Jam delapan lewat 5 menit kereta berhenti di stasiun Juanda. Batas toleransi keterlambatan 10 menit jadi aku hanya punya waktu 5 menit untuk keluar dari peron kemudian naik ojek dan sampai di kantor. Aku mengangguk kepada Radit, sebagai rasa terima kasih. Radit mencekal pergelangan tanganku ketika aku hendak melangkah menuju tangga. Aku menatapnya heran dan berusaha melepas cekalannya. Sia-sia, genggamannya terlalu erat hingga terasa sakit.
"Sakit" aku berkata dingin, dalam hati aku merutuki kemampuan mulutku dalam berbicara.
"Sorry" ucap Radit melepaskan pergelangan tanganku dari genggamannya. Aku mengusap pergelangan tanganku yang memerah.
"Boleh minta nomer handphone?" tanya Radit sambil menyodorkan smartphone keluaran terbaru yang berlogo buah apel.
"Untuk apa?" aku bertanya, mataku melirik arloji di pergelangan tangan kiriku, tiga menit telah berlalu dengan sia-sia. Aku menghembuskan nafas pasrah mungkin memang sudah nasibku terlambat masuk kantor. Peron sudah mulai sepi hanya ada beberapa orang yang menunggu di kursi-kursi peron.
"Ayolah, aku ingin mengenalmu lebih jauh. Kita kan sudah saling bertukar nama tadi" Radit bersikukuh. Aku mengambil smartphone miliknya dan mengetikkan nomer handphoneku.
"Aku duluan, sudah telat" aku menyerahkan smartphone lalu beranjak pergi tanpa menoleh.
"Sal, makan yuk" ajak Rani teman sekantorku.
"Duluan aja deh Ran, nanggung nih" aku menolak masih sibuk mengetik laporan.
"Oke, lo mau dibeliin sesuatu gak?" Rani menawarkan.
"Tidak usah Rani sayang." Aku menoleh ke arahnya sambil tersenyum.
"Klo gitu gue duluan ya, udah laper banget." Rani berlalu meninggalkanku yang kembali berkutat dengan laporan yang berteriak minta diselesaikan.
Tiba-tiba hp ku berbunyi pertanda ada pesan whatssapp masuk. Aku melihat notifikasi yang muncul. Nomer tidak dikenal, aku mengabaikannya. Kembali berkonsentrasi pada laporan yang sedang kukerjakan.
Telpon di mejaku berdering, angka 11 berkedip-kedip menunjukkan telepon dari ruangan direktur.
"Halo, iya pak?" aku menyapa.
"Sally, laporan yang saya minta sudah selesai? Saya ada meeting jam 2 jadi sebentar lagi saya keluar kantor" kata Pak Adi dari seberang sambungan.
"Tinggal finishing Pak, give me five minutes Sir. I'll print and take it to your room" jawabku.
"Ok, I'll be waiting" lalu sambungan terputus.
Aku segera meneruskan pekerjaanku. Terdengar hp ku berbunyi dua kali, whatssapp dari nomer yang sama. Aku masih mengabaikannya. Setelah menyelesaikan laporan dan mencetaknya aku segera menuju ke ruangan pak Adi, direktur di kantorku. Aku mengetuk pintu dan terdengar suara pak Adi menyuruhku masuk.
"Permisi Pak, ini laporan yang Bapak minta" aku meletakkan laporan di meja. Pak Adi tampak sibuk memeriksa dokumen, dia hanya mengangguk sekilas. Aku sudah terbiasa dengan perlakuan bosku yang seperti itu.
"Ada yang bisa saya bantu lagi Pak? Kalo tidak ada saya permisi mau makan siang" aku bertanya dengan sopan.
"Sally, kamu lunch bareng saya" kata Pak Adi sambil membereskan dokumen dan memasukkannya ke tas kerja dan memanggilnya di punggung. Pak Adi memang masih muda, baru 28 tahun single jadi gayanya pun masih seperti kebanyakan lelaki seumurannya.
"Maaf Pak, bukankah bapak ada meeting dengan klien?" aku bertanya tak mengerti dengan perintahnya yang tiba-tiba.
"Saya belum sempat baca laporan yang kamu buat. Jadi kamu briefing saya selama di perjalanan dan makan siang sebelum meeting. Oke, get your stuff. Hurry." Perintah yang tidak bisa dibantah.
"Baik Pak." Aku segera keluar dari ruangan direktur menuju ke mejaku dan mengambil tas serta hp yang tergeletak di samping komputer.
Lampu biru di sudut kiri berkedip pertanda ada pesan masuk. Aku menggeser layar hp ku. Membuka pesan whatssapp, ada lima pesan beluk dibaca salah satunya dari nomer yang tidak kukenal. Penasaran aku membuka pesan itu.
Jantungku berdegup kencang membaca pesan dari Radit. Aku masih terpaku tidak tahu harus membalas apa.
"Sally, sedang apa kamu diam di situ. Ayo nanti kita terlambat." Suara Pak Adi membuyarkan lamunanku. Aku segera menyusul Pak Adi dan membiarkan pesan dari Radit tak berbalas.