Ramadan Yang Nyaris Kita Lewatkan
"Apa yang yang membuatmu menunggu Ramadan?” Tanya jurnalis kepada seorang anak Gaza
“Agar laparku lebih bermakna” Jawab anak itu.
Singkat. Padat. Tapi jika direfleksikan, ia seperti mengetuk kesadaran hati yang paling dalam.
Yang menjadi pertanyaan, apakah Ramadan kita sudah bermakna?
Ramadan tidak datang sekadar untuk membuat kita lapar. Ramadan datang untuk membuat hati kita menjadi lebih hidup.
***
Momentum ramadan kali ini aku menulis beberapa kumpulan refleksi yang kudapatkan meliputi : Cerita Ramadan, tips, tadabbur Al-Quran, dan salah satunya jawaban "Kapan Menikah?"
Selengkapnya di sini :
Untuk mutual tumblrku yang ingin membacanya bisa mampir ke sini ya :
Mencoba berkarya lewat tulisan 🍉
InsyaAllah sebagian keuntungan akan didonasikan ke Rumah Quran YCMI.
Bagi yang mau berdonasi tanpa beli buku, bisa melalui link berikut :
Peduli Rumah Quran Bersama dr Wahyu Dwi Atmoko SpFSetiap huruf Al-Quran yang dilantunkan, setiap ayat yang dihafalkan, kelak menjadi pahala
Mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan menghidupan malam-malam terakhir.
Karanganyar, 15 Maret 2026.









