Namanya juga Sabar, balasannya adalah surga. Bukan Sabar namanya jika tak mengalami ujian dan rintangan sebelumnya.
Namanya juga ikhlas, balasannya adalah surga. Bukan ikhlas namanya jika tak mengalami kehilangan sebelumnya.
— Aksara Cahaya
seen from Singapore
seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany

seen from Ireland

seen from China
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Honduras

seen from Germany

seen from Netherlands

seen from Honduras
seen from China
Namanya juga Sabar, balasannya adalah surga. Bukan Sabar namanya jika tak mengalami ujian dan rintangan sebelumnya.
Namanya juga ikhlas, balasannya adalah surga. Bukan ikhlas namanya jika tak mengalami kehilangan sebelumnya.
— Aksara Cahaya
Hati punya nyawa berapa ya? Kalau patah berkali-kali apa nggak masalah?
(terkacau di awal 2018)
Saat kamu berbicara, kamu hanya mengulangi sesuatu yang kamu ketahui. Tetapi, saat kamu mendengar mungkin kamu akan belajar sesuatu yang baru
Dalai Lama
Ada Allah Dzat yang selalu ada menguatkan hatimu.
Ada Allah Dzat yang selalu menerangkan cahaya yang ada dalam hatimu agar tak padam, untuk selalu bersinar meski tak selalu bersinar dengan terang.
Ada Allah Dzat yang selalu bersamamu ketika semua makhluk-Nya meninggalkanmu.
Ada Allah sebaik-baiknya tempat kembali, sebaik-baiknya Dzat untuk seorang hamba yang tak berdaya ini.
Allah, Ilahi Rabbi
— Aksara Cahaya
Sedihnya, harus sering mengalami hal semacam ini. Ditinggal pergi tanpa pamit. Mencoba memahami yang pergi tanpa pamit, menerka dengan segala sangkaan yang singgah di hati.
Lalu bagaimana jika aku yang pergi tanpa pamit dan hilang ditelan bumi(?)
— Aksara Cahaya
Ketika tak mampu mempertahankan semuanya. Maka pertahankanlah yang bisa di pertahankan dan selalu ada—Teman.
— Aksara Cahaya
Terimakasih kamu. Selalu bersedia untuk ku jadikan pelarian saat kondisi hati sedang beriklim hujan juga badai.
Terimakasih kamu. Selalu bersedia untuk memberikan ruang untuk ku tumpahkan segalanya menjadi aksara.
Terimakasih kamu. Saat hati, fikiran dan jemari sangat gatal ingin menuangkan bait kalimat, kamu selalu bersedia.
Meski tak ada pundak yang bisa kamu bagi untuk ku sejenak bersandar akan lelahnya semua ini. Tak apa, ruang dan waktu untuk bisa ku menuangkan secangkir atau beberapa cankir aksara dari hati ku bahagia. Karena ketika ku tuangkan menjadi aksara, setidaknya itu membantu.
Terimakasih kamu, Tumblrku.
— Aksara Cahaya
Bahkan kita dituntut untuk ikhlas ketika kehilangan menimpa kita, kapanpun itu.
Juga dituntut untuk melapangkan hati ketika semua terasa sulit dan sempit, kapanpun.
Meski ikhlas dan melapangkan hati itu (katanya) sulit, namun masih bisa untuk tetap diupayakan.
— Aksara Cahaya