"Menikmati" Jalan Hidup Hari Ini
Tentang supir Grab, yang dulunya sudah bertahun-tahun menjadi pegawai bank, yang hari ini, sampai pukul delapan malam tadi; baru mendapatkan kami sebagai penumpang pertamanya.
Beliau bercerita tentang secuil hidupnya menjadi pegawai bank; yang selalu lelah pikiran dan badan, hampir penuh 24/7. Tapi sekarang, meski lika-liku menjadi sopir pun tidak mudah, tapi lelah yang dirasa bagi beliau lebih ringan ketimbang dahulu, "Cuma lelah fisik, dibuat tidur justru sangat nyaman", begitu kata beliau, dengan bahasa Jawa Kromo Inggil-nya ketika ngobrol dengan bapak ibuk. --anak kecil diam aja di pojokan~
Kita memang memiliki banyak mimpi, atau setidaknya satu dua keinginan di dunia ini yang belum tercapai. Bahkan mungkin tak jarang kita merasa tidak puas dengan apa yang ada hari ini. Padahal, jelas ini bukan hal sederhana, ini bisa jadi bibit awal berbagai penyakit, baik untuk tubuh, hati, pikiran, bahkan keimanan. Makanya, tak bisa dipungkiri memang, salah dua dari kunci kehidupan adalah: syukur dan sabar. "Klise", tapi sayang memang dua hal itu yang jadi golden key-nya.
Menarik napas atas kenyataan yang ada, yang mungkin belum sesuai yang diinginkan, tapi tetap bersyukur dan terus berjalan ke depan. Semoga dengan perjalanan ini, nantinya, justru membawa pada tujuan yang barangkali jaauuh lebih baik dari apa yang pernah dan bisa kita bayangkan. Iya, kan? :')
Jangan lupa istirahat, atau mungkin melanjutkan belajar, atau pekerjaan. Semoga bapak grabnya, dan semua orang yang masih harus bekerja di gelapnya malam dimudahlancarkan rejeki dan amalnya, dan semoga kita pula diijinkan untuk menemui bulan berkah di depan; Ramadhan!
(30/03/22)














