Makna Puasa dan Kaitannya dengan Takwa
Salah satu hikmah puasa di bulan suci ramadhan agar umat Islam dapat menggapai derajat taqwa yang mulia. Ketika melaksanakan ibadah puasa, berarti umat Islam telah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Hal ini adalah pengertian taqwa. Bentuk taqwa dalam ibadah puasa dapat dilihat dari hal-hal berikut;
1. Orang yang melaksanakan ibadah puasa akan meninggalkan setiap larangan seperti makan, minum, berjima dengan istri dan sebagainya. Berpuasa di bulan suci ramadhan berarti mengendalikan hawa nafsunya, sesuai dengan perintah Allah SWT. Hal ini dilakukan demi mendekatkan diri pada Allah SWT dan mendapatkan pahala dari-Nya.
2. Orang yang melaksanakan ibadah puasa sebenarnya mampu untuk melakukan segala kesenangan duniawi yang dilarang selama sedang puasa. Namun, karena menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui, maka ia menekan segala keinginan itu secara sadar dan ikhlas.
3. Orang yang melaksanakan ibadah puasa juga akan merasa senang melakukan berbagai amalan yang menunjukkan ketaatan. Dan ketaatan adalah jalan menggapai taqwa.
Puasa Ramadhan adalah ibadah wajib bagi setiap umat Islam yang mukallaf, atau telah baligh dan berakal, mengetahui awal bulan Ramadhan, serta mampu menjalankannya. Perintah untuk berpuasa pada bulan Ramadhan sekaligus keutamaan ibadah ini diterangkan dalam sejumlah ayat Al-Qur'an dan hadis.
Di antara yang menerangkan kewajiban berpuasa dan pentingnya ibadah ini ialah firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Arti: "Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa."
Ayat Al-Qur'an di atas menjelaskan bahwa puasa diwajibkan terhadap umat Islam, sebagaimana diperintahkan pada para umat saleh lainnya sebelum masa kenabian Rasulullah, Nabi Muhammad SAW, untuk meningkatkan ketakwaan. "Takwa merupakan puncak tertinggi dari kualitas keislaman dan diri setiap muslim. Bahkan, ketika seseorang meraih takwa ia berada dalam puncak yang paling mulia,"
Penjelasan terakhir didasarkan pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Arti: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui.
- Aldi Granadhi (Technical Writer PGS)
23 Ramadhan 1442H // 05 Mei 2021
















