Family Photo
Raditz, his adopted sister, his foster parents and their pets!
Read Too Far Gone here

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from Maldives
seen from China

seen from United States

seen from Maldives
seen from Poland

seen from China
seen from China
seen from Austria
seen from Ukraine

seen from Yemen
seen from United States
seen from Poland
seen from Yemen
seen from Australia
Family Photo
Raditz, his adopted sister, his foster parents and their pets!
Read Too Far Gone here
Diam-diam Part 10
Mendung memayungi kota Lembang. Udara sejuk mulai menyapa akrab sejak aku memasuki kota ini. Aku merapatkan kardigan tipis berwarna kuning gading ke tubuhku, menyesal karena tidak membawa jaket yang lebih tebal.
"Dingin?" suara Adi memecah sunyi yang sedari tadi membeku bersama udara kota Lembang.
"Sedikit." Jawabku jujur, lalu kembali melihat ke luar jendela.
"Pakailah." Adi menyodorkan jaket berwarna biru navi miliknya.
"Tidak usah Pak. Bisa tolong ACnya dinaikkan suhunya saja." Aku menolak dengan halus. Adi segera meminta sopir menaikkan suhu AC. Rupanya aku tetap merasakan dingin. Entah kenapa biasanya aku tahan dengan hawa dingin, tapi tidak untuk hari ini.
"Pakailah Sel, kamu menggigil." Adi memaksa. Akupun menerima jaket dan segera memakainya. Rasa dingin sedikit berkurang.
"Sebentar lagi kita sampai ke lokasi proyek. Sabar sedikit ya Sel." Adi berusaha menghiburku. Aku hanya mengangguk kecil dan menyunggingkan senyum.
Langit mulai menitikkan air matanya ketika kami tiba di lokasi proyek. Semakin lama semakin deras. Kudengar Adi berbicara di telepon dengan seseorang. Rupanya aku tertidur. Kebiasaan buruk jika udara terlalu dingin. Aku mengerjapkan mata berusaha memfokuskan indera penglihatan dan pendengaranku.
"Tidur saja Sel, sepertinya kamu kelelahan ditambah udara yang dingin. Kita tidak jadi meninjau lokasi proyek. Hujan terlalu lebat jadi untuk sementara kita ke villa saya." Jelas Adi tanpa menungguku bertanya. Aku hanya mengangguk dan kembali terlelap. Mataku terasa berat.
Aku merasa ada seseorang yang mengguncang bahuku pelan. Aku membuka mataku yang terasa berat. Kulihat wajah Adi hanya sejengkal dari wajahku. Kaget, aku menjauhkan kepalaku ke belakang. Terdengar bunyi duk keras diikuti oleh pekikan kecil dari mulutku. Adi tersenyum simpul melihat tingkahku.
"Kamu gak apa-apa?" Tanyanya kemudian.
"Ya jelas apa-apa lah. Sakit." Jawabku sambil mengusap kepalaku. Adi mengulurkan tangan dan mengusap kepalaku. Aku berusaha menghindar tapi dia bersikeras.
"Jangan bergerak tiba-tiba kayak gitu nanti kejedot lagi." Katanya mengingatkan.
"Pak Adi yang bikin saya kaget. Kenapa juga harus deket-deket gitu ngebangunin saya." Aku protes.
"Habisnya kamu manis kalau sedang tidur." Adi berkata kemudian bergegas turun dari mobil meninggalkan aku yang terbengong-bengong mendengar ucapannya.
Bersambung...
Listen I am in love with Raditz and I have been for like...18 years.
Editor Ketahuan Punya Bisnis Sampingan, Ini Yang Gue Lakukan.. APIK!
Anak Artis Sekolah di Usia Dini, Prilly Diduga Selingkuhan Raditya Dika
Anak Artis Sekolah di Usia Dini, Prilly Diduga Selingkuhan Raditya Dika
Jakarta – Seharian kemarin, detikHOT diramaikan dengan begitu banyak pemberitaan menarik seputar dunia hiburan. Salah satunya adalah era baru di mana banyak artis yang memberikan pendidikan usia dini kepada buah hatinya. Selain itu, ada juga kabar lain yang datang dari Prilly Latuconsina. Gara-gara buku kumpulan puisi, ia disangka menjadi selingkuhan Raditya Dika. Berikut adalah 5 berita…
View On WordPress