷
Edisi #psycorner 17 Oktober 2018
☘ Email : [email protected]
☘ Fanpage FB : https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/
☘ Twitter : https://twitter.com/supermom_w
☘ Instagram : https://www.instagram.com/supermom_w/
☘ Tumblr : http://supermomwannabee.tumblr.com/
☘ WhatsApp: +6281904714215
☘ Line: @qxb9368f (use @) Link: http://line.me/ti/p/%40qxb9368f