Kau .... Tentu kau adalah teman diriku Yang selalu baik padaku Tetap saja kau tetap menjahiliku Menggangguku Permintaan apa yang ku minta Kau selalu mengiyakan Ketika ku pinta berikan itu boneka Kau berikan tanpa alasan Ketika ku pinta, bolehkah ku meminjam alat pencetak dan meminta sedikit kertas Kau memperbolehkannya Ketika ku pinta tolong cetakkan formulir ini Kau berkata ,” Sebentar, tak selesaikan game ini dulu.” Dan menunggu. Akhirnya aku menekan tombol Alt + F4. Kataku, “ Lha, kok tidak keluar.” Dia pun tak marah. Tawa pun keluar. “Sini..sini.. tak cetakkan.” Tak ada teman untuk saling berbagi Kau bersedia menjadi teman , saling berbagi solusi Ku menyukai mu, teman ku, sahabat ku Kau tak lebih dari itu Sejak kapan, pikiran tentangmu merasuk? Sering kali kau masuk dalam mimpi Saat kau meminta bantuanku Ku mangabaikan maksud dari pesan itu Karena ku merasa senang Bagaimana pun, kau bukan siapa-siapa Kau juga pasti berpikiran yang sama Hanya saja, perlakuan baikmu Membuat berfikiran yang lebih untuk mendapatkanmu Atau rasa yang ku memiliki pun sesaat Tetapi hingga saat ini Rasa itu sering membuat sakit Berharap untuk berjumpa, hingga kini. Rilo Adi Nugraheni Sleman, 03 Februari 2017 #puisicinta #7puisicintafebruari #puisicinta1 #kelaspuisi