Ahlan wa sahlan Ya Ramadhan! Ramadhan Kareem to all of you! Forgive me for my shortcomings & may Allah accept all of our deeds throughout insyaAllah! Let’s improve ourselves for the better insyaAllah 🌙
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Canada
seen from China

seen from United States

seen from Canada
seen from Singapore
seen from China

seen from Indonesia
seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Indonesia

seen from Poland

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
Ahlan wa sahlan Ya Ramadhan! Ramadhan Kareem to all of you! Forgive me for my shortcomings & may Allah accept all of our deeds throughout insyaAllah! Let’s improve ourselves for the better insyaAllah 🌙
Sering kali ketika menjalani puasa yang ada di kepala hanyalah gak boleh makan & minum. Seringnya lupa untuk menahan marah, apalagi godaan buat ngomongin orang. Dan yang paling susah sih menahan diri untuk gak ngeborong online shop 😅 #untukdirisendiri #janganbaper #nooffense #ramadhanday1
Ramadan 1446
Menghitung beberapa hari sebelum memasuki bulan ini, sampai juga dirasakan juga dan dinikmati juga. Ramadhan kali ini akan samgat berbeda dan semoga Allah ridha.
Saya banyak menyulam kata, harapan dibenak saya sendiri menunggu bulan ini hadir. Tapi saat Ia datang yang tersisa adalah singkapan dosa yang terlihat dan terasa. Bulan ramadhan ditahun ini saya rencanakan untuk saya nikmati dalam mengurai semua maaf dan pinta.
Kemarin saat saya menanyakan pada mamak, mak, apa doa untuk ramadhan kali ini. Kata mamak, semua doamu adalah doaku. Semua ijabah doamu nanti, itulah doaku..nyesss
Ramadhan inj kupilih untuk menikmati semua yang Allah izinkan untuk kumiliki dan kujalani. Sembari meminta pada pemilik semesta keberkahan dan pemaafan atas kepemilikan kini dan nanti.
Kebahagiaanku yang luaaaar biasa diizinkan hadir di ramadhan tahun ini. Alhandulillah
Keluarga
Bismillah,
Tak terasa Bulan Ramadhan kembali bertamu kepada kita, tamu yang sangat istimewa dan mulia. Tidak heran, semua umat muslim yang beriman di seluruh dunia menyambutnya dengan sukaria. Ada yang mempersiapkan hidangan untuk sahur dan berbuka, membeli pakaian baru, membersihkan rumah, mencari info kajian, list agenda bukber, atau ada juga yang menyambut ramadhan dengan biasa-biasa saja. Ada yang menargetkan ibadah serta amalan-amalan sunnah selama ramadhan, ada yang fokus kejar target pekerjaan kantor, ada yang sibuk berdagang agar bisa beli baju lebaran, atau ada yang sudah tidak sabar ramadhan cepat berakhir.
Setiap kita yang muslim, pasti punya target dan keinginan masing-masing di ramadhan ini. Cara mencapainya pun beragam. Salah satunya adalah bisa berkumpul dengan keluarga di rumah di ramadhan tahun ini. Bagi mereka yang merantau, tentu beribadah dengan keluarga adalah salah satu hal yang dirindukan. Rindu masakan ibu, rindu tilawah bareng, buka dan sahur bareng, dan hal-hal diantaranya. Tapi, Allah punya caranya untuk memberikan kenikmatan yang terkadang manusia abaikan. Ternyata bagi yang sedang merantau, Allah hadirkan saudara-saudara muslim disana sebagai keluarga kedua, tentunya tidak menggantikan suasana seperti dirumah asal. Alhamdulillah.
Bagi yang tahun ini sudah kembali dari rantauan dan bisa berkumpul dengan keluarga, lihat! betapa Allah masih memberikan kita nikmatnya dalam bentuk rezeki yang baik. Kita bisa kembali ibadah bersama ayah,ibu, kakak, adik, paman,bibi dalam ketakwaan. Fokus tilawah Al-Quran sama-sama, taraweh sama-sama, bikin masakan buka dan sahur sama-sama juga, rumah menjadi lebih hidup dengan amalan-amalan sunnah di dalamnya. MasyaAllah Tabarakallah.
Jika, ramadhan tahun ini adalah yang terakhir kita berkumpul dengan keluarga (mungkin ramadhan tahun depan, kita merantau lah, kita berkeluarga lah) maka, manfaatkan sebaik-baiknya waktu kita itu untuk mereka, orang-orang yang mencintai kita tanpa syarat dan ketentuan. Fokus mengerjakan ibadah wajib dan sunnahtullah, sebelum kelak kita disibukkan dengan hal yang lain. Wallahu a'lam bishawab.
Ramadhan 1444 H : Day 1
Ramadhan pertama sebagai suami istri. Di ramadhan kali ini kami berniat untuk belajar meneladani sahabat sahabat rasulullah selepas subuh. Bismillah semoga istiqomah.
Di hari pertama ramadhan kami meneladani Abdurrahman ibn ‘Auf, sahabat Rasulullah yang dermawan. Beliau adalah pedagang sukses yang selalu mendapatkan untung yang melimpah. Abdurrahman adalah satu dari delapan orang yang paling awal masuk islam. Beliau merupakan sahabat yang ikut hijrah Rasulullah ke Habasyah, kemudian kembali ke Mekah, kemudian hijrah lagi ke Habasyah dan yang terakhir hijrah ke Madinah. Ketika di Madinah, Rasulullah mempersaudarakan Abdurrahman ibn ‘Auf dengan Sa’ad ibn Rabi’. Setiap orang anshar di Madinah rela berbagi segala miliknya dengan sahabat Muhajirin. Sa’ad ibn Rabi’ juga merupakan orang yang kaya raya. Sa’ad menawarkan separuh hartanya untuk Abdurrahman. Namun Abdurrahman tidak langsung mengiyakan, justru meminta Sa’ad untuk menunjukkan dimana letak pasar. Singkat cerita, Sa’ad kemudian menunjukan dimana pasar dan Abdurrahman kembali berdagang dan kembali menjadi orang yang kaya raya.
Suatu hari, beliau menjual tanah seharga 1000 dinar lalu membagikan seluruh dinar itu kepada Bani Zuhrah keluarganya, lalu kepada Ummahatul Mukminin dan kaum muslimin yang melarat. Pada kesempatan lain ia memberikan 500 kuda untuk pasukan kaum muslimin. Pada hari lain juga ia berikan 1500 unta. Ketika hendak wafat, beliau mewasiatkan 500.000 dinar untuk perjuangan di jalan Allah dan 400 dinar untuk setiap orang yang terlibat dalam perang Badar dan masih hidup. Bahkan, Utsman ibn Affan yang tergolong orang kaya raya mendapat bagian wasiat ini. Karena kedermawanan dan kemurahannya, ada ungkapan yang mengatakan, “Seluruh penduduk Madinah berserikat dalam harta kekayaan Abdurrahman. Sepertiga ia pinjamkan kepada mereka, sepertiga ia gunakan untuk membayar hutang mereka, dan sepertiga ia berikan suka rela kepada mereka”. Ibaratnya seluruh penduduk Madinah ikut kecipratan kekayaannya Abdurrahman.
Dengan hartanya itu, Abdurrahman banyak bersedekah untuk orang orang di sekitarnya. Harta itu tidak membuat Abdurrahman menjadi sombong dan makin gila harta. Justru semakin membuatnya khawatir karena banyaknya harta yang dimiliki. Karena nanti di akhirat setiap harta akan dihisab dan semakin banyak harta maka hisabnya akan semakin lama. Maka beliau semakin banyak bersedekah untuk mengurangi hartanya, namun semakin banyak bersedekah tidak membuat Abdurrahman miskin justru semakin kaya.
Dari kisah Abdurrahman ibn ‘Auf kami belajar banyak hal diantaranya :
1. Ikhtiar dan tawakkal. Meskipun Ibn Auf ditawari kekayaan oleh Sa’ad ibn Rabi’ beliau memilih untuk berusaha sendiri dengan berdagang.
2. Harta yang sesungguhnya kita miliki adalah yang kita sedekahkan. Jadi belajar untuk sedekah berapapun nominalnya dan meskipun dalam keadaan sulit.
3. Harta yang halal akan membuat satu keluarga menjadi berkah. Dan lebih baik lagi jika harta yang kita miliki berdampak ke masyarakat sekitar. Sehingga bisa menolong orang yang kurang mampu.
4. Abdurrahman ibn ‘Auf sangat rendah hati dan bisa menjadi tuan bagi hartanya. Meskipun kaya raya tapi ya terlihat seperti orang pada umumnya, tidak menunjukkan kekayaannya. Beliau tidak dikenal jika ada orang asing yang duduk bersamanya dan ketika sakaratul maut beliau ditawarkan oleh Ummul Mukminin Aisyah untuk dimakamkan disamping Rasulullah tapi beliau menolaknya karena merasa tidak pantas.
Terkadang kita ingin menunjukkan apa apa yang kita miliki. Misal mobil mewah, pakaian mewah, tas branded, hp terbaru, dsb. Padahal rich tidak sama dengan wealth. Morgan Housel dalam bukunya The Psychology of Money (2020) membagi dengan tegas perbedaan di antara orang kaya. Dalam buku tersebut, ia memakai konsep rich dan wealth.
Secara garis besar, perbedaan dari kedua konsep tersebut adalah bagaimana manusia mampu melakukan manajemen kekayaan. Orang yang hidup dalam kategori wealth akan dapat mengalokasikan kekayaan dengan sangat baik dalam jangka waktu yang panjang, serta ia tidak akan mudah untuk kehilangan akumulasi kekayaan tersebut. Namun hal yang sebaliknya dengan orang yang termasuk dalam kategori rich.
Menurut kami wealth juga kekayaan jiwa, bijak dalam mengelola harta, dan bisa menjadi tuan bagi hartanya. Meskipun kita punya banyak harta, tapi penampilan tetap sewajarnya, tidak membeli barang barang yang tidak perlu, tidak memamerkan apa yang dimiliki, tidak membuat jiwa kita makin rakus harta dan menumpuk harta. Tapi membuat jiwa kita tetap tenang dan membelanjakan harta secukupnya untuk diri sendiri dan perbanyak sedekah. sedekah juga manajemen harta untuk jangka panjang yaitu akhirat.
5. Menurut kami orang orang yang bestari itu orang orang yang luas pengetahuannya, diajak ngobrol apa aja nyambung. Rendah hati dan bergaul sama siapa saja termasuk masyarakat kecil meskipun misal dirinya adalah orang yang punya jabatan. Orang yang bisa bermanfaat buat keluarga dan masyarakat sekitar sukur sukur berdampak buat masyarakat luas. Tidak pamer apa yang dimiliki termasuk pamer lagi makan apa dimana, pergi kamana, dan harta apa yang dipunya.
Don’t merely show what you eat, where you go, things you own. Show your kindess, spread it. Show your work, be proud of them Show your ideas, share them, show humanity, show flaws. Kesederhanaan yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa memiliki yang kita inginkan, tetapi hanya memilih yang kita butuhkan. Kesederhanaan yang sesungguhnya adalah kesadaran bahwa yang berlebihan itu tidak perlu sama sekali sebab sejatinya kita tidak memiliki apa apa sama sekali. Semua yang kita miliki adalah titipan yang sewaktu waktu bisa diambil.
“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Q.S Al Baqarah:262)
Sumber : Khalid, Muhammad.(2016).Biografi 60 Sahabat Rasulullah.Jakarta: Qisthi Press
. Selamat Sore 🏋♂️ . Marhaban Ya Ramadhan 😳 . Ready Segala Macam Alat Fitness Untuk Gym Ataupun Untuk Di Rumah ✅ All In One Mudah Dilakukan Di Rumah Jangan Lupa Berolahraga 🥰 TAG teman, saudara dan pasanganmu agar selalu menjaga Tubuh Selalu ☺ Stay tune with New Quality Group👇👇👇 Follow @newqualitygroup Follow @newqualitygroup Follow @newqualitygroup . . #ramadhan2022 #firstdayramadhan #ramadhanday #ramadhanday1 #puasa #puasaramadhan #puasaharipertama #puasa2022 #puasasehat #ramadhan #ramadhankareem #olahragapuasa #puasapertama #marhabanyaramadhan #marhabanyaaramadhan #marhabanyaramadhan😇 #marhabanyasyahruramadhan #marhabanyaromadhon #marhabanyaramadhan2022 #ramadhan2022🤲 #ramadhantiba #ramadhantibaramadhantiba🎶 #ramadhankareem #ramadhanmubarak #ramadhanberkah (di New Quality Group) https://www.instagram.com/p/Cb4dvTar--5/?utm_medium=tumblr
🎙Tarawih Masa Pandemi Bismillah... Next Slide ⏩⏩ Assalamu’alaikum, Moms...! Dengarkan Bundyta Bercerita bersama Althaf dan Barra ya... 🤗 Semoga bermanfaat 🙏🏻 terima kasih. #BarraBicara #SuaraBundyta #VObyAlthafaro #RamadhanDay1 #ramadhan1442h #CeritaRamadhan #BundytaBercerita #SemangatRamadhanH1 #hivoramadhanchallenge #CeritaRamadhanBundyta (at Sawangan Residence Ideal) https://www.instagram.com/p/CNnN-kgnh69/?igshid=b92jgvwg4vvv
Ramadhan dan Perubahan
Kedatangan bulan Ramadhan selalu disambut dengan suka cita oleh tiap Muslim yang beriman, karena bulan ini pahala kebaikan berlipat ganda dan wajib berpuasa serta perbanyak amal ibadah untuk meraih keafdolan suci lahir dan bathin menuju ridho Allah SWT.
“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku-lah yang membalasnya.” Begitulah penegasan Allah SWT tentang besarnya pahala bagi orang yang berpuasa, sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam Sahih Bukhari.
Puasa berarti menahan; baik menahan makan, minum, bicara, dan perbuatan. Secara terminologi, puasa berarti menahan dari hal-hal yang membatalkan dengan disertai niat berpuasa. Sebagian ulama mendefinisikan puasa adalah menahan nafsu dua anggota badan —perut dan alat kelamin— sehari penuh, sejak terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari.
Hikmah terpenting puasa adalah merealisasikan ketakwaan kepada Allah SWT (QS al-Baqarah: 183). Kadar takwa ini hendaknya terefleksi dalam sikap dan tingkah laku, yakni melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya,
Kaum Muslim seyogianya menyadari bahwa puasa adalah ibadah yang pelaksanaannya menuntut keimanan dan kesadaran, tujuan puasa adalah demi perubahan ke arah yang lebih baik. Puasa dapat mengakselerasi perubahan seorang Muslim menjadi mukmin yang muttaqin.
Melaksanakan puasa sesungguhnya adalah pengingat bahwa pribadi seorang muslim sejatinya adalah berusaha untuk memberikan manfaat dengan melakukan perubahan yang baik dan lebih baik lagi dimasa datang.
Selamat menjalankan ibadah puasa insan Proxsis yang menjalankannya, selamat melangkah untuk perubahan pribadi yang lebih baik lagi dimasa depan.
-Andrianto Moeljono Chief of Board Proxsis
01 Ramadhan 1442H // 13 April 2021