Ramadhan 12
12 Ramadhan 1440 / 17 Mei 2019
Kesempatan yg hilang dn terlewatkan krn ketidakpahaman kita untuk memperjuangkannya...
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Netherlands
seen from Finland
seen from China
seen from United States
seen from Georgia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Pakistan

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Iraq
seen from France
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States
Ramadhan 12
12 Ramadhan 1440 / 17 Mei 2019
Kesempatan yg hilang dn terlewatkan krn ketidakpahaman kita untuk memperjuangkannya...
Fadhilah Sholat Tarawih #ramadhan12 "Barang siapa sholat tarawih pd malam ke-12, maka ia kan datang pd hari kiamat & wajahnya seperti bulan purnama" #semuanyaajib #selaluajiiib #pastiajiiib #ks #kampungsholawat https://www.instagram.com/p/BxhUtTTnONK/?igshid=1ll0vrgjgm1cl
SERBA-SERBI SAHUR 1 Waktu Utama Makan Sahur . Nabi kita ﷺ menganjurkan untuk mengakhirkan waktu makan sahur. Sebagaimana hadits dari sahabat Anas, yang meriwayatkan dari Zaid bin Tsâbit Radhiyallahu Ta’ala anhuma, beliau (Zaid) bercerita : تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ. . "Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah ﷺ, kemudian kami lanjutkan dengan shalat shubuh." قُلْتُ . Saya, yaitu Anas bertanya, كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا؟ "Berapa lama waktunya antara sahur dengan shalat shubuh itu?" قَالَ . Zaid menjawab, خَمْسِينَ آيَةً "Yaitu Sekitar (lama bacaan) 50 ayat" [HR Bukhari Muslim] Kata Imam Nawawi rahimahullahu berkata ketika menerangkan hadits ini : . «فيه الحث على تأخير السُّحور إلى قبيل الفجر» "Hadits ini mengandung motivasi untuk mengakhirkan sahur hingga beberapa saat sebelum fajar." [ Syarh Shahih Muslim VII/208] . Wallahu Ta’ala a’lam bishshowab . . ©free repost Jangan lupa sertakan sumber @gelorahijrah ya :) . . #ramadhan1439 #12ramadhan #ramadhan12 #sahur #yukhijrah #yukberubah #gelorahijrah (at Masjid Baitul Ihsan PLN P3B Gandul Cinere)
Sepotong Episode di RAMADHAN#12 - Terus berbuat baik Teruslah berbuat baik sekecil apapun itu, walau hanya sekadar menyingkirkan batu ke pinggir jalan. Teruslah berbuat baik karena kita tidak pernah tau amalan apa yg akan menghantarkan kita menuju surga-Nya. Teruslah berbuat baik karena barangkali itu menjadi jalan kebaikan, pintu hidayah atau motivasi bagi orang lain disekitar kita Teruslah berbuat baik tanpa merasa sudah baik, agar kita terus melakukannya lagi, lagi dan lagi. Teruslah berbuat baik selama Allah menjadi tujuan utama kita. Niatkan selalu untuk Lillahi ta'ala, agar lelahmu tak sia-sia dan kau tak merasa kecewa meski ada yg mencela. #selfreminder #talktomyself #notetomyself #sepotongepisode #ramadhan12 #semangatramadhan
Kalau Kau Kucing, Kau Tak Perlu Kursus Menggonggong
Adam adalah manusia terawal dalam sejarah kehidupan manusia. Tetapi menjadi makhluk terakhir dalam masalah penciptaan. Sejarah-sejarah dari sumber turats mengkonfirmasikan hal ini, tentu saja khabar ini berasal dari khabar shidiq (berita terpercaya) yang diberitahukan langsung oleh Nabi. Terkait hal ini anda bisa menelusurinya di beberapa kitab hadits (tentang khutbah terpanjang Rasul pada suatu hari dari bakda shubuh, terpotong oleh shalat duhur, lalu dilanjut, terpotong oleh shalat ashar, dan dilanjut hingga maghrib menjelang), khutbah Rasul tersebut hampir seharian jeput, menceritakan dari awal mula penciptaan hingga generasi beliau dan beberapa periode setelahnya. Khutbah tersebut dibukukan oleh Ibn Katsir dan diberi judul al-Bidayah wan Nihayah (dari awal hingga akhir) 11 jilid tebal.
Al-Quran sebagiannya berisi tentang kisah masa lampau atau sejarah, tetapi ia tidak lantas menjadi buku sejarah. Kisah-kisah tersebut, diperuntukan untuk diambil pelajaran dengan pendayagunaan akal dan kontekstualisasi untuk manusia sekarang dan untuk peneguh hati Nabi. Dengan kisahlah, ditengah hiruk pikuk keduniaan dan kesedihan Nabi, hatinya dikuatkan, ditegarkan, sehingga bebannya menjadi lebih ringan. Bila Rasul saja perlu ada peneguh hati, maka itu artinya lebih pantas lagi buat kita untuk juga diteguhkan, dengan menyelami perikehidupan manusia terbaik sepanjang sejarah dunia ini. Setiap segi dari kehidupannya bisa menjadi teladan sempurna, karena beliau, merupakan hasil dari didikan langsung Allah sehingga menjadi manusia yang sebaik-baiknya adab. Itu pula yang membuat apa yang dilakukan oleh Muhammad, hingga kunyahan mulutnya, langkah kakinya, puguhning ucapan dan tindak-tanduknya, sangat relevan dan perlu untuk diikuti. Karena itu adalah sebaik-baik laku lampah. Semua kebaikan yang terserak didunia ini terhimpun secara sempurna dalam kepribadian Muhammad. Sholawat dan salam untuk beliau.
Sejarahlah yang menghubungkan kita dengan asal-usul kita. Dan pengetahuan kita terhadap asal-usul bisa lebih mempermudan dan memperjelas konsep sangkan paran kita dalam hidup. Yaitu sebuah konsep tentang keberadaan kita disini, darimana, mau kemana dan untuk tujuan apa. Manusia diciptakan dengan blue-print yang jelas. Tidak berupa papan tulis kosong yang ditulisi oleh faktor-faktor diluarnya. Bila anda akrab dan mengakrabi tulisan-tulisan dari filsup barat dari mula zaman modern hingga post-modern, permasalahan ini jauh lebih rumit daripada yang dibayangkan. Ada campur baur dan tumpeng tindih antara setiap faham dengan kutubnya masing-masing ; yang berspekulasi bahwa kehidupan ini tanpa tujuan, sehingga membuat kita bebas menjadi apa saja (tentang ini saya tiba-tiba jadi teringat film Zootopia, itu film yang bagus dan sarat makna filosopis, bila belum nonton saya sarankan untuk segera) karena kehidupan ini memang sudah absurd dari sononya, atau yang mencampurkan konsep agama yang hierarkis dalam realitasnya dengan konsep-konsep yang saling bertentangan.
Dalam film Zootopia (loh kok malah bahas film? Biarin haha) diandaikan oleh tokoh utamanya bahwa siapapun berhak menjadi apa saja. Benar-benar menjadi apa saja. Tergantung keinginan, bukan asal-usulnya. Dibuka dengan asumsi semacam itu membuat saya berpikir berkali-kali, apakah itu mungkin? Seperti benar tetapi ada yang rancu. Karena film tersebut diperankan oleh hewan, maka menjadi mudah dalam pembayangannya, tetapi ketika ditransformasikan ke manusia, rumitnya minta ampun!.
Zootopia adalah sebuah kota metropolis tempat berkumpul semua hewan dengan peradaban yang sudah maju dan canggih, diatur oleh yang berkompeten dan disana, adalah surganya dunia, siapapun berhak menjadi apa saja, dan tidak berhak diprotes oleh orang lain. Bila saya mengkaitkan antara “siapapun boleh menjadi apapun” sebagai, misalnya, seekor kelinci yang ingin menjadi harimau, jelas ini menyalahi kodrat. Ada batas-batas yang tidak bisa dilewati. Kelinci ya kelinci, dengan segenap kekhasan dan karakteristiknya. Harimau ya harimau, dengan segenap kekhasan dan karakteristiknya. Akan menjadi sesuatu yang musykil manakala kelinci mau menjadi harimau dalam artian harfiahnya. Kalau sekedar ingin seperti keberanian harimau, kepedean harimau, mungkin boleh dan bisa-bisa saja. Tapi kelinci yang ingin menyerupai semua-semua dari harimau, tentu saja ini keliru. Kata Einstein, ikan itu mau diajari sepanjang hidupnya untuk terbang ya ndak akan pernah bisa-bisa, karena ikan itu bukan burung. Dan dengan tidak bisanya terbang (walau sudah berlatih sepanjang hidup) tidak lantas menjadikannya sebagai hewan terbodoh sedunia. Artinya apa? Kita harus bisa membedakan antara menjadi sesuatu yang boleh, dan mengerti batas diri.
Dalam Bahasa Pidi Baiq, seniman dan budayawan asal Bandung itu, beliau mengungkapkan lebih kurang begini,
“Kalau sekarang sedang zamannya atau trennya menggonggong, para kucing tidak perlu mengambil kursus mengonggong. Karena yang menggonggong itu adalah anjing, bukan kucing. Kucing tidak perlu mengikuti atau meniru anjing, hanya karena menggonggong sedang menjadi tren. Tetapi jadilah unik karena dirinya sendiri. Jadilah mandiri, tanpa harus ingin tampil seperti orang lain. Kita menjadi baik itu bukan harus lebih baik daripada orang lain, seminimalnya harus baik dan lebih baik daripada diri kita yang dulu.”
Dan memang begitu, akan justru menjadi teralienasi (dan itu adalah problem) manusia-manusia yang pada mau meniru-niru orang lain, mengejar tren, dan melenyapkan dirinya sendiri.
Memang mendapatkan pemahaman terhadap diri sendiri itu jauh lebih sulit daripada sekedar meniru-niru kehidupan orang lain. Tetapi percayalah, itu adalah tantangan yang menggiurkan untuk dijalani. Sebuah perjuangan yang merentang panjang dalam waktu-waktu kita selama didunia ini. Mencari formulasi apa yang dikehendaki oleh Tuhan kita ketika menciptakan kita. Dan beruntunglah orang-orang yang sudah mengetahui dan mendapatkan apa yang menjadi perannya di dunia ini. Semisal cangkul yang sudah mengetahui bahwa dirinya cangkul, dia tidak akan mengambil peran menggunting rumput atau dipake buat membelah kayu, karena dirinya tau bahwa dia adalah cangkul, maka peran yang bisa membangkitkan 100% potensi optimalnya, adalah mengambil peran cangkul ; menggarap tanah atau mengaduk bahan bangunan. Mungkin bisa saja cangkul digunakan untuk selain peran aslinya, tapi jelas itu tidak akan mengoptimalkan keseluruhan dari daya potensinya itu.
Pagi hari tanpa embun, Jumat minggu kedua Ramadhan 1437 H (2k16)
Yesterday I missed sahur, Woke up at 6.30am and boy I was so hungry in the evening. Worse, tumblr kept showing yummy delicious looking food. Oh the temptation! But, Alhamdullilah I survived. :)