#RamadhanTerbaik : Maaf dan Memaafkan
Di dunia ini kita tentu pernah berbuat salah dan jadi korban kesalahan orang lain. Kita pernah menyakiti dan disakiti. Bagaimana rasanya? Kecewa, sedih, merasa bersalah, dan tak jarang kita jadi membenci. Menjauhi orang yang pernah menyakiti dan berbuat salah pada kita, serta mungkin kita juga dijauhi oleh orang yang pernah kita sakiti. Yang tadinya akrab tiba-tiba menjadi tak dekat. Suasana canggung sampai sengaja menghindar saat melihat orang tersebut. Benar-benar hidup yang rumit. Dunia yang tadinya sempit untuk orang-orang yang saling merindu, jadi begitu luas untuk orang yang saling menyimpan luka.
Bagaimana rasanya menyimpan luka? Hatiku nyeri setiap mengingat tentang seorang yang pernah menggoreskan kecewa dan aku sepi saat teringat akan orang yang pernah aku sakiti. Aku tak lebih berarti dari semua yang pernah kulakukan. Rasa bersalah bercampur dengan kesal. Sangat tidak menyenangkan menyimpan tumpuka luka ini. Apalagi untuk luka yang belum pernah mengucap maaf. Mungkin ia telah lupa, tapi bagiku semua masih membekas. Terbebani, entah mengapa semua emosi negatif dari kejadian lalu itu enggan lepas dan menghantui. Mewujud dalam rupa amarah dan pelampiasan emosi tak terkendali.
Percayalah memang tidak menyenangkan masih menyimpan semua kenangan pahit di masa lalu, alih-alih coba menerima nyatanya aku hanya menenggelamkan ingatan saja, yang tak jarang tiba-tiba muncul ke permukaan. Mengingat nama dan wajahnya saja rasa sesak di dada merusak hari yang cerah.Apalagi jika itu berbarengan dengan munculnya kenangan kejadian lalu.
Memasuki bulan #RamadhanTerbaik satu hal yang perlu dibereskan selain fisik utamanya adalah hati. Ketenangan dalam menjalankan ibadah adalah impian semua orang, lantas hati mana yang bisa tenang jika masih dibayangi kecewa dan luka masa lalu? Apakah belum memaafkan? Mungkin selama ini sudah mencoba namun belum tepat caranya. Karna caraku memaafkan adalah dengan melupakan. Melupakan bukan cara terbaik untuk merengkuh kedamaian dan ketenangan hati.
Ada bagian menarik dari buku yang kubaca beberapa saat lalu, buku yang berjudul Emotional Healing Therapy, di dalamnya tertulis metode yang diberi nama Forgiveness Therapy ringan yang bisa kita lakukan sendiri di rumah. Langkahnya adalah :
1. Duduk santai di tempat yang kita sukai dan membuat nyaman, pejamkan mata dan bernapas dengan tenang.
2. Hadirkan kembali peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa dan rasakan kembali emosi terhadap kejadian tersebut
3. Panggil orang yang terlibat dalam peristiwa tersebut (sebut namanya), hadirkan ia dalam pikiran kita
4. Ungkapkan perasaan secara jujur terhadap orang tersebut
6. Berikan do’a (Alfatihah) untuk orang tersebut
7. Buka mata dan lakukan afirmasi :
Saya menerima segala perlakuan kamu yang menyakiti saya, saya putuskan untuk memaafkan semua prasangka burukmu, kata-kata yang keluar dari mulutmu, tindakan dan perlakuan yang kamu lakukan terhadap saya dan semoga Tuhan memberkahimu dan saya”
Itulah salah satu cara memaafkan yang mungkin bisa melapangkan kembali hati yang disesaki oleh luka dan kecewa.
Bismillah, #RamadhanTerbaik tahun ini semoga semua kekecewaan dahulu bisa kumaafkan dengan ikhlas, mengingat manusia memang gudangnya salah dan lupa. Sehingga tidak ada emosi negatif nantinya yang akan merusak niatku dalam beribadah.
Untuk kamu yang pernah dengan atau tanpa sengaja melukai dan membuat kesedihanku menjadi-jadi, aku memaafkanmu dengan harapan semoga kelak ketika kita bertemu dan dipertemukan hati kita benar-benar lapang untuk berjabat tangan tanpa tipu dan kepura-puraan.
Dan untuk kamu yang pernah (tentunya) aku sakiti dan lukai, mungkin meminta maaf di sini tidaklah berarti apa-apa bagimu, tapi dari penyesalan terdalam aku ingin meminta maaf, atas semua kesalahan dan kekeliruan. Atas semua sikap egois yang selalu kupertahankan, atas semua keburukan sifat yang selalu kamu lihat. Aku bukanlah apa-apa dan siapa-siapa. Terimakasih karna dulu pernah begitu betah menjadi temanku. Mungkin ketika kita berjumpa akulah yang akan canggung terlebih dahulu, karena tidak pernah tau apakah kamu telah memaafkanku atau belum. Dan cupu nya aku yang malu untuk berkata maaf secara langsung padamu. Semoga dikedalaman hatimu maaf itu telah atau akan kau berikan untukku.
Mari menyambut #RamadhanTerbaik dengan hati yang lapang, dari semua kenangan luka dan keengganan memaafkan. Saling meminta maaf dan memaafkan. Semoga tahun ini yang dulunya terputus dapat disambung lagi dalam kedamaian dan kebahagiaan.